
" Pagi Tuan.."
" Pagi..oh iya saya lupa mengatakan padamu.."
" Kenapa Tuan?"
" Hari Sabtu dan Minggu kamu libur sesuai dengan jadwal saya.."
" Owh..kalau begitu saya pulang saja dong!" Jawab nya dengan ekspresi wajah Mirah terlihat senang begitu tahu ia mendapat libur.
" Hem tapi tunggu!"
Erland menahan Mirah sesaat, karena sudah terlanjur datang ke apartemen.
"Iya Tuan?"
"Saya sih..belum sarapan tapi kalau kamu bersedia membuatkan sarapan dulu tidak apa terserah!"
" Eum..Iya baiklah Tuan, saya buat sarapan dulu setelah itu saya pulang."
Mirah tanpa berlama lama langkahnya langsung menuju dapur begitu tahu kalau hari Sabtu dan Minggu rupanya libur, itu berarti ia bisa berkumpul dan bermain bersama putrinya.
Selagi Mirah membuat sarapan untuk Tuannya, Erland sendiri sedang berolah raga diruang khusus gym. Nampak tubuh Erland yang berotot berkeringat basahi tercetak basah pada dada dan belakang punggungnya, Erland memainkan alat treadmill, ada tiga macam alat olah raga diruang khusus apartemen Erland.
Dirinya memang suka berolah raga membentuk tubuhnya, selama sibuk bekerja dirinya belum sempat berolah raga dan mumpung hari ini hari libur Erland akan berkunjung ke gedung sekolah dan setelah nya ia pulang ke mansion.
Satu jam Erland memainkan alat olah raga salah satu nya Erland memainkan alat berat. Nampak tubuh Erland seperti cobra pada otot otot bisepnya begitu menonjol di bahu sampai lengan, ini yang membuat para wanita terkagum-kagum, termasuk Mirah yang diam diam matanya beberapa kali melirik memperhatikan Tuannya nge-gym.
Erland yang merasa dari kejauhan diperhatikan Mirah membuat kedua sudut bibirnya ketarik membentuk senyuman, ada perasaan bangga. Erland semakin sengaja memperlihatkan pada Mirah bagian perutnya. Erland membuka kaos lalu membalikan badan kedepan agar semakin jelas.
" Pantas saja tubuh Tuan atletis, Tuan Erland memang rajin berolah raga..keren banget body nya."
__ADS_1
Mirah tangannya memegang pisau memotong jeruk buat jus tapi kedua matanya masih saja sebentar bentar melirik pada Erland. Namun saat Erland menyudahi kegiatan olah raganya Erland lalu menuju dapur ingin meminum jus, Mirah buru buru tangan menyelesaikan memotong jeruk karena tahu Tuannya akan mendekat ke meja
" Kamu sudah selesai membuat sarapan untuk saya?"
" Eugh..su-sudah Tuan!"
Mirah yang tiba tiba di tanya langsung gelagapan sadar sarapan untuk Tuannya belum semua tersedia di meja.
" Jus saya belum Jadi?"
" Euh..i-ini lagi di buat Tuan?"
" Lelet saya kira sudah jadi."
" Maaf Tuan!"
Mirah langsung bergerak cepat memeras jeruk, Erland yang duduk mata nya menatap Mirah yang terlihat gugup.
" Ini Tuan jusnya."
" Hem Terimakasih!"
" Iya Tuan!"
" Kamu tidak ikut sarapan sekalian."
" Tidak Tuan saya sudah sarapan di rumah."
" Kalau begitu duduklah temani saya sarapan!"
Mirah pun mengikuti permintaan Erland menemani sarapan, Erland sendiri siap menikmati makanan yang di sediakan Mirah.
__ADS_1
" Oiya apa kamu mau ikut saya?"
" Kemana Tuan?"
" Ke gedung sekolah."
" Kesekolahan Tuan?"
" Ya..maksud saya mengajak kamu supaya kamu tahu letak gedung sekolah orang tua saya, dan saya akan tunjukan di mana ruang perpustakaan dan kamu bisa cepat mengenal dan staf pengajar dan staf kantor.
Alasan Erland yang sebenarnya ia hanya ingin mengajak Mirah jalan.
" Saya sih mau Tuan, tapi mungkin lain kali saja Tuan, saya mau ajak anak saya jalan jalan hari ini."
" Oya, bagaimana kalau saya antar ?" Tawar Erland.
Entah kenapa perasaan Erland rasanya ia ingin berdekatan dengan Mirah jalan seharian.
" Hah? Maaf Tuan saya tidak bisa."
Rupanya jawaban Mirah tidak sesuai pemikirannya Erland kira Mirah tidak menolak dan senang menerima ajakannya baru ini ada wanita yang menolak ajakannya.
" Baiklah !"
Erland lagi lagi membathin merasa bodoh untuk apa menawarkan mengajak Mirah yang jelas jelas masih bersuami sudah tentu Mirah akan menolak. Tapi kenapa ia merasa sedikit kecewa dengan penolakan Mirah, Erland sendiri tidak tahu tidak jelas dengan perasaannya.
" Tuan sudah selesai makannya?"
" Eum sudah..!"
Mirah lalu beranjak dari kursi dan mengangkat piring Erland yang sudah kosong untuk di cuci dan merapihkan meja itu, selesai mencuci piring Mirah pun pamit pulang.
__ADS_1