My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 14 - Selingkuh


__ADS_3

"Lili!" Vansh menyerukan nama wanita yang baru saja tiba itu.


Liliana menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati pria itu bangkit dari duduknya.



"Vansh?" Liliana menghampiri pria itu. "Sedang apa kau di sini? Apakah kau mencari Erina?"


"Ya. Dimana dia? Aku sudah menunggunya sejak tadi. Kudengar kalian melakukan syuting di luar studio?"


"Kami memang melakukan syuting di luar studio karena Erina mendadak ingin mencari suasana baru. Katanya dia bosan terus mengambil gambar di studio."


"Lalu dimana dia sekarang? Aku ingin bicara dengannya." Vansh mengedarkan pandangannya, mencari sosok wanita yang sejak tadi ditunggunya sampai ia bela-belaan membatalkan rapat penting dengan jajaran direksi.


"Erina sedang keluar. Katanya dia memiliki urusan yang harus diselesaikan. Begitu syuting selesai, dia meminta kami kembali ke kantor lebih dulu. Tapi aku tidak tahu dia pergi kemana."


"Apa?" Vansh menghela napas panjang begitu mendengar ucapan Liliana barusan.


"Kenapa kau tampak begitu lesu? Kau tinggal telpon saja dan tanyakan dia dimana, mudah 'kan?"

__ADS_1


"Itu masalahnya. Nomorku di blokir, dan aku tidak bisa menghubunginya sama sekali."


"Di blokir? Kenapa bisa? Apakah kalian bertengkar? Bukannya hubungan kalian kemarin baik-baik saja?" Liliana mengerutkan kening. Tidak mengerti kenapa Erina bisa memblokir nomor Vansh yang jelas-jelas adalah kekasihnya sendiri.


Vansh menundukkan kepala dengan raut wajah murung.


"Erina meminta putus dariku."


"Apa?" Liliana speechless dengan apa yang baru saja di dengarnya. "Putus? Tapi kenapa?"


"Aku juga tidak tahu kenapa dia mendadak meminta putus. Padahal sebelumnya, hubungan kami baik-baik saja, dan aku sama sekali tidak membuat kesalahan yang membuat hubungan kami terancam. Lalu tiba-tiba, Erina meminta putus dariku dengan alasan yang benar-benar tidak masuk akal."


Putus? Sungguh? Oh astaga, yang benar saja. Erina melakukan itu lagi? Liliana tidak habis pikir.


"Maksud kedatanganku kemari adalah untuk meminta penjelasan darinya. Aku ingin meminta alasan yang lebih masuk akal kenapa dia memutuskanku."


"Kau tenang dulu. Kau bisa tanyakan itu begitu Erina kembali, okay?"


Vansh mendongak. "Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia katakan kemarin. Aku sampai kepikiran dan tidak bisa tidur. Hatiku tidak tenang, dan aku terus diliputi pertanyaan mengenai alasan kenapa Erina memutuskanku…"

__ADS_1


"…Lalu setelah berpikir semalaman, hanya satu kemungkinan yang muncul dalam benakku." Vansh mengambil jeda sejenak. Beradu tatap dengan Liliana dihadapannya.


"Apa maksudmu?" Liliana tidak mengerti.


"Maaf aku tanyakan ini padamu. Tapi kau adalah satu-satunya orang yang selalu ada di dekat Erina ketika di kantor, terlebih hubungan kalian juga bisa dikatakan cukup akrab. Aku ingin tanya, apakah Erina memiliki pria lain selain aku? Maksudku apakah kau pernah melihatnya berdua bersama dengan pria lain, barangkali di kantor atau di luar?"


"Tunggu, apa? Kau menuduh Erina selingkuh, begitu?" Mimik wajah Liliana mendadak berubah serius.


"Aku tidak menuduh. Aku hanya berasumsi, dan kuharap asumsiku itu salah."


"Dengar!" Liliana menaikkan kedua alisnya. Ekspresinya berubah kesal begitu mendengar Vansh menuduh rekan kerjanya itu selingkuh dengan pria lain.


Liliana tidak terima Erina dituduh seperti itu. Terlebih, ia tahu betul bagaimana sifat Erina.


Liliana sudah bekerja dengan Erina lebih dari empat tahun lamanya.


"Erina tidak seperti itu!"


...***...

__ADS_1


__ADS_2