My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 20 - Jangan berlebihan


__ADS_3

"Sepertinya aku jatuh cinta lagi," tutur Erina.


"Apa?!" Sierra dan Laica tersentak kaget di seberang sana.


"Kau apa?" Sierra tak percaya.


"Apakah kau bersungguh-sungguh?" Laica sama tak percayanya dengan Sierra.


"Ya, kalian tidak salah dengar. Aku memang jatuh cinta lagi."


"Dengan siapa? Jangan bilang kalau…" Laica menggantungkan ucapannya.


"Benar sekali. Aku jatuh cinta padanya, Raefal…" Erina tersenyum dengan wajah merona.


Kedua sahabatnya yang sedang melakukan pembicaraan lewat panggilan video grup itu di buat melongok oleh pengakuannya.


"Kau jatuh cinta dengan Raefal?" Laica memperjelas.


"Apa?!" Mendadak seseorang ikut berkecimpung dalam pembicaraan mereka.


__ADS_1


Marciel. Pria itu mendadak menyambar ponsel Laica hingga membuat sosok gadis itu berganti wajah pria yang menjadi sahabatnya tersebut.


"Apa kau bilang tadi?!" Dengan wajah panik Marciel berteriak keras. Erina dan Sierra sampai kaget dibuatnya.


"Marciel, kembalikan ponselku!" Laica terdengar berusaha merebut kembali ponselnya dari tangan pria itu.


"Katakan sekali lagi! Katakan kalau yang aku dengar itu tidak benar 'kan?" tanya Marciel.


Erina hanya tersenyum simpul lalu berkata. "Kau tidak salah dengar. Aku memang jatuh cinta padanya."


"Apa?!" Sekali lagi Marciel memekik di sana.


"Marciel! Kembalikan ponselku!" Laica merebut paksa ponselnya, namun tampaknya wanita itu tak sengaja menekan tombol merah sampai membuat sambungan video mereka terputus.


"Apakah kau sungguh jatuh cinta pada Raefal?" Pertanyaan sama yang dilontarkannya.


"Harus berapa kali aku bilang? Aku memang menyukainya, apakah kurang jelas?" Erina berucap masih dengan nada biasa. Tidak ada yang dapat menghancurkan moodnya hari ini.


"Okay kau suka dengannya. Tapi, apakah kau yakin akan suka dengannya kalah tahu tentang ini?"


"Tahu tentang apa?" Erina menaikkan sebelah alisnya saat secara tiba-tiba Sierra bicara seolah ia tahu sesuatu tentang Raefal yang tidak diketahuinya.

__ADS_1


"Kau pasti akan terkejut kalau kau mendengar ini. Aku tahu informasi ini dari Levine. Sebelumnya aku juga sempat tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan, sampai kemudian aku memutuskan untuk mencari kebenaran dari informasi itu di internet, dan ternyata itu benar."


"Informasi apa? Tidak bisakah kau langsung pada intinya saja? Jangan berbelit-belit, Sierra!"


"Raefal itu…" Sierra menggantungkan ucapannya.


"Katakan saja. Jangan membuatku penasaran!"


"Oke-oke aku katakan. Raefal itu sebenarnya sudah… tua. Usianya sudah tiga puluh lima tahun," gumam Sierra yang masih dapat di dengar dengan sangat jelas oleh Erina.


Erina terdiam sejenak, membuat raut wajah Sierra langsung berubah saat melihat ekspresi sahabatnya.


"Aku tahu," ujar Erina enteng.


"Apa?" Alih-alih Erina yang terkejut seperti yang ia katakan, justru malah Sierra sendiri yang kaget dengan pengakuan sahabatnya.


"Aku sudah tahu sejak awal kalau usianya sudah kepala tiga. Tapi tidak masalah bagiku. Justru dengan begitu, aku malah semakin penasaran dengannya."


"Kau tahu sejak awal, dan kau justru tetap suka padanya?" Sierra tak percaya. Erina hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.


"Erina! Dengarkan sekali lagi. Usianya sudah tiga puluh lima tahun. Dia sudah om-om, dan kau ingin pacaran dengan pria yang lebih pantas menjadi pamanmu itu? Oh astaga, sadarlah Erina!" teriak Sierra.

__ADS_1


"Jangan berlebihan begitu."


...***...


__ADS_2