
Erland menautkan kedua alisnya, Mirah dengan cepat melahap buburnya.
" Kenapa cepat cepat makannya?"
Mirah ingin menjawab tapi mulutnya masih penuh lalu ditelan.
" Saya tidak mau Tuan terlambat ke kantor."
Erland tertawa kecil, sekejap Mirah langsung menghabiskan buburnya yang masih sisa setengah. Untung saja makan bubur mudah tertelan jangan sampai Mirah tersedak, tangan Erland meraih gelas teh manis hangat maksud disodorkan untuk Mirah tapi bersamaan tangan Mirah juga memegang gelas minumnya tanpa sadar tangan mereka jadi bersentuhan menggenggam gelas, Mirah jadi kikuk di buatnya.
" Eum..Tuan ini minum saya."
" O iya..ini minum kamu!"
Erland jadi salah tingkah ia menarik tangannya dari gelas minum Mirah. Mirah lalu meminum teh manisnya, rasa teh manis hangat menjadi kepuasan di tenggorokan hingga terasa kenyang diperutnya.
" Alhamdulillah.." Ucapnya.
" Katanya kamu tidak sanggup menghabiskan bubur." Erland meledek Mirah.
" Saya lapar Tuan..uups!" Jawab Mirah keceplosan lalu menutup mulutnya.
Erland pun tertawa Mirah sangat polos rupanya, berbeda dengan wanita wanita yang pernah berkencan dengannya selalu ingin terlihat anggun di mata Erland.
__ADS_1
Di apartemen Mirah sedang bebenah setelah melayani Tuannya berangkat ke kantor, Ibu Darmi datang membawa sayuran dan buah hasil kebun keluarga Damian.
" Asalamualaikum.."
" Waalaikumsalam.. Bu Darmi?"
Mirah sedang mengelap kaca meja sejenak berhenti dengan kedatangan Darmi.
" Ini Ibu bawakan sayur dan buah pagi pagi sekali Ibu petik.."
Ucap Darmi sambil meletakkan tentengannya di kitchen set, Sumirah langsung menyusul Darmi.
" Wah kebetulan ada kacang panjang dan timun, Bu."
" Iya Bu Darmi, untuk makan siang Tuan."
" Ini Ibu bawa banyak sayuran buat stok di kulkas."
" Terimakasih Bu Darmi, hasil kebun sayur Bu Friska segar segar di bandingkan di supermarket."
Mirah kemudian menaruh sayur dan buah ke dalam kulkas, dengan semangat Mirah akan membuat karedok.
" Tuan Erland kayak mbe saja ya Bu suka sayur..hidup di hutan gak bakal kelaparan, daun apa saja suka..cuma daun pintu aja gak dimakan hihihihi."
__ADS_1
" Huss kamu ini..ya sudah Ibu balik dulu!"
Siang itu Erland ingin menagih janji Mirah makan siang karedok buatan Mirah. Saat sudah masuk kedalam apartemen mata Erland mencari Sumirah. Erland tidak menemukan Mirah di dapur dan di ruang Laundry namun matanya melihat pintu kamarnya yang setengah terbuka, Erland masuk ke kamarnya
Benar saja Sumirah berada di kamar mandi rupanya Sumirah sedang membersihkan kamar mandi, langkah Erland sampai di depan kamar mandi dan berdiri memperhatikan Mirah lagi lagi ia melihat pemandangan nya yang membuat jakunnya naik turun, Mirah mempunyai kaki yang indah dan betis Mirah adalah dambaan Erland sudah putih dan mulus pula.
Mirah menggulung celana sampai melewati atas lutut, Mirah belum juga sadar Erland berdiri menatapinya tangan nya memegang sikat kloset dan tangan satu lagi sedang memutar mutar kran shower Mirah tidak tahu cara menyalakan shower itu, Erland hanya menggeleng kepala sambil menahan ketawa.
" Dasar bodoh..!" ucapnya pelan.
Dan entah bagaimana tiba tiba kran shower itu keluar air yang sangat deras pancurannya membuat Mirah yang tidak siap kaget gelagapan air shower langsung membasahi rambut dan seluruh pakaian seragamnya.
" Aghhh..! aduhh ini bagaimana sih caranya?"
" Dasar bodoh begini saja tidak bisa.."
" Eugh Tuan, sudah datang!"
Mirah terkejut, Erland tiba tiba muncul, Erland buru buru memutar kran shower menghentikan pancuran air.
" Kamu makanya bertanya pada saya, jangan sotoy!"
" I-iya Tuan maaf, saya mau bersihkan kamar mandi..ini sudah agak kotor."
__ADS_1