My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 32 - Di White Rest


__ADS_3

"Produser Erina!" Tan mendadak muncul dan menghentikan langkah mereka.


Erina dan Liliana mendongak spontan pada pria yang kini berdiri tegap dihadapan mereka. Menghalangi jalan dengan beberapa pria di sisi kiri dan kanannya.


"Sekretaris Tan?"


"Syukurlah kami bertemu dengan anda di sini."


"Ada apa?"


"Bisa kita bicara sebentar?"


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


"Pak Danesha meminta anda untuk ikut dengan kami," tuturnya sambil tersenyum.


Liliana menoleh dengan raut wajah bingung pada Erina disampingnya.


"Sepertinya ada yang penting. Lebih baik kau ikut dengan mereka," ujar Liliana menyarankan sambil berbisik pelan.


"Aku juga tidak tahu." Erina mengedikkan bahu.


"Mari ikut saya." Tan mempersilahkan.


"Pergilah." Liliana sedikit mendorong bahu Erina.


"Baiklah, aku akan pergi sebentar. Kalau begitu kau bisa meminta yang lain untuk berangkat langsung ke White Rest 'kan?"

__ADS_1


"Tenang saja. Semuanya akan berada dalam kendali." Liliana menyakinkan Erina.


"Kita bertemu di White Rest, okay?"


"Okay."


Erina berbalik, berjalan mengikuti Tan dan yang lainnya.


Liliana hanya diam sambil menatap sosok rekan kerjanya yang kini terus melangkah keluar dari gedung sampai kemudian sosoknya hilang bersama dengan pria yang tadi memintanya untuk ikut.


Detik berikutnya, Liliana beranjak menuju lantai dimana semua crew dan timnya menunggu kedatangannya.



...*...


"Hari ini? Kenapa begitu mendadak?"


"Sebenarnya semua email ini sudah masuk sejak kemarin, dan sebelumnya saya sudah beritahu juga pada bapak. Apakah bapak tidak mengecek email saya yang masuk?"


"Oh, saya belum sempat mengecek email sejak kemarin…" gumam Raefal. Memang benar, sejak pertemuannya dengan Erina kemarin, ia jadi tidak bisa fokus bekerja sama sekali. "Lalu, bagaimana? Kau sudah membalas mereka?"


"Saya sudah atur ulang semua jadwal bapak hari ini. Saya juga memindahkan beberapa pertemuan yang harusnya bapak hadiri hari ini ke hari lain. Saya sudah informasikan juga pada pihak terkait mengenai pemindahan ulang jadwal rapat kita, dan mereka menyetujuinya."


"Jadi, tidak ada masalah?"


"Semuanya aman terkendali, pak."

__ADS_1


"Syukurlah. Jadi, hari ini kita menghadiri rapat yang harusnya untuk besok? Dimana tempatnya?"


"Kemarin mereka langsung memberikan informasi mengenai lokasi rapat kita siang ini. Lokasinya di White Rest."


"Lagi? Apakah tidak ada tempat lain?"


"Maaf? Oh. Saat ini restoran itu memang sedang sangat populer, pak. Apalagi setelah tempat itu dijadikan sebagai lokasi syuting acara reality show ternama. Tempatnya jadi makin populer."


"Begitu rupanya. Lalu, jam berapa kita ke sana?"


"Jam sembilan, pak."


Raefal melirik jam yang melingkar pada pergelangan tangan kirinya.


"Bagaimana dengan bahan-bahan rapatnya? Kau tidak lupa menangani yang satu itu 'kan?"


"Bahannya sudah siap. Akan saya kirimkan pada bapak hasilnya."


"Baiklah."


Raefal dan Agustina terus melangkah hingga tiba di lift. Mereka menunggu sejenak setelah menekan tombol yang ada.


Tak lama menunggu, pintu lift lantas terbuka. Mereka berdua melangkah masuk dan segera menekan tombol menuju lantai dimana ruang kerjanya berada.


"Huft~" Raefal menghela napas panjang.


Gara-gara wanita aneh itu, aku jadi kehilangan fokus dalam bekerja, pikir Raefal.

__ADS_1


...***...


__ADS_2