My Sexy Maid

My Sexy Maid
Memggantung


__ADS_3

Mirah dalam kamar sedang bercermin sambil menyentuh memperhatikan bibir atas bawahnya terasa agak tebal dower seperti habis makan yang pedas pedas.


" Kenapa bibirku terasa aneh begini sih..?"Ujarnya lidahnya membasahi atas bawah bibirnya.


Tok tok tok


" Mir..!"


" Iya Bu?"


" Intan ingin di suapi makan sama kamu!"


" Baiklah Bu, sebentar Mirah pakai baju dulu!"


Di ruangan Erland berada di meja itu ia duduk sambil senyum senyum membayangi ciumannya yang ia curi diam diam saat Mirah sedang tertidur. Jari jarinya menyentuh bibirnya sendiri


" Nikmat sekali bibirnya, itu dalam keadaan sedang tidur saja apalagi kalau Mirah dalam keadaan sadar, habis bibirnya oleh ku."


Drett Drett

__ADS_1


Ponsel Erland bergetar membuat Erland berhenti dari lamunannya matanya beralih pada ponselnya.


📞" Halo Mih..baik Erland akan pulang!"


Sampai di mansion keluarga Wijaya sore itu Erland bergegas masuk karena Mamih dan Papihnya sudah menunggunya ada hal yang ingin di bicarakan oleh orang tuanya.


" Mih, Erland kan sudah bilang aku tidak tertarik dengan Sarah, apa yang memberatkan Mamih dan Papih?"


" Nak..maafkan Mamih, Mamih yang salah! karena Mamih awalnya tidak mau kamu suka sama Mirah karena waktu itu Mirah masih sah istri orang." Ujarnya memelas.


" Ya sekarang Mirah sudah janda, Mih, itu menjadi peluang Erland."


" Apa Mih? Mamih tidak setuju kalau Mirah ingin Erland miliki?"


" Pih..bantuin Mamih ngomong ini jelasinnya gimana ya?" Ratna beralih tatapannya kepada Damian


Erland memandangi kedua orang tuanya, tingkah orang tuanya ini kadang seperti anak kecil yang sedang ketakutan mendapat hukuman karena ketahuan mencuri mangga.


" Nak..bagaimana kalau kamu lanjut saja dengan Sarah!"

__ADS_1


" Kalau Erland tidak mau? kenapa sih dengan Mamih dan Papih ini? Erland di minta pulang hanya ingin membahas ini!" Greget Erland.


Damian berubah mode nya menjadi tegas dan dingin, bicara nya tidak ingin di bantah lagi dengan putranya.


" Erland maaf! ini di luar pikiran Mamih dan Papih, kami memang sengaja mempertemukan kamu dengan Sarah, untuk menghindari jangan sampai kamu merebut hak milik orang lain itu yang ingin kami hentikan dari sikap kamu, Erland! tapi siapa sangka Mirah jadi janda? Dengan maaf yang besar dari Mamih dan Papih, terimalah perjodohan ini! karena kalau tidak? keluarga Adrie Handoyo akan merasa sudah dipermalukan oleh kita."


" Tadinya memang keinginan Mamih juga Papih mempertemukan Sarah dengan kamu, kami sudah kadung Erland! Sekarang ini keluarga Handoyo meminta pertanggungjawaban kita atas putri nya kalau tidak keluarga Handoyo akan mendapat malu.."


" Inilah yang Erland tidak suka cara Mamih dan Papih, kenapa sebelumnya tidak bicarakan pada Erland dulu masalah di pertemukan dengan Sarah..Heuhh!" Erland menarik nafas berat dan di hembusnya kasar.


" Lain cerita kalau Erland langsung suka sama Sarah dari pertemuan itu." Lanjut Erland.


" Iya Iya Mamih ngerti Erland..!, tapi tolong lah Nak! ini demi nama baik keluarga kita juga."


Erland terdiam begitu juga Friska dan Damian terdiam, suasana di ruangan itu hening sejenak. Erland berfikir menimbang untuk memutuskan apakah ia mau menerima Sarah, Erland akhirnya memutuskan tapi dengan setengah hatinya. Erland akan memberi jawaban. Terdengar Erland menarik nafas dalam dalam sambil mengusap kasar wajahnya sebelum bicara.


" Baik..Erland akan menuruti permintaan kalian, Erland terima tapi bukan berarti pertanggungjawaban ini Erland langsung menikah dengan Sarah..karena Erland tidak ridho dan TIDAK MENCINTAI SARAH!. Erland menjajaki hubungan ini dulu!" Tegas Erland.


Damian dan Friska sedikit lega meskipun jawaban putra mereka menggantung dengan jawaban tegas Erland. Tapi setidaknya tidak mempermalukan antara kedua belah pihak.

__ADS_1


" Terimakasih ya kasep!" Balas Friska lembut.


__ADS_2