
Nyonya Friska menutup percakapan nya dengan Erland, lalu Nyonya Friska sejenak sedang berfikir mencari seorang binatu yang Erland butuhkan.
" Eum Mirah."
" Iya Nyonya?"
" Ibu mau minta tolong pada mu?"
" Apa itu Nyonya?"
" Besok pagi kamu ke apartemen Erland ya!"
" Ke Apartement Tuan Erland?"
" Iya Anak saya meminta kamu untuk bersih bersih juga mencuci di Apartemennya."
" Baik Nyonya."
" Kemungkinan sehari atau dua hari, kamu Ibu tugaskan kesana.."
" Iya Nyonya, baik."
" Terimakasih ya!"
" Saya kan bekerja dengan Nyonya, saya selalu siap apapun yang Nyonya perintahkan."
" Jam 6 kamu sudah sampai di Apartemen anak Ibu, karena sebelum ke kantor anak saya mau bertemu dulu dengan kamu."
" Siap Nyonya!"
Pukul 05.30 supir keluarga Wijaya telah siap akan mengantar Sumirah dan Bu Darmi ke Apartemen Erland, ia memakai seragam kerja resmi kelurga Wijaya. Bu Darmi sendiri ditugaskan oleh Nyonya Friska yang akan memberi arahan pada Sumirah apa saja yang harus di kerjakan di apartemen Erland termasuk memberitahukan penampilan Sumirah harus rapih mulai dari rambut harus di sanggul dan juga harus memakai celana panjang, setelah itu Bu Darmi kembali ke mansion Wijaya. Sialnya seragam abu abu yang Sumirah kenakan tidak bisa menutupi lekuk tubuh Sumirah yang langsing dan padat, payudara nya yang menonjol tegak pinggang nya yang ramping.
__ADS_1
" Bu Darmi, apa tidak ada lagi seragam yang agak kebesaran, menurutku ini agak terlalu ketat di tubuh ku?"
Bu Darmi memperhatikan seragam yang di pakai Sumirah, menurutnya tidak ada yang salah karena memang seperti itu modelnya, jahitan kemeja membentuk pinggang sangat pas di tubuh Sumirah. Seragam resmi keluarga Wijaya memang lain sendiri sekilas seperti karyawan SPG.
" Menurut saya tidak ada yang salah, Mirah memang seperti ini modelnya."
Mirah mengangguk pasrah.
" Ayo kita berangkat, jangan sampai telat nanti Tuan Erland bisa marah dan menegur kita."
" Eum..iya." Menjawab masih menatapi penampilan nya di depan cermin.
Perjalanan menuju Apartemen hanya butuh waktu 20 menit saja itupun jalanan kota masih lenggang.
" Kita telat sedikit saja pasti sudah terjebak macet, bagus kita datang lebih awal."
" Semoga saya di tugaskan oleh Nyonya Friska bekerja dengan baik, saya takut membuat kesalahan Bu."
Mirah mengangguk tapi juga ia merasa gugup. dirinya penasaran sepertinya apa rupa wajah dan tampang putra Wijaya itu.
" Bu Darmi, apa Tuan Erland galak?"
" Hm..tidak, saya sudah bekerja 15 tahun di keluarga Wijaya mengenal Tuan Erland orangnya baik dan ramah, ia sangat sopan dan hormat pada siapa pun."
Bu Darmi menoleh ke samping menatap Sumirah yang terlihat gugup.
" Kau jangan gugup tenang saja, kalau kamu gugup nanti malah salah salah kerjanya."
" iya Bu Darmi!"
Mobil sudah memasuki area kawasan gedung apartemen, masih dari kejauhan gedung apartemen itu terlihat menjulang tinggi sangat megah dan mewah.
__ADS_1
" Nah itu apartemen nya, kita sudah hampir sampai." Ucap Bu Darmi seraya matanya menunjuk pada gedung yang kokoh.
Mirah menarik nafas dalam dalam lalu membuang nya perlahan. Jujur Mirah benar benar sangat gugup. Dari penampakan gedung apartemen yang super mewah saja Mirah sudah menilai bahwa sang pemilik pasti sosok pria yang dingin dan tegas orang sukses pastinya karakter sangat mendetail. Apa bisa dirinya bersikap tenang bekerja. Namun ia berusaha menepis bayangan image itu. Hanya satu yang dia pegang prinsip nya, Jangan sampai cara kerjanya salah dan hasil nya mengecewakan pemilik Apartemen itu, walupun pekerjaan yang dibilang pekerjaan rumah sehari harinya dia lakukan sebagai ibu rumah tangga, jangan di anggap remeh.
Mobil sudah memasuki area basement parkir, Mirah mulai menyiapkan dirinya untuk fokus setelah berada di dalam apartemen.
" Fokus fokus fokus jangan sampai membuat kesalahan!" Mirah mensugesti dirinya.
" Ayo turun!' Ucap Bu Darmi.
" Iya Bu! eum jam berapa ini Bu?"
Bu Darmi melihat jam di pergelangan tangan nya.
" Masih kurang 10 menit, kemungkinan Tuan sudah bangun, Tuan berangkat ke kantor jam 7 tepat..dan kalau bisa kamu langsung buat sarapan untuk Tuan Erland."
" Hah..langsung buat sarapan Bu?"
" Iya lah, ayo cepat!"
Mirah mengangguk pikiran nya sedang memikirkan sarapan apa yang akan dia buat, apakah cocok di lidah Tuan Erland.
Bu Darmi dan Sumirah sudah masuk lift, dirinya semakin tegang saja. Bu Darmi terus memperhatikan Sumirah.
" Kamu jangan tegang begitu, rileks saja!"
" Euh iya! oiya Bu kira kira sarapan apa ya untuk Tuan Erland?"
" Tuan gampang kok apa saja yang di buat pasti di makan ga susah, nanti kamu lihat saja persediaan di dapur nya."
" Hm..baik Bu!"
__ADS_1