My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 63 - Toko


__ADS_3

"Erina!" panggil Liliana.


Perhatian Erina dan Malvin seketika tertuju ke arah datangnya suara. Liliana datang dengan membawa beberapa pakaian di tangannya.


"Lili, kau sudah selesai?"


"Belum. Aku masih harus mencari beberapa pakaian. Eh?" Perhatian Liliana langsung tertuju ke arah Malvin yang ikut bangun dengannya.


"An… anda adalah tuan Malvin 'kan? Model terkenal sekaligus pemilik agency ternama di Dreamtopia itu 'kan?" seru Liliana dengan wajah tak percaya.


Malvin hanya diam dengan raut wajah bingung. Liliana bicara terlalu cepat sampai-sampai membuat Malvin harus mencerna secara perlahan kalimatnya.


"Ini adalah rekan kerjaku. Liliana," kata Erina memperkenalkan Liliana pada Malvin.


"Salam kenal," kata Liliana sambil tersenyum. Malvin hanya mengangguk pelan.


"Oh ya, kau bilang belum selesai, lalu kenapa kau memanggilku?"


"Aku sedang mencari pakaian dan secara tidak sengaja melihat pakaian ini. Aku pikir ini cocok denganmu, bagaimana kalau kau coba?"


"Huh, aku?"


"Ya. Maka dari itu aku datang ke sini. Aku ingin kau mencobanya." Liliana menyodorkan pakaian di tangannya pada Erina.

__ADS_1


Erina menampakkan ekspresi tak sedap. "Aku tidak suka dengan style seperti ini. Kau tahu sendiri 'kan?"


"Tapi ini akan sangat cocok kalau kau memakainya. Pokoknya kau harus coba, aku yakin kau akan tampak sangat cantik."


"Aku tidak mau!"


"Oh, ayolah. Kau harus mencobanya!"


"Aku tidak mau, Lili. Lagipula aku tidak membutuhkan baju baru."


"Tapi aku ingin membelikan sesuatu untukmu sebagai ucapan terima kasihku karena kau sudah mengizinkanku untuk berbelanja. Apa kau akan menolak kebaikanku? Ah, menyebalkan…" Liliana menampakkan raut wajah kecewa.


"Aku tidak membutuhkan hal seperti itu. Lagipula ini bukan hal besar."


Liliana tahu betul bagaimana cara untuk membuat Erina mau menerima pemberiannya.


"Huft~ kau memang tahu caranya membuatku merasa bersalah. Kalau begitu biar aku coba," finalnya.


"Sungguh?" Liliana tersenyum mendengarnya.


"Ya." Erina memutar bola matanya jengah.


"Kalau begitu cepat coba! Aku ingin melihatnya."

__ADS_1


"Baiklah. Aku pergi dulu sebentar." Erina beralih fokus pada Malvin.


"Ya, pergilah," kata Malvin. Erina selanjutnya melangkah menghampiri ruang ganti untuk mencoba pakai yang dipilihkan oleh Liliana.



...*...


"Kalau boleh tahu, kenapa bapak ingin pergi sendiri? Bukankah biasanya bapak ingin saya yang membelikan semua kebutuhan bapak?" Agustina berucap dengan segenap keberaniannya. Ia terus melangkah dengan Raefal, berjalan di salah satu pusat perbelanjaan yang menjadi tempat biasa Raefal membeli semua kebutuhannya.


"Tampaknya hari ini adalah hari yang spesial," katanya menambahkan.


"Tidak ada apa-apa. Saya ingin pergi secara langsung karena sudah lama saya tidak membeli semua kebutuhan saya sendiri. Lagipula jarang-jarang kita mendapatkan projects di Scity Town 'kan?"


"Oh, begitu rupanya…" Agustina mengangguk-angguk menanggapi kalimat atasannya.


Mereka terus berjalan sampai akhirnya tiba di salah satu toko pakaian dengan brand ternama. Mereka langsung masuk ke dalam sana.


Tiba di dalam, mereka melihat ada begitu banyak orang yang tengah berkunjung dan berbelanja di sana.


"Tempatnya ramai sekali," gumam Agustina begitu mereka tiba di dalam.


Agustina mengedarkan pandangan matanya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2