My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Pertemuan


__ADS_3

Hello!!


Happy Reading !!


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Hujan semakin lebat, Petir berkilatan dimana mana. Rasanya hari ini sangat mendukung susana hati Viana yang sedang sedih. Hujan yang turun seperti mewakili air mata Viana yang mengalir. Perkataan Daddynya selalu terngiang ngiang diotaknya.


" Kamu ga tau diri banget ya Vian. Dari kecil kamu di urus udah besar malah ngelunjak. Keluar kamu dari Mansion ini, Daddy gak perlu punya anak pembangkang seperti kamu. "


Hiks.. Hiks ..Hiks


Viana terisak di bawah derasnya hujan. Sampai dia menyadari Dua laki - laki berbadan kekar menghampirinya dengan botol alkohol berkadar tinggi di tangannya.


" Hy Cantikk ."


" Siapa kalian? Jangan mendekat. " Viana dalam keadaan takut terus berjalan mundur hingga terjungkal kebelakang karna pembatas trotoar yang dia tabrak.


" Ayolah Sayang! Kita Nikmati malam yang panjang ini bersama. "


" Aku bilang jangan mendekat. Pergi kalian!! ." Bentak Viana.


Namun kedua laki - laki itu hanya melalukan perkataan Viana yang sedikit mengeras. Hingga..


BUK!


BUK!


BUK!


Seseorang datang dan langsung memukuli kedua laki laki yang tadi hampir melecehkan Viana hingga terkulai tak berdaya.


Sean membuka Jas nya dan Menutupkan nya di tubuh Viana. Sean tau itu tak berguna karna Jas nya juga sudah ikut basah di bawah derasnya hujan. Tapi Sean ingin Viana berpikir bahwa dia hanya ingin Melindunginya.

__ADS_1


" Kau tak apa? ." Tapi Viana hanya menjawab mengangguk.


" Ikutlah denganku! ." Sean mencoba membawa Viana beranjak, Namun Viana tetap duduk diam tak bergeming.


" Tenanglah! Aku laki laki baik. Aku janji, mulai hari ini aku akan menjagamu. " Entah dorongan dari mana, Hanya kata kata itulah yang ingin Sean ucapkan saat ini untuk meyakinkan Viana.


• • • • • • • • • •


Setelah 20 Menit lamanya mobil melaju, Kini mobil Sean sudah terparkir rapi di Basement dimana Apartment nya berada. Sean sudah membuka pintu Apartment nya, namun Viana menghentikan langkahnya di depan pintu Unit milik Sean.


" Masuklah!! Aku janji tidak akan menyakitimu. Aku janji. " Sean kembali meyakinkan Viana. Dan Viana mengagguk melangkah masuk kedalam Apartment Sean.


" Bersihkan lah dirimu di kamarku, Aku akan memasakan makanan untukmu. Kau boleh memakai bajuku untuk malam ini. Besok aku akan membelikan yang baru untukmu. "


Viana mengangguk dan berlalu meningalkan Sean menuju Lantai Dua untuk membersikan Diri. Setelah melakukan Ritual mandinya sampai hampir 20 Menit, Viana Turun menghampiri Sean yang tadi katanya akan membuatkan makanan untuk Viana.


" Om ." Panggil Viana.


GLEK!


" Om, Gak papa kan Vian pakai baju Om. " Viana kembali bersuara dan membuat Sean tersadar dari lamunan nya. Seketika Sean memejamkan matanya sesaat untuk membuat kesadaran nya kembali terkumpul.


" Nggak Papa kok. Kan aku dah bilang kamu boleh pakai bajuku malam ini. "


" Om masak apa?." Viana berjalan mendekat menghampiri Sean.


" Duhhhh!! Ni anak bisa buat gua silap lama lama." Ucap Sean dalam hati.


" Om masak Pasta. Kamu lanjutin ya!! . Om mau keatas dulu mau mandi, Gerah banget. " Sean berlalu meninggalkan Viana yang masih berusaha berbicara.


" Tapi kan Om.. Om." Viana terus berteriak memanggil Sean yang sudah berlari menapaki tangga menuju lantai dua.


" Gimana nih? Matiin kompor ajah gue gak ngerti caranya gimana." Ucap Viana dalam hati.

__ADS_1


Sean membuka pakaian dengan cepat dengan membuang ke sembarang arah. Lalu melampiaskan Hasratnya di bawah siraman air dingin yang berasal dari Shower.


Belum siap dengan aktivitasnya, Sean kembali berlari dengan cepat menuju lantai satu setelah mendengar Alarm Apartment nya berbunyi.


" Kau, Apa yang kau lakukan? ." Sean mematikan Kompor dengan cepat saat melihat Wajan yang sudah Gosong dengan pasta buruk rupa diatasnya.


" Akk-- Akkku. " Viana menutupi kedua matanya dengan tangan nya.


Melihat itu Sean baru menyadari kalau dia sedang tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya. Dia kembali berlari ke lantai Dua untuk mengambil handuk dan melilitkan nya di tubuhnya.


Mendengar tapak kaki Sean yang melangkah sedikit menjauh, Viana sedikit merenggangkan tangan nya yang menutupi matanya untuk mengintip.


" Astaga.. Bisa bisa Jantungku lari dari tempatnya jika dia setiap hari seperti itu. "


• • • • • • • •


Sekarang Sean sedang duduk diatas Sofa ruang keluarga yang saling berhadapan dengan Viana.


" Kenapa kau membiarkan wajannya Gosong? Ucap Sean merasa kesal.


" Akk-- Akku tidak tau cara mematikan nya. "


" Apa kau tidak bisa memasak?." Tanya Sean mendeteksi. Namun Viana hanya mengangguk tanda Iya.


" Astagaaa!! ." Sean memijat pelipisnya yang tidak pusing.


" Walau hanya memasak Air? ." Sean kembali bertanya.


" Menghidupkan Kompor saja Aku tidak tau Caranya. " Keluh Viana.


Mendengar itu Sean merasa tubuhnya melemas. Sean merasa sangat pusing sekarang dan menyandarkan kepalanya di sandaran Sofa.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Jadi gitu gengs Awal pertemuan Sean sama Viana!!


Jangan lupa Like, Vote dan Tinggalkan Jejak ya..


__ADS_2