My Sexy Maid

My Sexy Maid
Draft


__ADS_3

" Jenazah siapa Bu?" Tanya Ratna heran


Bu Nana yang berdiri di sisi Ratna, hanya menatap sedih saat Ratna bertanya padanya, seakan akan Ratna memang sedang terguncang jiwanya.


" Suami Mbak! Saya turut berduka cita ya!"


" Tidak mungkin! Mas Hendra ada didalam kalau Ibu tidak percaya saya akan panggil Mas Hendra."


Ratna kemudian masuk dan ingin meminta Hendra untuk keluar dan menunjukkan kepada orang orang yang sudah salah mengira Hendra sudah meninggal. Bu Nana berdiri hanya terdiam melihat Ratna yang dianggapnya mungkin sudah gila.


Ratna masuk dan mencari Hendra yang ia tahu Hendra tadi sedang berdiri di ruangan itu, namun Hendra sudah tidak ada.


" Mas..Mas Hendra!"


Ratna mencari Hendra ke kamar namun kamar itu kosong.


" Mas Hendra kemana ya? tadi dia di sini!"

__ADS_1


Ratna yang belum yakin kembali keluar ke teras, dan melihat brankar jenazah sudah di turunkan dari mobil ambulan, Ratna semakin panik dadanya berdebar kencang jenazah itu memasuki pekarangan rumah, dan di iringi oleh orang orang yang mengantar jenazah Hendra.


Suara Isak tangis dari Bu Lukman dan para tetangga yang dekat dan kenal dengan Hendra ikut terisak. Tak lama Mirah dan Ibu nya turun dari dalam mobil ambulan.


" Mirah..!"


Mirah melangkah dengan derai airmata, ibu Mirah yang menemani Mirah juga menangis berjalan sambil merangkul Mirah. Ketika Mirah dan Warti berada di teras berhenti tepat di depan Ratna. Mata Mirah dan Ratna langsung saling bertatapan .


" Mas Hendra sudah meninggal, kamu harus kuat!" Ucap Mirah.


Dan ketika jenazah Hendra sudah sampai teras, Ratna melihat jenazah itu yang sudah di tutup kain. Ratna yang penasaran tangannya perlahan membuka penutup kain itu. Ratna kini baru percaya dan benar benar yang dilihat dengan mata kepalanya jenazah itu adalah Hendra.


" Mas Hendra meninggal.."


Ratna menggelengkan kepala cepat sambil menutup mulutnya, itu benarlah jasad Hendra rasanya antara percaya dan tidak percaya padahal barusan tadi ia melihat Hendra di dalam rumah dan sangat jelas di ruangan itu adalah Hendra dan ia pun juga bicara dengan Hendra. Tapi detik itu pun ia baru percaya dengan yang di katakan orang orang yang sebelumnya ia tidak percaya Hendra sudah meninggal.


" Lalu yang aku lihat tadi siapa didalam?"

__ADS_1


Dan seketika itu Ratna shok tubuhnya mematung dan langsung merinding, Ratna kini ketakutan dengan sosok Hendra yang menampakkan diri padanya dengan wujud lain Ratna takut Hendra sudah berubah menjadi hantu. Tanpa pikir panjang ia harus segera pergi meninggalkan rumah malam ini juga. Ratna tidak mungkin lagi untuk tinggal di rumah itu.


" Aku tidak gilakan, kan? Ratna meyakini dirinya dengan apa yang di lihatnya hari ini.


" Shh hiii..aku tidak mau tinggal di rumah ini lagi, aku takut! sebaik nya aku pergi dari rumah ini!" Ucapnya bergidik ngeri.


Ratna langsung mengambil kunci mobil, dia benar benar akan pergi tanpa mempedulikan dengan orang orang yang sibuk membantu di rumah itu. Mobil sudah di hidup kan lalu ia pun berlalu pergi, Ratna hampir gila dengan semua ini.


Ratna mencari tempat yang aman ia memilih tidur di tempat kekasihnya, Armand. Ratna membelah jalan di malam yang sangat larut dan jalanan pun sudah sepi ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi Ratna menyetir sambil menangis karena Shok dan juga ketakutan.


" Mas Hendra sudah meninggal hahaha aku masih belum percaya, tapi Mas Hendra jadi hantu."


Ratna seperti orang gila menangis bercampur tertawa, Ratna ketakutan akan sosok Hendra masih terbayang bayang Hendra sudah berubah wujudnya menjadi hantu. Tidak disadari lagi Ratna semakin menambah kecepatan mobilnya sampai melewati batas kecepatan, hingga mobil itu tidak bisa terelakkan menghantam sebuah pembatas jalan beton di tol, mobil itu terguling.


" AKHHKKKKKKK..!"


BRAKK.

__ADS_1


__ADS_2