My Sexy Maid

My Sexy Maid
Erland Menolak


__ADS_3

Derap langkah Erland masuk ke kediamannya dengan senyum mengembang begitu ramah menyapa pada Bu Darmi yang baru selesai menyapu dikejutkan dengan kedatangan Tuan muda Wijaya.


" Asalamualaikum..selamat sore Bu Darmi!"


" Waalaikumsalam, ahh kau sudah datang."


Tak lupa Erland memberikan peluk dan cium pada pipi Bu Darmi.


" Aduh..Ibu ni belum sempat mandi baru selesai nyapu.."


Erland semakin tertawa lebar pada pelayan rumah yang Erland sayangi itu tidak mau dicium olehnya.


" Erland sudah biasa habisnya, gimana sehat sehat sajakan?"


" Alhamdulillah..Ibu sehat!"


" Mamih Papih sedang apa Bu Darmi?"


" Biasa Mamih Papih lagi di kamar."


" Ya sudah Erland masuk dulu."


" Silahkan Nak!"


Keluarga Damian dimeja itu baru saja selesai menikmati makan malam mereka dengan tenang. Ini saatnya Friska dan Damian ingin bicara pada putranya.


" Pih kita mulai saja ya?" Ucapnya berbisik.


" Ya sudah bicarakan saja!"


" Papih saja dulu deh yang mulai!"


" Lho..Mamih saja duluan!"


" Aduh mulai gimana ya, Pih? Papih aja deh!


" Papih juga sama..Mamih saja dulu nanti Papih bantuin!"


Erland menautkan kedua alisnya matanya bergantian memperhatikan pada Mamih dan Papihnya bicara bisik bisik. Erland sempat di buatnya tersenyum dengan tingkah orang tuanya, seperti saling melempar.


" Kenapa Mih Pih? kenapa bicaranya bisik bisik sih, apa terganggu Erland masih di sini kalau begitu Erland ke kamar saja ya!"


Damian dan Friska langsung bertatapan sesaat dan menahan putranya yang akan beranjak dari kursi.


" Erland tunggu!" Spontan Friska dan Damian berdiri dari kursi serempak manahan Erland.

__ADS_1


Erland yang dipanggil dengan secara bersamaan oleh Mamih Papihnya heran ia pun penasaran seperti nya ada yang ingin orang tuanya utarakan dengan dirinya.


" Mamih Papih ini kenapa sih? kok jadi aneh Erland lihatnya."


Friska pun langsung menyela nya maksud kenapa mereka tiba tiba menahan Erland.


" Begini anak Mamih yang ganteng, ada yang ingin Mamih dan Papih bicarakan sama kamu.."


" Dengan aku Mih?"


" Iya sayang..!" Ucap Friska lembut mendayu Dayu.


" Mengenai apa Mih Pih?"


" Kita bicara kan di ruang kerja Papih saja, ayo!"


Erland yang penasaran apa yang orang tuanya ingin bicarakan hanya menurut saja, sampai di ruangan itu Erland langsung menanyakan pointnya, karena ia pun akan menemui sahabat sahabat nya di club' malam ini.


" Langsung saja pada intinya Mih Pih!"


" Duduklah dulu!" Ajak Damian.


" Begini Nak, Mamih dan Papih ingin mempertemukan kamu dengan Sarah Handoyo!"


" Sarah..?"


" Iya kau masih ingat kan?"


" Iya sedikit mengingatnya.."


" Sarah anak itu ternyata tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik"


" Lalu..?" Jawab Erland santai.


" Ahh sebentar Mamih ada fotonya. Ini..!"


Friska memberikan foto Sarah yang sudah sangat dewasa, Erland menerima foto itu lalu di tatapnya foto Sarah Lamat Lamat, Erland mengangguk Sarah sangat cantik di foto itu, tapi kemudian foto itu langsung di letakkan di meja.


" Bagaimana menurut mu?"


Erland menggaruk keningnya lalu menjawab seadanya.


" Cantik.."


" Sarah sudah selesai kuliah nya di Australia dan sekarang berada di Indonesia baru sebulan ini.."

__ADS_1


Erland hanya diam dan mengangguk dalam hatinya bicara rupanya ia di suruh pulang oleh Mamihnya hanya untuk membicarakan lebih tepatnya ia ingin di jodohkan, tapi kenapa perasaan Erland malah jadi terganggu privasinya.


" Eghm..jadi tujuan Mamih dan Papih ingin bicara pada Erland mau di jodohkan Erland dengan Sarah?"


" Ieu eta bener Erland, maksud Mamih Papih itu, yakan Pih?"


" Iya Nak..mungkin sudah saat nya kamu menikah saja lagi, biar kamu ada yang menemani tidak lagi kesepian."


Erland masih saja terdiam belum sama sekali merespon Mamih Papihnya, ini yang membuat Friska dan Damian agak kesusahan menghadapi putranya. Erland tetaplah Erland pada keputusannya.


" Erland..Mamih tahu kamu suka pada Mirah?"


" Eugh..? Mamih tahu aja!"


Wajah Erland seketika berubah merona malu malu begitu mendengar Mamihnya menyebut nama Mirah.


" Iya kamu suka sama Mirah?"


" Iya Mih Pih..!" Dengan tegas Erland menjawab.


Friska dan Damian langsung sama sama saling menatap sesaat.


" Waduhh..kumaha ieu, Pih?"


" Erland kamu sadar dengan jawaban kamu?" lanjut Damian.


Erland mengangguk.


" Apa kamu sadar kamu menyukai istri orang?"


" Erland Eliing..buka mata kamu lebar lebar, Mirah yang kamu suka itu masih bersuami.."


" Itu yang akan Erland cari tahu, kalau Mirah memang masih bersuami kenapa Ia hanya tinggal dengan putri nya saja, Erland penasaran Pih Mih!"


" Ya Allah Nak..!"


Friska dan Damian tidak habis pikir dengan jalan pikiran putranya.


" Ya sudah..lanjutkan saja rasa penasaran kamu pada Mirah, tapi jangan terlalu berharap nanti kamu sakit hati kalau kecewa!"


Erland bathinnya makin bergejolak antara kenyataan Mirah masih bersuami, tapi kenapa suara hatinya mengatakan Mirah akan bisa di milikinya, tapi juga sekaligus dirinya merasa lega sudah mengungkapkan isi hatinya pada Mamih dan Papihnya secara tidak langsung padahal sebelumnya ia masih merahasiakan ini pada kedua orang tua nya perasaan suka pada Mirah.


" Erland percaya jodoh di tangan Tuhan, bukan jodoh di tangan Mamih Papih dan orang tua Sarah, jadi Erland minta tidak usah repot repot menjodohkan Erland dengan Sarah..!"


Friska dan Damian tercengang dan terdiam dengan Erland yang kekeuh.

__ADS_1


" Tapi besok orang tua Sarah dan juga Sarah akan datang, kami minta tolong hargai kedatangan mereka.."


" Baik Erland akan menyambut kedatangan mereka! Ya sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, Erland ingin bertemu dengan teman teman Erland malam ini..!"


__ADS_2