My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 39 - Putri pemilik DTS


__ADS_3

"Ayo kita bicara!"


Erina menepis tangan Vansh cepat.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi! Hubungan kita sudah berakhir," tukas Erina.


Vansh mendekat dan mencengkeram erat pundak Erina.


"Aku tidak ingin putus darimu! Aku mencintaimu Erina. Aku mencintaimu, dan aku tidak ingin hubungan kita berakhir begitu saja!" teriak Vansh yang dalam sekejap membuat seluruh atensi orang-orang di sana tertuju pada mereka.


Vansh berteriak sangat kencang sampai-sampai membuat Raefal yang berdiri di depan pintu restoran dapat mendengar suaranya.


Raefal beralih fokus ke arah suara yang di dengarnya dan mendapati Erina tengah berdebat dengan seorang pria yang tak lain adalah Vansh.


Erina mendorong tubuh Vansh menjauh darinya. Pria itu spontan terdorong ke belakang.


"Hentikan. Kau membuatku semakin muak padamu."


"Kenapa… kenapa kau tega meninggalkanku? Kenapa kau memutuskan hubungan kita begitu saja padahal sebelumnya hubungan kita baik-baik saja?! Apakah kau benar-benar memiliki pria lain selain aku? Kau mencintai pria lain? Apakah selama ini secara diam-diam kau menjalin hubungan dengan yang lain? Jawab aku Erina. Berikan aku alasan kenapa kau meninggalkanku?…"


"…Apa kekuranganku? Apakah aku kurang perhatian padamu? Atau aku kurang memberikan waktu untukmu? Seingatku aku tidak berbuat kesalahan apapun padamu. Aku selalu memberikan waktuku untukmu, memberikan seluruh perhatianku untukmu juga. Tapi kenapa kau meninggalkanku begitu saja?!" teriak Vansh dengan suara yang terdengar sedih bercampur kecewa.


__ADS_1


Erina terdiam. Orang-orang di sekeliling terdengar langsung menatap kearahnya sambil berbisik menggosipkan dirinya.


Liliana di sampingnya tercekat. Diam dengan posisi mengatupkan bibir, dan wajah bingung entah harus bagaimana.


"Apakah semudah itu kau berpaling pada pria lain?" katanya lagi.


"Wanita itu meninggalkannya?"


"Sungguh? Padahal tampaknya pria itu sangat mencintainya."


"Aku juga berpikir begitu."


"Tega sekali."


"Aku kasihan pada prianya. Dia di sia-siakan begitu saja olehnya?"


"Wanita itu juga bukannya Erina Danesha?"


"Dia putri pemilik DTS itu 'kan?"


"Hah? Benarkah?"


"Astaga, aku tidak menyangka kalau dia seperti itu…"

__ADS_1


Bisikan demi bisikan terdengar. Keributan mulai tercipta, sementara Erina yang menjadi bahan tonton berusaha untuk mengatur seluruh atmosfer emosi dalam dirinya.


Erina mengepalkan tangannya erat. Ia mendongakkan kepalanya secara perlahan begitu mendengar kalimat yang baru saja terlontar dari bibir Vansh.


Dengan tatapan dingin yang seakan menusuk, Erina menatapnya.


"Bukankah aku sudah bilang padamu kalau aku tidak selingkuh dengan pria lain?" Erina mempertegas kalimatnya.


"Kalau bukan itu alasannya, lalu kenapa kau meminta putus dariku?"


"Aku ingin kita putus karena aku bosan denganmu!" tukas Erina yang membuat semua orang semakin melongok dibuatnya.


Orang-orang seakan tak percaya dengan alasan yang diberikan Erina barusan.


Bosan? Yang benar saja! Itu adalah alasan paling buruk yang pernah ada.


"Aku bosan dengan lelaki sepertimu. Kau telah membuatku muak dengan sikapmu yang manis, selalu ada untukku, dan selalu memanjakanku. Tapi semuanya hanya sebuah kepalsuan."


"Apa maksudmu? Aku tulus mencintaimu, memperhatikanmu dan memanjakanmu. Bisa-bisanya kau bilang semua itu kepalsuan!" Vansh tidak terima.


Erina terkekeh pelan mendengar Vansh yang begitu marah mendengar penuturannya barusan.


"Kau pikir selama ini aku tidak tahu? Kau melakukan semua itu hanya karena kau tahu aku adalah putri dari pemilik DTS."

__ADS_1


"Apa?!"


...***...


__ADS_2