My Sexy Maid

My Sexy Maid
Mengecek Saldo


__ADS_3

Sumirah melangkah dan terus melangkah hingga di jalan sebelum keluar dari area perumahan Sumirah bertemu dengan tetangga nya yang meminjam kan uang pada Sumirah sedang mengendarai motor.


" Bu Mirah..!" Panggilnya.


" Eugh..Bu Lukman dan Pak Lukman.." Ucap nya pelan, Sumirah terhenti langkahnya telapak tangan nya dengan cepat menghapus air mata.


" Malam Bu Lukman, Pak Lukman.."


Tetangga Sumirah pun menatap heran Sumirah yang berjalan di malam hari dengan Intan di gendongan nya, sambil menenteng tas besar.


" Bu Sumirah mau kemana malam malam begini?" Tanya Bu Lukman.


Sumirah menjawab namun tentu nya ia harus menutupi apa yang telah terjadi dengan suami nya.


" Euh..anu Bu, sa-saya mau kerumah saudara saya.."


" Malam malam begini?"


Bu Lukman pun melihat wajah Sumirah habis menangis, ia menebak pasti ada sesuatu yang sedang terjadi pada Sumirah.


" Lho memang nya tidak di antar oleh suami mu?" Tanya Bu Lukman lagi.


Sumirah menggeleng namun ia juga bingung untuk mencari alasan jawaban Bu Lukman.

__ADS_1


" Mas Hendra, eum..lagi di luar kota, Bu..!" Balas nya berbohong.


" Ohh..begitu..! tapi malam malam begini apa mungkin masih ada angkutan umum? ini sudah jam 12 malam lho!..kasihan anak mu!"


" Tidak apa apa Bu..!"


Bu Lukman dan suami nya itu Saling pandang, hingga mereka pun sejenak berbicara pelan, masih di atas motor itu.


" Dek Sumirah, sebaiknya saya antar saja ya sampai terminal, bagaimana?" Tawar Pak Lukman.


" Iya Mirah..ini sudah malam, tapi kalau memang harus kerumah saudara malam ini juga biar Bapak mengantar Mirah.."


" Eum..tidak usah Bu Lukman dan Pak Lukman saya sudah memesan taxi dan saya menunggu di depan, terimakasih atas perhatiannya.."


" Ohh..!"


Sumirah pun lalu teringat dengan hutang nya 100 ribu pada Bu Lukman dan akan membayar di saat itu juga.


" O iya Bu Lukman, ini saya mau mengembalikan hutang saya yang saya pinjam kemarin.."


" Tidak usah Bu Mirah, biar uang nya untuk transport saja, ya!"


" Jangan Bu, saya sudah ada uang nya, terimakasih Bu Lukman atas pinjaman uang nya!"

__ADS_1


" Benar kamu sudah ada..?"


" Iya Bu, dan..oiya boleh saya titip uang untuk Bang Eman tukang sayur langganan kita..?"


" Tukang sayur Bang Eman, boleh nanti saya kasih kan.."


Sumirah memberi uang 200 ribu yang akan dititipkan oleh Bu Lukman.


" Baik Bu Lukman, Pak Lukman terimakasih banyak ya! saya mau menunggu taxi."


" Baiklah! hati hati ya di jalan..!"


" Iya Bu, saya permisi..asalamualikum."


" Waalaikumsalam.."


Tak lama sebuah taxi sedang melintas, Sumirah menghentikan taxi itu, lalu masuk dalam perjalanan ia pandangan dari dalam mobil mencari sebuah kios penjual pulsa, Sumirah teringat bahwa ponsel jadul nya telah kehabisan pulsa, ia akan menghubungi teman semasa SMA dulu di kota B. Setelah taxi sudah berada jalan yang belum terlalu sepi akhirnya ia menemukan kios penjual pulsa 24 jam, Sumirah pun langsung meminta pada supir taxi untuk berhenti dulu.


" Pak Supir maaf, tolong berhenti dulu! saya mau beli pulsa, tunggu dulu ya Pak!"


" Baik Bu..!"


Sumirah langsung turun tak jauh dari kios itu terdapat sebuah Bank dengan mesin ATM, Sumirah pun berniat ingin mengecek saldo ATM Hendra setelah ia mengisi pulsa pada ponselnya.

__ADS_1


Setelah mengisi pulsa, Sumirah sangat penasaran ingin mengecek saldo ATM suaminya, sedikit jantung nya berdebar ia masukan kartu ATM itu, Sumirah tidak lupa pada nomor pin ATM itu. Jari telunjuk nya masih lincah menekan tombol tombol itu, Sumirah merasa hampir 5 bulan ini Hendra tidak mentransfer uang, Hendra hanya memberi uang cash saja itu pun hanya sedikit yang Hendra berikan untuk kebutuhan bulanan. Setelah pada layar itu muncul saldo yang tertera di layar, betapa terkejut nya Sumirah uang Hendra sangat banyak 50 juta saldo nya.


Sumirah berfikir betapa kejam nya Hendra uang sebanyak ini, tapi Hendra tidak lagi memberikan uang untuk keperluan Intan dan juga dirinya. Sungguh Sumirah Sampai menggelengkan kepala tak habis pikir, rupanya beberapa bulan ini Hendra hanya memberikan uang untuk selingkuhan saja dan bersenang senang, tak tahukah diri nya juga untuk anak nya yang hampir kelaparan sampai ia harus berhutang pada warung dan juga tukang sayur bahkan sampai meminjam uang pada tetangga nya.


__ADS_2