
Armand terus menghujam bagian an*us Ratna, suara desa*han dan erangan nikmat saling bersahut sahutan. Armand sangat menikmati pusakanya seperti dijepit dan dicengkeram di an*s Ratna.
" Aaoghhh..ssshhhh..ini nikmat sekali sayang."
Pinggul Armand terus bergerak maju mundur sambil memejamkan mata, Ratna tidak lagi merintih sakit, walaupun tubuhnya sudah lemas.
* Armmandd hahhh hahh..kenapa tidak dari dulu kita melakukannya hahh hahh."
Armand tersenyum lebar, ja**ngnya akhirnya juga menikmati.
" Kau saja pura pura, padahal kau suka dasar munafik!"
" Brengsek..!"
" Awwhh Fu*k..aku akan sampai!" Seru Armand.
Armand terus memfokuskan kenikmatan tiada tara, saluran buang kotoran rupanya adalah surga dunia untuk mereguk kepuasan. Ini menjadi permainan dirinya dengan Ratna yang tidak akan membosankan dipertemuan selanjutnya.
Jari jari Ratna menggesek di lembahnya begitu nikmat dibantu jari jarinya. An*s Ratna semakin basah pusaka besar dan panjang Armand semakin lancar keluar masuk,
nafas Armand memburu saat detik detik mulai mendekati pencapaian. Suara Armand menggeram akhirnya ia mendapat pelepasan di susul kemudian dengan Ratna.
" Eughhkkkk...Ratnaa i love you..!"
Terasa pusaka Armand berkedut di bagian an*s Ratna, setelah tetesan terakhir tangan Armand meraih pinggang Ratna tubuh Ratna terangkat lalu disandar di dadanya yang bidang kedua tangan Armand memeluk tubuh Ratna erat erat dari belakang wajah Ratna di arahkan ke wajahnya, mereka pun kembali beradu mulut dan bersilat lidah sebagai penutup permainan mereka.
Nikmat sangat dan begitu sensasional permainan ini, peluh keringat masih mendera di tubuh Armand dan Ratna, pagutan bibir mereka berlangsung sampai akhirnya pusaka Armand yang sudah lemas lepas sendirinya.
" Terimakasih sayang..! Ucap Armand.
Ratna tidak membalas ucapan Armand ia hanya ingin istirahat dan akan menyegarkan tubuhnya lalu pulang.
Hendra sudah pulang dari kantor sampai dirumah kontrakannya, lagi lagi rumahnya dalam keadaan gelap belum di nyalakan lampu teras rumah.
" Apa Ratna sedang keluar?"
Hendra menelpon Ratna, Ratna sedang diperjalanan wajahnya penuh kepuasan walau ia merasakan tepat di bagian an*snya terasa tidak nyaman saat duduk menyetir.
📞 "Ya hallo Mas!"
📞" Kamu lagi dimana sayang? Mas sudah sampai rumah."
__ADS_1
📞 " Aku baru saja dari supermarket Mas, tapi mengingat Mas akan sampai rumah aku balik lagi." Ucapnya berbohong.
📞" Ohh..ya sudah Mas tunggu!"
Ratna lalu memacu kecepatan mobil agar segera sampai rumah, ia tidak mau Hendra mencurigainya.
Sampai di rumah Ratna langsung menemui Hendra dikamar sudah mandi dan sedang memakai baju.
" Mas.."
" Sayang Mas sudah lapar ayo kita makan!"
" Sebentar aku siapkan piring dan sendok, Mas duduklah!"
Hendra tersenyum melihat istrinya baru ini melayani dirinya. Hendra menuju meja menunggu Ratna. Makanan di meja cukup menggugah selera Hendra.
" Wah enak nih kelihatan nya masakan ini, Mas suka sekali sama sayur sopndan ayam goreng.."
" Iya dong Mas kan ini masaknya dengan hati penuh cinta buat Mas ku tersayang!"
" Mas coba yaa!"
Piring Hendra sudah berisi nasi hangat, Ratna menyendok sayur sop di piring Hendra Hendra mulai menyantapnya
" Wruuffhhh..!"
" Lho kenapa Mas?"
" Sayang kenapa sayur ini asam..?"
" Asam bagaimana Mas?"
Hendra mengendus sayur sop itu, bau nya sudah tidak enak.
" Sayang sayur ini sudah basi..!"
" Sudah basi?"
Ratna penasaran dengan rasa sayur yang di buat nya tadi pagi. ia pun mencicip rasa sayur sop.
" Iya Mas..ya bagaimana dong!"
__ADS_1
Hendra baru memperhatikan kuah pada sayur sop itu terlihat kotor.
" Kenapa kuah SOP nya juga ada pasir sayang?"
Ratna mencari alasan karena sayur yang di buatnya tidak di cuci terlebih dulu karena ia ingin buru buru bertemu dengan Armand.
" Mungkin kemasukan debu Mas dari atap.."
" Lain kali kalau habis memasak di tutup biar tidak masuk kotoran.."
" Iya Mas maaf!"
" Masih bagus gue masakin protes aja!" Ucap Ratna dalam hati.
" Mas makan ayam goreng nya saja!"
Hendra hanya ingin menyantap Ayam goreng saja tapi saat mulai menyantapnya daging ayam itu sangat keras di gigitnya dan juga tidak ada rasa bumbu ayamnya.
" Sayang ayam ini.."
" Kenapa dengan ayam goreng nya Mas?"
" Keras.."
" Ah Mas ini aku susah susah masak, tapi Mas malah protes.."
" Maafin Mas yaa!"
" Mas kan sudah tahu..aku ini tidak bisa masak!"
" Ya sudah kalau gitu kita makan di luar saja ya!"
Ratna yang sudah cemberut membuat Hendra harus membujuknya.
" Sayang jangan cemberut dong!"
" Mas, makanya kalau aku tidak bisa masak jangan suruh aku masak! lagian kalau aku masak bisa rusak perawatan kuku dan kulit ku, Mas!"
" Ya sudah Mas maklumi, mungkin kamu harus belajar memasak ikut kursus memasak, bagaimana?"
" Yaaa.. boleh boleh saja!" Jawab Ratna dengan wajah malas
__ADS_1