My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 60 - Dipecat


__ADS_3

"Pokoknya kau berhenti mulai hari ini juga. Pulanglah dan bersiap, karena kau akan tinggal di Lighty Town untuk sementara waktu hingga rumor itu hilang!"


"Apa? Papa akan mengirimku ke Neotopia setelah semua kerja keras yang aku dedikasikan untuk perusahaan?! Ini tidak adil!"


"Tidak adil? Memangnya kau pikir salah siapa semua ini terjadi? Kalau kau tidak membuat kekacauan seperti ini, papa tidak akan pernah mengirimkan mu ke sana. Sudahlah, berhenti protes dan segera berkemas!" Pria itu menekan setiap kalimatnya.


Vansh terdiam dengan tangan terkepal erat. Sungguh, dia benar-benar tidak terima dengan keputusan yang telah di buat secara sepihak oleh ayahnya itu. Tapi apa gunanya? Semuanya sudah benar-benar berakhir sekarang.


Vansh tidak bisa melakukan apa-apa sekarang.


"Apa yang kau tunggu? Cepat lakukan!" teriak Tom sekali lagi.



Vansh mendengus kesal. Ia lantas beranjak dari tempatnya, meninggalkan ayahnya seorang diri di dalam ruangannya.


Tom di dalam sana mengalihkan fokusnya pada ponsel yang tergeletak tak jauh dari komputernya. Pria itu meraihnya dan segera mencari nomor seseorang yang hendak dimintanya untuk datang ke kantor secepatnya.


"Ada apa, pa? Apakah papa tidak tahu kalau aku sedang sibuk?" Suara seorang wanita di seberang sana terdengar sedikit membentaknya.

__ADS_1


Dia mendengus kesal.


"Memangnya apa yang mungkin kau lakukan? Kegiatanmu setiap hari hanya kelayapan tidak jelas!"


"Papa!" Joy merungut kesal.


"Datang ke kantor sekarang juga! Ada hal penting yang harus papa katakan."


"Hal penting? Hal penting apa?"


"Pokoknya datang saja kemari!"


"Aku tidak bisa pa, aku sekarang sedang sibuk. Sebentar lagi—"


"Aku heran, kenapa semua anakku bisa begitu keras kepala?!" gumam Tom pelan sambil memijat keningnya.


...*...


Tok-tok!

__ADS_1


Suara ketukan pintu menyita perhatiannya. Vansh menoleh ke arah pintu masuk dan mendapati seorang pria yang tak lain adalah sekretaris ayahnya yang kini datang menemuinya.


"Pak Tom memintaku untuk memberikan ini untuk anda, pak." Lelaki itu menyodorkan sebuah paspor serta tiket pesawat dengan tujuan dari Future City, Sciencetopia ke Lighty, Neotopia.


"Apa ini? Penerbangan hari ini?"


"Seperti yang anda lihat. Anda hanya memiliki waktu beberapa jam lagi sebelum pesawatnya take off. Jadi pak Tom meminta anda untuk memanfaatkan waktu secepatnya." Lelaki itu berbalik, meninggalkan ruang kerja Vansh.


Vansh mengepalkan tangannya erat. Meremas kertas di tangannya sampai kertas itu tertekuk.


...*...


"Huft~" Erina menghela napas dalam-dalam. Rasanya begitu lelah setelah menghadiri banyak pertemuan sebelum proses syuting film yang akan digarapnya itu di mulai.


Erina melangkah keluar dari gedung tempat terakhir kali dia menghadiri rapat. Dengan di temani Liliana, ia melangkah menuju tempat parkir untuk kembali ke tempat mereka menginap.


Sudah beberapa hari berlalu semenjak Erina bertemu dengan Sierra dan Laica. Selama beberapa hari juga dia jadi semakin kesulitan bertemu dengan kedua sahabatnya itu. Jangankan bertemu, Erina bahkan tidak bisa menghubungi mereka saking sibuknya.


"Setelah ini apa yang akan kita lakukan?" Erina melirik Liliana yang duduk di kursi kemudi.

__ADS_1


"Kita kembali ke penginapan dan beristirahat. Besok kita pulang ke Future City, dan mengurus beberapa syuting terakhir."


...***...


__ADS_2