My Sexy Maid

My Sexy Maid
Ingin Berdekatan


__ADS_3

Maaf ya baru update..sibuk say jgn lupa kasih like n hadiahnya ok..


Demi menghargai majikanya, Sumirah mau makan siang bersama Erland. Mirah berusaha bersikap santai saja walau jujur jantung ini terus berdetak pikiran campur aduk merasa tidak enak hati, masa iya Tuannya mau makan siang bersama dengan pembantu apa tidak salah. Apalagi di apartemen ini hanya mereka berdua saja apa pantas yang masih berstatus istri orang.


Saat Erland sudah duduk Mirah masih berdiri wajah ragu ragunya untuk nampak terlihat.


" Duduklah kenapa masih berdiri?"


" Eum..Tuan bukan begitu saya rasanya tidak pantas saja.."


" Kenapa? karena saya majikan dan kamu pembantu, trus tidak boleh makan satu mej


" Iya Tuan.."


" Hhm..jangan salah, saya juga sudah biasa kalau dirumah satpam Bu Darmi Bu Sri kami suka mengajak mereka makan bersama, kami sudah menganggap semua adalah keluarga."


" Duduklah! makan dengan saya!'


Mirah mengangguk dan akhirnya perlahan mau duduk. Mirah di meja itu tangannya langsung bergerak mengambil makanan untuk Erland tanpa harus disuruh, namun Erland menolaknya. Walupun rasanya ia ingin dilayani oleh Mirah sebagaimana seharusnya pembantu Erland hanya tidak mau Sumirah terlalu repot untuk dirinya.


" Saya ambilkan Tuan.."


" Jangan! biar saya saja sendiri."

__ADS_1


Erland mengambil nasi sayur dan lauk dengan tangan sendiri, Mirah menunggu Erland yang melayani sendiri setelah itu Mirah baru menyendok nasi dan lauk pauk. Saat tangan Mirah sedang menyendok nasi dan sayur di piring, mata Erland sempat menatap wajah Mirah lalu buru buru dialihkan tatapannya ke makanan


Mereka berdua makan tanpa bicara. Sambil mengunyah makanan Mirah ingin meminta ijin untuk kembali selesai makan siang.


" Tuan apa boleh saya kembali kerumah, pekerjaan saya di sini sudah selesai Tuan."


" Kenapa kamu tidak betah bekerja di sini?' Erland bertanya tidak menatap Sumirah.


" Saya tidak enak meninggalkan putri saya lama lama."


Erland belum menjawab ia hanya ingin menghabiskan makanannya dulu, menunggu Tuannya belum memberi jawaban diijinkan atau tidak membuat sumirah harus bersabar. Erland sendiri sebenarnya mau Sumirah menunggu sampai ia pulang dari kantor tapi ini perihal anaknya yang ditinggal lama bekerja membuat hati Erland tidak tega.


Erland sudah menghabiskan makanannya, ia minum dulu dan sesudahnya membersih mulutnya dengan tisu sebelum memberi ijin pada Mirah.


" Iya Tuan trimakasih!"


Erland belum beranjak dari kursi sambil menunggu Mirah yang belum menghabiskan makanannya, ia pun tidak biasa selesai makan langsung berdiri.


" Tolong kamu buatkan kopi untuk saya!"


" Baik Tuan!"


Erland lalu beranjak dan duduk di sofa itu sambil menonton tv.

__ADS_1


" Tuan ini kopinya.."


" Hhm.."


Erland kemudian menyeruput kopi itu selagi masih panas, sebelumnya Erland memang tidak pernah istirahat makan siang di apartemennya, tapi kali ini ada yang membuat nya ingin pulang ke apartemen, yaitu Mirah. sepertinya ia ingin melihat Sumirah mumpung Sumirah berada di apartemennya ada perasaan getaran bila berdekatan dengan Mirah, Erland benar benar memanfaatkan waktunya. Sayang saja pekerjaan dikantor begitu banyak, kalau tidak ia akan pulang kerumah.


" Mirah.."


" Iya Tuan.."


" Saya sudah bicara dengan Ibu saya, saya meminta biar kamu saja yang bekerja di apartemen. Karena saya memang butuh orang."


" Jadi maksud Tuan..saya lanjut tidak hanya untuk dua hari saja.."


" Iya, satu bulan saja bekerja di sini.."


Tidak cuma ingin berdekatan dengan Mirah alasan lain lebih tepatnya perusahaan Erland sedang bekerjasama dengan perusahaan lain. Beda dengan Sumirah ia memikirkan Intan tidak enak rasanya harus di titipkan dengan Bu Darmi. Tapi demi anak Sumirah memikirkan jalan keluarnya ia harus bekerja. Setelah kembali ia akan menelpon Ibunya dikampumg untuk datang ke kota B, lebih aman rasanya bila Intan di jaga oleh Ibunya sendiri. Apalagi Ibunya sudah sendiri dan tinggal bersama sepupunya di kampung, Ayah Mirah sudah lama meninggal.


" Tapi saya bicarakan dulu dengan Ibu saya Tuan..biar putri saya, ada yang menjaga anak saya."


Lagi lagi Erland memikirkan anak Sumirah, anak itu masih terlalu kecil untuk di tinggal Ibunya bekerja. Erland menjadi tanda tanya kenapa ia harus berkerja dan membawa anak kemana suaminya, ia ingat waktu ia pertama kali bertemu dengan Mirah di apotik mengatakan bukankah suaminya sedang ada dirumah dan sedang sakit. Apa mungkin suaminya sakit dan tidak bisa menjaga anaknya dan Mirah menjadi tulang punggung mengganti suaminya.


" Terserah keputusan kamu, pertimbangkan saja lagipula kalau kamu bersedia saya akan menambahkan gaji kamu."

__ADS_1


__ADS_2