
" Asalamualaikum..!"
Tok tok tok tok
Suara Bu Lukman tetangga sebelah Hendra mengetuk pintu rumah Hendra yang sedikit terbuka, nampak dalam rumah Hendra keadaan gelap juga lampu teras masih padam, Bu Lukman sengaja datang ingin membagikan berkat nasi kotak selepas acara pengajian. Bu Lukman berada di depan teras rumah Hendra juga heran mengapa rumah masih dalam keadaan gelap, tapi pintunya tidak tertutup rapat.
" Asalamualaikum..!"
" Kenapa rumah Pak Hendra masih keadaan gelap apa listriknya mati?" Gumamnya.
Tok tok tok
" Asalamualaikum, Pak Hendra!"
Bu Lukman kembali mengetuk pintu, dan memanggil manggil namun penghuni rumah itu tak kunjung keluar, Bu Lukman jadi bertanya tanya dalam benaknya apakah ada orang didalam.
" Kalau memang tidak ada orang tapi kenapa pintu rumahnya tidak tertutup rapat? Apa Pak Hendra sedang pergi?" Dialog Bu Lukman.
Dilihat Bu Lukman mobil Hendra masih di parkir halaman, dan tiba tiba saja dalam benak Bu Lukman merasakan firasat yang tidak enak, firasat nya mengatakan ia harus masuk kedalam rumah itu, namun ia ragu. Bu Lukman segera ingin meminta bantuan pada tetangga lain untuk mengecek dalam rumah Pak Hendra. Baru beberapa langkah keluar dari halaman itu, Suami Bu Lukman sedang melintas bersama dua orang bapak bapak sehabis sholat di masjid.
" Lho Ibu sedang apa disini?" Tanya Pak Lukman.
" Anu..ibu mau mengantarkan nasi kotak, tapi kok rumah Pak Hendra gelap sekali yaa! Ibu sudah memanggil Pak Hendra namun tidak jawaban, Ibu heran pintu rumahnya tidak tertutup rapat."
Suami Bu Lukman bersama dua orang lainnya jadi penasaran dengan apa yang di katakan Ibu Lukman dilihat mereka nampak rumah Hendra memang keadaan sangat gelap.
" Mungkin rumah Pak Hendra sedang padam listriknya!"Jawab Pak Lukman
" Tapi Ibu merasakan firasat yang tidak enak lho Pak, apa perlu di cek kedalam!" Balas Bu Lukman.
" Iya Pak Lukman apa sebaiknya kita cek saja!" Ucap Pak Nana.
" Ya sudah ayo! Kita lihat kedalam."
__ADS_1
Ke empat orang itu akhirnya memasuki pekarangan rumah Pak Hendra, sampai di teras mereka memperhatikan keadaan rumah Hendra dari luar yang memang nampak gelap pintu dan jendela rumah masih terbuka.
" Pak Lukman, kalau memang Pak Hendra ada di dalam kenapa pintu dan jendela rumahnya masih terbuka padahal ini sudah malam lho?"
" Coba ketuk saja pintunya!" Seru Pak Nana
Tok tok tok
" Asalamualaikum, Pak Hendra Pak Hendra!"
Empat orang itu makin penasaran dengan keadaan dalam rumah Hendra.
" Beliau kemana ya? kalau Pak Hendra sedang pergi kenapa pintu rumah di biarkan tidak tertutup?"
" Tapi mobil beliau ada Pak Lukman." Sahut Pak Yono sehabis mengelilingi sekitaran depan rumah Hendra.
" Apa kita masuk saja ya?"
" Ya sudah kita masuk saja!"
Tanpa ragu Pak Lukman tangannya mulai membuka pintu yang tidak tertutup rapat lalu melangkah pelan masuk bersama Bu Lukman dan juga dua orang lainnya. Dari ruang tamu itu Pak Lukman mengedari dalam rumah yang gelap, Pak Lukman mencari tombol tombol saklar lampu karena gelap tidak cahaya sama sekali untuk memastikan apa benar listrik rumah Pak Hendra padam.
Cetlek
" Lampu teras nyala, Listriknya tidak padam?" Ujar Pak Lukman.
Lukman dan Pak Nana semakin penasaran setelah menyalakan lampu teras dan lampu ruang tamu, mereka pun masuk sampai keruang tengah dan sambil memanggil manggil Hendra.
" Hendra..Hendra!"
Masih juga tidak jawaban dari penghuni rumah, langkah mereka terus menyusuri ruang dalam rumah sampai dapur dan tidak menemukan seorang pun di dalam, dalam rumah itu sangat sepi dan hening.
" Tidak ada siapa siapa di sini?"
__ADS_1
Terakhir mata Pak Lukman kini tertuju pada ruang kamar tidur yang terbuka pintunya.
" Apa Pak Hendra sedang dikamar, lihat! pintu kamar juga tidak tertutup."
Mereka terus melangkah hingga sampai pintu kamar, lalu apa yang mereka dapati dalam kamar itu terdengar nafas yang terdengar berat dan melihat di atas tempat tidur ada orang yang sedang terbaring.
" Itu Pak Hendra ada di kamar, sedang tidur!"
" Astaghfirullah! Pak Hendra sedang tidur dalam keadaan rumah gelap seperti ini?"
Pak Lukman pun dengan sungkan masuk ke kamar dan ingin membangunkan Hendra yang sedang terbaring.
" Pak Hendra bangun Pak! Kenapa rumah gelap seperti ini?"
" Pak Nana tolong nyalakan lampu kamar!"
" Iya Pak!"
Cetlek
Setelah lampu kamar itu menyala, Pak Lukman terkejut dengan wajah Hendra sudah sangat pucat.
" Pak Hendra, astagfirullah..Bapak sedang sakit? pucat sekali wajah Bapak."
Hendra yang masih memejamkan mata perlahan membuka mata setengah, ia tidak sanggup bicara pada kepada empat orang yang sudah berdiri di hadapannya, Hendra matanya sangat sayu.
" Pak Lukman sebaiknya cepat kita bawa kerumah sakit, karena keadaan Pak Hendra sangat parah."
" Iya Pak!" Sahut Lukman.
" Baik saya siapkan mobil, kalau kita panggil ambulan sudah tidak ada waktu, Pak Hendra sepertinya sangat kritis
" Iya Pak!"
__ADS_1