
" Eum..Morra." Erland masih lanjut menelpon.
" Iya Kak!"
" Kau jangan terlalu memanjakan Abian."
" Aku ingin memanjakan nya, tapi Abian malah merasa risih, anak itu terlalu serius belajar."
" Baiklah..tetap selalu ingat kan Abian jaga kesehatan!"
" Siap Kakak.." Balas nya tersenyum di depan cermin.
Mengingat hari ini Erland akan lembur, ia memilih untuk pulang ke apartemen nya karena hanya butuh 10 menit sampai. Apartemen milik nya selalu di singgahi hanya saat ia lembur atau sudah terlalu lelah di samping itu juga dekat dengan gedung sekolah Wijaya.
__ADS_1
Hari ini Sumirah mulai bekerja kemarin sore ia sudah membawa barang barang nya yang di titipkan di kosan Lela dan malam itu juga Sumirah sibuk mengatur baju baju Intan dan juga baju milik nya. Sumirah sudah di beritahu pekerjaan apa yang harus Sumirah kerjakan, Bu Darmi pun sudah memberitahu segala hal di dapur dan dalam rumah yang harus ia bersihkan. Buat Sumirah pekerjaan nya sangat santai karena di lakukan bersama dengan Bu Darmi, Bu Darmi pun membagi tugas masing masing.
Intan masih tidur anak itu biasa terbangun jam 6 Sumirah sudah hapal, jam 4 subuh Sumirah mulai berkutat di dapur ia akan membuat sarapan untuk semua nya. Rupanya Nyonya Friska tidak membeda bedakan makanan, masakan apa yang di minta Nyonya Friska, masakan itu juga lah dari satpam rumah sampai pelayan memakan makanan yang sama, Nyonya dan Tuan rumah sangat menyukai rebusan baik itu singkong, ubi ungu, keladi dan jagung. Bu Darmi yang memberitahukan. Hanya saja Tuan Damian tidak makan pedas Nyonya Friska sangat menyukai sambal.
Untuk itu Bu Darmi mengingatkan Sumirah untuk selalu membuat sambal. Dan tadi malam Nyonya Friska memesan untuk membuat sambal terasi saat jam makan siang nanti dan sayur nya adalah adalah sayur asem. Nyonya Friska ingin menyantap sayur asem dan Sumirah Bu Darmi juga satpam di minta untuk makan bersama di gelar di ruangan outdoor.
Sarapan sudah jadi pukul 5.30, Sumirah membuat nasi goreng tanpa kecap untuk Tuan Damian dan memakai kecap untuk Nyonya Friska dan lainnya. Di meja itu telah siap nasi goreng, telur mata sapi, sosis goreng, juga roti tanpa kulit.
Sebelum Intan bangun Sumirah mulai membersihkan pada area halaman belakang rumah yang kotor dengan dedaunan. Maklum saja semalam angin bertiup sangat kencang hingga banyak daun daun kering yang jatuh di rerumputan.
" Harum sekali nasi goreng nya, persis buatan kamu." Ucap Damian yang menatap hidangan di meja itu.
Friska menarik kursi untuk suaminya duduk tersenyum dengan ucapan suaminya. Memang benar apa yang di ucapkan suaminya, mungkin saja Sumirah mempunyai resep yang kebetulan sama dengan resep buatan nya, padahal dirinya belum memberitahukan bumbu apa yang biasa ia buat nasi goreng pada Sumirah.
__ADS_1
" Iya padahal aku juga belum memberitahukan pada Sumirah, tapi coba kita rasa nasi goreng nya."
Friska dengan telaten melayani Damian di meja. Bu Darmi datang membawa dua gelas teh herbal untuk Tuan dan Nyonya itu.
" Pagi Bu, pagi Bapak." Sambil tangan meletakan gelas gelas.
" Pagi Bu Darmi." Balas Damian.
" Bu Darmi sarapan yuk!"
" Iya Bu nanti saya dan Mirah akan sarapan."
" Jangan telat sarapan nanti sakit."
__ADS_1
" Iya Bu, terimakasih..silahkan sarapan Bapak Ibu!"
Damian mengangguk dan senyum.