My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 73 - Sepertinya begitu


__ADS_3

"Itu tidak akan pernah terjadi!" Raefal merogoh kantong jasnya, mengalihkan perhatiannya pada panggilan yang baru saja masuk. "Saya harus pergi!"


Pria itu melenggang begitu saja meninggalkan Erina.


Erina terdiam menatap Raefal yang kini berjalan menjauh darinya. Kedua tangan wanita itu terlipat di depan dada, sedangkan bibirnya terangkat membentuk senyuman.


"Mungkin sekarang kau bilang tidak. Tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi di masa mendatang. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan."


"Aku yakin, sebelum sempat kau mengelak, perasaan itu akan muncul dalam dirimu."


...*...


"Maaf aku agak lama, tadi toiletnya…" Joy diam tanpa kata begitu mendapati Raefal raib dari meja tempat mereka duduk tadi.


Sulit di percaya, apa ini? Dia meninggalkan aku sendiri di sini?


Menyebalkan! Kenapa dia pergi?


Joy mengepalkan tangannya.


Aku juga yang bodoh, kenapa bisa-bisanya aku meninggalkan dia sendiri di sini? Sudah pasti dia akan melarikan diri kalau aku lengah.


Menyebalkan! Padahal ini adalah momen yang sudah lama aku tunggu-tunggu untuk bisa makan bersamanya!

__ADS_1


"Arghh!!" Joy mengerang keras hingga membuat seisi kafe menoleh padanya.



...*...


"Kau baik-baik saja?" tanya Sierra dengan wajah penasaran.


Laica melirik wanita yang kini duduk dihadapannya dengan wajah berseri-seri. Entah kenapa wajah Erina minggu-minggu ini terlihat lebih ceria dibandingkan biasanya.


Aneh, wajahnya terlihat berseri-seri. Padahal kalau Erina sedang memiliki banyak pekerjaan, wajahnya tak seperti ini. Wanita itu biasanya terlihat serius tanpa ekspresi bahkan nyaris tak pernah tersenyum. Tapi ada apa dengannya sekarang?


Apakah jangan-jangan ada sesuatu yang membuatnya senang?


Sudah lewat beberapa Minggu semenjak terakhir kali pertemuan Erina dengan Raefal. Dan sejak itu, mereka jarang bertemu karena kesibukan Erina yang padat. Walaupun begitu, Erina terus kepikiran mengenai pertemuan terakhirnya dengan Raefal.


"Kau bersikap aneh akhir-akhir ini. Ada apa? Kau baik-baik saja 'kan?" tanya Sierra—memastikan.


"Aku baik-baik saja. Bahkan lebih dari itu," jawab Erina.


Laica menyipitkan matanya. Menatap Erina dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kalau begitu, tolong jelaskan pada kami kenapa kau terlihat sangat berseri-seri?" katanya.

__ADS_1


"Benarkah aku terlihat berseri-seri?" Erina tak percaya dengan ucapan sahabatnya. Kedua wanita itu lantas mengangguk serentak.


"Sudah kami bilang sikapmu itu aneh, tidak seperti biasanya. Kau ini sebenarnya kenapa?" Sierra memperjelasnya lagi.


"Aku tidak apa-apa. Hanya saja, akhir-akhir ini aku terus kepikiran tentang seseorang."


"Jangan bilang kalau orang yang kau maksud adalah Raefal?"


"Bagaimana kau bisa tahu?"


"Jadi benar?"


"Astaga, kau sungguh sudah jatuh cinta padanya Erina?" Laica masih tak menyangka kalau sahabatnya itu akan suka dengan lelaki yang usianya bahkan sangat jauh darinya.


"Sepertinya begitu. Akhir-akhir ini aku terus memikirkannya, dan lagi yang membuatku semakin kepikiran tentangnya karena dia sepertinya juga mulai suka denganku."


"Huh? Kenapa kau bisa berasumsi begitu?"


"Apakah dia sudah mengatakannya secara langsung padamu?" tanya Sierra.


"Memang belum. Hanya saja, beberapa Minggu yang lalu ketika Marciel kembali dan memintaku bertemu, aku secara tidak sengaja bertemu dengan Raefal. Dan dari reaksinya, tampak jelas bahwa dia tidak suka aku dekat-dekat dengan pria lain."


"B-benarkah?"

__ADS_1


...***...


__ADS_2