My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 36 - Kebetulan kita bertemu


__ADS_3

Raefal terduduk di jok belakang. Sementara di jok depan, Agustina dan supir pribadinya duduk manis sambil mengemudikan mobilnya.


Agustina sibuk mengecek ulang jadwal bosnya. Sedangkan Raefal kini hanya diam dengan pikiran entah kemana.


Raefal menatap keluar jendela. Memperhatikan jalanan ramai yang kini dilaluinya.


Sepanjang jalan, ia tak lepas menatap keluar. Entahlah, semenjak kejadian kemarin, fokusnya terpecah.


Raefal tidak bisa bekerja seefektif sebelumnya. Apalagi setelah kejadian semalam. Ketika dirinya tidak sengaja mencari informasi mengenai Erina di internet dan melihat iklan bergambar seorang wanita yang membuatnya terus terbayang hingga saat ini.


Raefal masih ingat betul bagaimana cantiknya wanita di iklan itu, apalagi ketika ia tersenyum dengan pakaian mempesona yang dipamerkannya.


Berhenti memikirkan dia! pikir Raefal sambil menggelengkan kepalanya kencang. Berusaha menepis semua visual wanita yang mendadak muncul dalam benaknya itu.


Perhatian Raefal mendadak beralih. Sebuah billboard besar, bergambar wanita yang sama, muncul.


Wanita itu membawakan iklan koleksi pakaian terbaru musim ini yang sedang trend di kalangan anak muda.


Raefal diam terpaku. Tatapannya menatap sosok yang muncul pada billboard besar yang muncul dihadapannya.


Raefal memalingkan wajahnya cepat begitu sadar sesuatu mengganggunya.


Sial! Kenapa wajahnya harus muncul di saat seperti ini?



...*...

__ADS_1


"Pak, tidak masalah kalau saya pergi ke toilet sebentar?" tanya Agustina begitu mereka tiba di White Rest dan kini berjalan menyusuri koridor menuju arah ruang yang akan mereka gunakan untuk rapat.


Raefal melirik jam di tangannya. "Masih ada waktu. Kalau begitu pergilah."


"Baik, pak. Terima kasih. Lebih baik baik bapak duluan saja."


"Iya."


Agustina segera berlari menuju toilet. Meninggalkan Raefal sendiri di koridor yang tampak tidak begitu ramai.


Koridor menuju ruang VIP memang tidak terlalu ramai dan cenderung tenang.


Raefal beranjak. Melangkahkan kakinya lagi. Namun baru beberapa langkah, Raefal kembali terdiam begitu melihat sosok seorang wanita yang berdiri tak jauh dari tempatnya.


Raefal tercekat.


Kedua irisnya terbuka sempurna. Jantungnya mendadak bergemuruh dan tubuhnya mematung begitu saja.


Tidak mungkin itu dia 'kan? batin Raefal tak percaya.


Raefal berjalan perlahan tanpa sadar. Melangkah menghampiri wanita yang berdiri beberapa meter dari arahnya berada.


Tangannya terangkat. Terulur ke arah wanita itu.


Tep!


Raefal menepuk dan memutar bahunya hingga membuat wanita itu refleks menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Melody!" panggilnya tanpa sadar. Begitu berbalik, wanita yang dipanggilnya ternyata adalah Erina.


"Raefal?" Erina terkejut.


"E… Erina?" Raefal terbata. Raefal tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Erina? Sungguh?


Apakah dia benar-benar wanita yang aku temui kemarin? Raefal menatap Erina dari atas sampai bawah.


Raefal tak percaya ini. Erina berpenampilan seperti ini? Benar-benar berbanding terbalik dengan Erina yang kemarin memaksanya bertemu dan tiba-tiba melamarnya dengan bunga plastik.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini." Erina tersenyum simpul ke arahnya.


Raefal makin terpaku dibuatnya. Apalagi ketika ia melihat Erina tersenyum seperti itu.


Senyumannya… mengingatkan aku padanya. Raefal membatin.


"Omong-omong kau kemari karena ada rapat?" tanya Erina yang dalam sekejap membuyarkan seluruh lamunannya.


"Eh? Bagaimana anda bisa tahu?" Raefal mengubah air mukanya.


"Terakhir kali kita bertemu, kau menghadiri rapat di sini."


"Oh, kejadian itu…"


"Kau ingat?"

__ADS_1


"Anda sendiri, apa yang anda lakukan di sini?" Raefal mengubah topik pembicaraan cepat.


...***...


__ADS_2