
" Oiya apakah ini kencan pertama kalian?" Tanya Erland menelisik dengan sorot yang tajam pada Mirah.
" Yup Mirah baru ini aku bisa mengajak nya." Ujar Zafran tersenyum.
Erland mengangguk matanya belum putus menatap Mirah, Mirah terus menunduk.
" Kenapa begitu?"
" Sa-saya sibuk." Balasnya sedikit mendongak lalu menunduk kembali.
" Maaf saya permisi ke toilet dulu!" Lanjut Mirah.
Mirah beranjak dari kursi rasanya ia sudah jengah dengan tatapan Erland, Mirah ingin menghilangkan rasa tidak nyaman dan gugupnya dengan membasahi wajahnya di toilet. Sampai di toilet wanita Mirah membuka keran dan membasuh wajahnya dengan air dirinya mengambil nafas dalam dalam rasa di dadanya benar benar tidak menentu dengan tatapan Erland yang terus terusan menatapnya.
" Ada apa dengan Tuan Erland? kenapa ia terus menatap ku, tatapan yang tidak suka padaku..huff ya Allah." Mirah memegangi dadanya.
Mirah akhirnya keluar dari toilet debaran di dadanya sudah kembali normal, sebelum keluar ia mengambil nafas dalam dalam dan di hembusnya pelan ia harus kembali bergabung. Namun baru saja keluar tak di sangka Erland menunggu Mirah sudah berdiri di balik tembok toilet.
" Euh Tuan?"
" Ikut aku!"
__ADS_1
Erland menarik tangan Mirah di bawa nya ke ruang yang cukup sepi.
" Tuan ada apa?" Pergelangan nya ia tarik dari genggaman Erland.
" Kamu menjalin hubungan dengan Zafran?"
Mirah tidak lekas menjawab dirinya juga tidak mau mengatakan tidak ada hubungan apa apa dengan Zafran, tapi kenapa juga Erland ingin tahu sekali dan kalau pun ia menjalin hubungan tidak ada urusannya dengan Erland .
" Euh emm.."
" Jawab Mirah!"
" Ta-tapi apa urusannya dengan Tuan? saya menjalin hubungan atau tidak, itu bukan urusan Tuan."
" Maaf Tuan, ini privasi saya dan saya tidak mau menjawabnya."
Mirah segera menghindar dari hadapan Erland, Mirah semakin tidak mengerti apa maunya Tuan Erland yang semakin aneh tingkah nya di lihat. Bukan kah dulu ia meminta nya untuk jangan muncul lagi di hadapannya, kenapa saat ini ia yang malah mendekati nya dan memberi pertanyaan konyol untuknya.
" Jauhi kataku!"
Langkah Mirah terhenti dengan ucapan Erland, ini terdengar aneh apa maksudnya dengan ucapan Erland, Mirah memutar badan.
__ADS_1
" Apa maksud Tuan, kenapa Tuan melarang saya, kenapa Tuan mengatur hidup saya?"
Erland geram dengan balasan ucapan Mirah, memang ini bukan urusannya tapi ketahui dirinya ini sedang dikabuti rasa cemburu. Erland sudah tidak tahan lagi ia menarik kembali tangan Mirah genggaman nya di pergelangan tangan Mirah sangat kuat. Erland menarik Mirah masuk ke dalam kamar mandi wanita yang kebetulan dalam situasi sangat sepi, mulut Mirah di sekap dengan telapak tangan besar Erland, hingga Mirah yang meronta tak dapat mengeluarkan suara dari mulutnya.
Erland dengan gerakkan cepat dengan satu tangan mengunci pintu kamar mandi dari dalam, tubuh Mirah di sandarkan di tembok lalu Erland menghimpit nya saat melepas sekapan dari mulut Mirah, Erland langsung mencium bibir Mirah dengan kasar, tangan Erland satunya menahan leher belakang Mirah. Erland begitu beringas melu**t habis bibir atas bawah Mirah.
Mirah memang tidak berani berteriak kalaupun berteriak ia pasti akan kalah, Erland adalah orang berkuasa, orang orang tidak akan percaya kalau dirinya di lecehkan dalam kamar mandi.
Mirah menangis air matanya mengalir dan dirasakan oleh lidah Erland, Erland baru menghentikan aksi ciuman paksa pada Mirah. Tapi Erland bukan merasa iba ia bahkan tersenyum senang bisa merasakan kembali bibir manis Mirah. Mirah menangis sesegukan.
" Tu-tuan apa yang Tuan lakukan?"
" Itu karena kamu tidak mau mengindahkan perkataan ku."
Mirah semakin mengerti ada sisi sifat Erland yang buruk, dirinya tidak menyangka Tuannya yang dulu ia hormati telah perlakukan nya buruk mencium paksa dirinya.
" Saya tekankan jauhi Zafran atau kamu saya pecat tidak lagi bekerja di sekolah."
Mirah sama sekali tidak mengerti, kenapa ia harus menjauhi Zafran, apa salahnya dan apa tujuannya Erland melarangnya, Ini sangat tidak masuk akal. Mirah terpaksa harus menuruti kemauan Erland lagi, dirinya juga takut akan kehilangan pekerjaan dengan ancaman Erland. Mirah mengangguk
" Ba-baik Tuan!"
__ADS_1
" Rapihkan riasan wajah mu sebelum keluar!"
Mirah mengangguk kembali, Erland pun keluar dari toilet wanita dengan langkahnya yang santai seperti tidak terjadi apa apa. Erland tersenyum puas dan kembali ke meja di mana Zafran dan Sarah sedang berbincang.