My Sexy Maid

My Sexy Maid
Bertemu Mirah di Mal


__ADS_3

Warti, Endang dan Intan yang di gandeng Mirah melangkah di sebuah pusat belanja mal yang harga terjangkau, Mirah sangat bahagia membelikan beberapa potong pakaian untuk ketiga orang yang dicintainya ada kepuasan sendiri bagi Mirah bisa membelikan baju dengan uang hasil keringatnya, upah dari majikannya sangat lumayan bagi Mirah, sisanya bisa ia tabung untuk keperluan sekolah Intan.


" Kita makan dulu yuk Bu!" Ajak Mirah


" Kita makan di rumah saja, Mir..!"


" Kenapa di rumah? Sudah kita ke lantai atas di situ banyak aneka makanan, sekali sekali lah, Bu."


" Tapi kalau kita makan di mal apa tidak mahal, nanti uang mu habis, Mir."


Mirah tersenyum pada, Ibunya ini merasa iba pada putrinya tapi rasanya tidak afdol bagi Mirah belanja tidak makan di mal.


" Tenang saja Bu! uang Mirah masih cukup kok, Mirah sudah menyisihkan sebagian untuk di tabung..kapan lagi? Mirah ingin senangin Ibu."


" Ya sudah terserah kamu saja, cuma jangan boros ya!"


" Siap Bu.. Ayo ! aku sudah sangat lapar."


Mereka pun ke lantai atas, menaiki eskalator sampai ketempat foodcourt Mirah langsung memilih makanan apa yang ingin mereka makan.


" Ibu, Endang Ingin makan apa?"


" Bener nih..Mba yang bayar?" Ledek Endang.


" Iya tapi nanti kamu gantian yaa gajih pertama kamu traktir aku lho..!"Balas Mirah meledek Endang dengan senyum.

__ADS_1


" Siap Mba ku yang cantik..nasi goreng seafood deh!"


" Kalau Ibu, mau makan apa?"


" Samain saja dengan Endang.."


" Okey..yuk!"


Mirah matanya menuju tempat seafood dimana tempat itu cukup ramai. Melihat pemilik seafood ada yang berkunjung para pelayan pun langsung antusias menawarkan menu makanan siap saji. Mirah langsung memesan makanan dan minuman untuk mereka berempat setelah mendapatkan meja yang kosong. Sambil menunggu pesanan tangan Mirah membelai rambut Intan anak itu duduk tenang disampingnya Mirah sedikit merapihkan poni Intan menatap wajah Intan timbul sebersit rasa sedih pada putrinya baru ini lagi Ia bisa mengajak Intan ke mal, padahal dulu setiap malam Minggu Hendra selalu mengajak ia dan Intan makan ataupun belanja, bayangan masa masa lalu itu sangat begitu indah saat masih dengan Hendra.


Matanya menghangat ia sedih mengingat ngingat kapan terakhir kebersamaan itu mungkin sudah dua tahun. Sekarang keadaan nya sudah berubah sifat Hendra tak seperti dulu pada dirinya dan juga anaknya.


Dan kini Intan yang sudah berumur hampir 4 tahun sudah bisa menikmati dan sudah mengerti tempat seperti ini, terlihat wajah Intan begitu senang dan girangnya ketika Mirah bisa membawa ke mal. Mirah berjanji ia akan selalu mengajak putrinya jalan jalan yang Mirah wujudkan.


Pesanan mereka pun datang, mereka berempat langsung menikmati. Selesai makan mereka kemudian kembali ingin pulang, tapi saat Mirah beranjak tiba tiba saja suara Intan memangil memangil Papanya.


Tangan Intan sambil menunjuk nunjuk kearah Papanya sedang berjalan berdua dengan Ratna, Ratna sendiri sedang kesal kenapa Hendra malah mengajak nya makan di foodcourt murah padahal yang Ratna minta Hendra mengajaknya makan di restoran mewah.


" Mas..kok makan disini sih, makanan apaan di sini makanan biasa aja! Aku tuh mau nya kita makan di restoran mewah..ini sih makanan murah sama kayak di pinggir jalan tau gak!"


" Sayang..Mas tuh lagi menghemat uang buat cicilan mobil kamu dan juga sewa kontrakan rumah, kamu juga harusnya masak dong! Kalau tidak bisa.. belajar! kalau terus terusan beli di luar, kapan kamu pintar masaknya?"


" Yailahh..Mas lagi lagi aku di suruh masak, ingat ya aku menikah ingin dibahagiakan ssma kamu jadi ratu bukan pembantu ya.!"


" Bukan begitu..tapi tidak ada salahnya kan, kalau kamu masak, Mas tuh sayang sama kamu.."

__ADS_1


Perdebatan mereka tanpa di sadari kalau mereka lagi di sorot tajam oleh Mirah. Mirah begitu tahu Intan memanggil Papanya langsung menoleh dan apa yang di lihat intan tangan mungilnya menunjuk nunjuk pada Hendra bersama istri baru nya, wajah Mirah nampak tak terbaca ia bergeming masih dengan posisi berdiri, dadanya kembali sesak dengan pemandangan yang menyakitkan hatinya. Warti dan Endang heran dengan wajah MIrah tiba tiba berubah menjadi merah seperti menahan marah.


" Mbak Mirah kenapa, Budeh..?"


" Mir..kamu kenapa?"


Air mata Mirah di pelupuk matanya tak dapat ditahan langsung mengalir.


" Lihat itu Bu, Mas Hendra di sana!"


" Hendra..?"


Warti yang duduk langsung memutar badan kebelakang, kedua matanya melihat jelas pada Hendra yang masih anak mantunya sedang menggandeng tangan seorang wanita yang cantik.


" Nak..duduklah, bersikaplah biasa saja ingat ini ditempat umum, tenang kan dirimu!"


" Iya Mba..anggap saja kita gak lihat Mas Hendra."


Ratna yang masih menampakkan wajah kesal nya pada Hendra, kedua matanya tidak sengaja menangkap mantan istri Hendra, Ratna tahu mantan istrinya sedang melihat kearah mereka berdua, Ratna tersenyum iblis ia akan sengaja membuat Mirah panas.


" Sudahlah sayang di sini juga tidak kalah dengan rasa makanan di restoran, heum.."


" Mas..bukankah itu mantan istri mu..?" Ratna menunjuk dengan ujung matanya.


" Hah..Mirah."

__ADS_1


" Ayo Mas..kita samperin dia..!"


__ADS_2