
Setelah mengatakan itu, Sumirah ke kamar Intan ia akan membawa intan pergi, sebelum nya Sumirah memakaikan baju hangat dan topi juga menyiapkan perlengkapan Intan, sebelum Hendra menyadari bahwa ia telah membawa uang dan ATM nya dari dompet Hendra untuk keperluan Intan. Selama ini Hendra hanya menghamburkan uang nya untuk perempuan tidak lagi untuk kebutuhan ia dan Intan. Wajarlah bila Sumirah kesal dan membawa uang seperti pencuri saja tanpa diketahui oleh Hendra.
Hendra yang sudah memakai celana pendek ia duduk menatapi Sumirah dan putri nya itu yang akan pergi. Ratna di dalam kamar hanya berbaring santai malas untuk melihat suami istri itu sedang bertengkar hebat, dalam hati nya yang penting Hendra bisa memenuhi kebutuhan nya. Ratna sangat tahu Hendra mempunyai kedudukan yang cukup tinggi di perusahaan Hendra bekerja dan gaji nya pun besar, ia berniat hanya memanfaatkan Hendra saja setelah puas ia akan meninggalkan Hendra dan mencari pria lain yang berkantong tebal.
Sumirah sudah siap untuk meninggalkan rumah kontrakan itu bersama putrinya yang tertidur di gendongan nya, sumirah dalam hati nya berdoa meminta kekuatan dengan apa yang telah menimpa pada rumah tangga nya ia pasrah kalaupun Tuhan memang menghendaki ini harus tejadi berpisah dengan Hendra Tuhan pula lah yang akan memberikan jalan keluar yang terbaik untuk dirinya dan putrinya.
Sumirah sudah keluar dari kamar Intan sambil menenteng tas berisi pakaian intan dan beberapa baju sumirah, suaminya itu belum beranjak dari kursi. Sumirah masih berharap apakah Hendra akan menarik ucapnya itu dan berubah pikiran agar dirinya jangan pergi. Tapi tetap saja Hendra tidak perduli lagi. Hendra malah berdiri dan membuka kan pintu rumah itu lebar lebar tanda ia harus cepat pergi dari rumah itu.
Sebelum Sumirah melewati pintu rumah yang dibuka lebar lebar oleh Hendra, Sumirah dengan bibir yang bergetar dan kedua matanya yang basah oleh air mata ingin berucap pesan terakhir nya pada Hendra.
" Jangan sampai telat makan, Mas, jaga kesehatan mu, kalau kamu sakit obat lambung mu sudah Ku siapkan di situ.." sambil menunjuk ke kotak obat dengan jari telunjuk nya.
__ADS_1
" Jangan sampai Mas menyesal..jaga diri mu baik baik, Mas!"
Sumirah mengambil nafas dalam dalam dan di hembus nya pelan. Ia menyiapkan diri nya akan keluar dari rumah itu.
" Kami akan pergi, Trimakasih..!"
Sumirah tak menatap Hendra ia langsung melangkah cepat melewati Hendra dan keluar dari rumah itu. langkah Sumirah masih di halaman rumah namun terdengar Sumirah Hendra menutup pintu itu, ia menghentikan langkah nya sejenak Sumirah melihat pintu rumah itu sudah tertutup dan lampu dipadamkan, Hendra benar benar sudah tidak menginginkan nya. Sumirah menangis air mata nya meluncur deras namun ia tahan suara tangisan nya dengan menutup mulutnya. isak tangisnya sungguh terdengar pilu dada sumirah terasa begitu sesak.
" Ya Allah kuatkan hamba mu!"
Langkah Sumirah pelan dan gontai, ia terus menangis sesegukan di malam hari dan jalan yang sepi itu.
__ADS_1
Hendra yang baru saja menutup pintu mendengar suara Ratna yang manja memanggil nya, Ia langsung menyusul Ratna di dalam kamar.
" Mas dia sudah pergi..?"
" Hem..!" Hendra menggangguk.
" Baguslah Mas, itu artinya kita sudah tenang, sudah tidak ada penghalang lagi.."
" Iya sayang, sekarang hanya kamu istri Mas!"
" Kita tidur ya!"
__ADS_1
" Tapi aku belum mau tidur.." Hendra mengedipkan sebelah matanya.
" Aggghhh..Mas nakal!"