
"Wah…" Liliana lagi-lagi berdecak begitu akhirnya mereka tiba di toko yang dia katakan.
Sebuah toko pakaian besar dengan brand ternama yang sekarang sedang sangat populer. Begitu masuk, Liliana langsung sibuk mencari pakaian yang dia inginkan.
Erina duduk di sofa yang tersedia di sana. Beruntung mereka menyediakan tempat duduk untuk beberapa pelanggan yang menunggu. Jadi dirinya bisa merasa lebih nyaman sementara menunggu Liliana yang sibuk memilih pakaian.
Tempat yang mereka kunjungi di luar dugaan lebih ramai dari yang mereka bayangkan. Mungkin karena banyaknya peminat yang berdatangan.
"Kyaa! Bukankah itu Malvin?"
"Huh? Dimana?"
"Kau benar. Astaga, dia tampan sekali!"
"Itu, wanita yang datang bersamanya… bukankah itu Sunee?"
"Oh benar! Dia sangat cantik!"
"Sungguh, lebih cantik daripada di majalah 'kan?"
"Benar sekali!"
Atensi semua orang tiba-tiba beralih saat salah satu pengunjung datang. Orang-orang langsung ramai membicarakan keduanya.
Berisik sekali, apa yang sedang mereka ributkan? Erina menoleh ke arah yang menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
Ia tertegun begitu sadar siapa yang sedang menjadi highlight di seisi toko itu.
"Dia…" Erina diam terpaku menatap siapa yang ada di sana. Sungguh tidak bisa di percaya dia bisa melihat lelaki itu di tempat ini.
"Malvin? Malvin Islwyn!" Erina benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya.
Wanita itu beranjak bangun dari tempat duduknya dan segera menghampiri lelaki yang baru datang dengan kekasihnya itu.
"Malvin!" panggil Erina yang dalam sekejap menyita perhatian lelaki itu.
Malvin Islwyn, pria itu menoleh ke arah Erina yang baru saja tiba dihadapannya.
"Erina?"
"Hai, sudah lama tidak berjumpa. Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Apa yang sedang kau lakukan?"
"Aku kemari bersama Sunee, aku sedang menemaninya berbelanja."
"Halo." Sunee membungkuk begitu beradu tatap dengannya.
"Hai, namaku Erina!" Erina mengulurkan tangannya, memperkenalkan diri.
Pada dasarnya, bisa dibilang ini adalah pertemuan pertama mereka secara langsung. Sebelumnya, Erina memang pernah bertemu dengan Sunee beberapa tahun silam ketika wanita itu masih berstatus sebagai siswa di salah satu sekolah modeling ternama di Future City.
__ADS_1
Tapi hanya sekilas, dan mereka belum pernah benar-benar bertatapan secara langsung seperti sekarang.
Sunee menjabat tangannya sambil tersenyum dan memperkenalkan dirinya.
"Kau lebih cantik jika dilihat secara langsung, ya…" Erina tersenyum simpul ke arahnya.
"Kau bisa saja…"
...*...
"Jadi kalian datang jauh-jauh dari Dreamtopia hanya untuk berbelanja?" tanya Erina begitu dia dan Malvin akhirnya memutuskan untuk duduk dan menunggu bersama di sofa yang ada.
"Tidak juga. Sebenarnya aku memiliki pekerjaan di Scity Town, dan kebetulan Sunee juga mendapatkan tawaran kontrak untuk menjadi model salah satu brand kosmetik di sini."
"Oh, begitu rupanya. Aku mengerti sekarang."
"Kau sendiri?"
"Aku juga punya pekerjaan. Sebentar lagi, aku akan menggarap projects baru. Sebuah film. Kebetulan PH yang bekerja sama denganku berkantor di sini."
"Oh. Tapi kenapa kau malah di sini?"
"Rapat kami sudah selesai, dan Liliana memintaku untuk menemaninya berbelanja beberapa pakaian."
...***...
__ADS_1