My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 8 - Juliana


__ADS_3

"Ada apa ini? Apa yang sedang kalian bahas?" Juliana, menghampiri Erina dan Ran yang sejak tadi tampak asik berbincang.


"Juliana, kau baru tiba?"


"Ya. Ada apa ini, Eri?"


"Begini, aku ingin kita memindahkan syuting hari ini ke tempat lain."


"Apa? Tapi kenapa begitu mendadak?"


"Aku membutuhkan suasana baru. Studio ini terlalu membosankan. Lagipula para penonton juga pastinya bosan dengan tampilan studio kita yang seperti itu saja. Jadi, ayo cari tempat lain untuk syuting hari ini."


"Astaga, hanya karena itu kau ingin memindahkan acara ini ke tempat lain? Secara mendadak?"


"Ya. Jadi ayo cepat kita bersiap mencari tempat." Erina beranjak dari sana.



Ran hanya diam memperhatikan perdebatan keduanya. Sementara itu, Juliana speechless mendengar penuturan dari teman kerjanya itu.


"Hey, kau serius?" Juliana berlari mengejar Erina yang melangkah keluar dari ruangan Ran.


"Tentu saja. Dua rius malah," sahut Erina yang terus melangkah. Menghiraukan Juliana yang kini berjalan di belakangnya.


"Apakah tidak bisa kita bekerja seperti biasa saja? Maksudku kita syuting di studio seperti biasa saja."

__ADS_1


"Aku tidak mau. Pokoknya kita cari tempat sekarang juga. Lagipula waktu tayang acara kita hari ini berbeda 'kan?"


"Iya, memang berbeda. Tapi…"


"Bagus. Itu artinya masih ada waktu untuk bersiap dan mencari tempat."


"Kau…"


"Liliana!" teriak Erina memotong kalimat Juliana.


Wanita yang dipanggilnya itu menoleh ke arah datangnya suara.


"Erina, Juliana, selamat pagi." Liliana tersenyum simpul menyapa kedua rekannya.


"Bantuan? Apa yang bisa aku bantu?" Liliana menampakkan raut wajah bingung.


"Tolong carikan tempat untuk syuting hari ini."


"Lho, bukannya kita akan syuting di studio seperti biasanya?"


"Aku tidak ingin syuting di studio. Terlalu membosankan. Jadi cepat cari tempat yang nyaman untuk syuting kita."


"Apakah tidak terlalu mendadak? Lagipula para crew dan bintang tamu kita sudah bersiap sejak tadi."


"Pokoknya ikuti saja permintaanku. Toh acara kita juga akan di undur dari jam biasanya 'kan? Jadi masih ada waktu untuk bersiap."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mencarikan tempat yang cocok."


"Bagus. Sekarang aku akan memberitahu yang lain." Erina berlalu meninggalkan Juliana dan Liliana.


Juliana ingin berbicara sejak tadi, tapi kalimatnya selalu terpotong oleh pembicara Erina dan Liliana.


"Kau serius ingin mengikuti permintaannya?" Juliana tak percaya dengan kalimat Liliana.


"Memangnya kenapa?"


"Kalau kita pindahkan syuting ini ke tempat lain, itu akan lebih memakan waktu."


"Tidak akan. Kau tenang saja, lagipula acara kita di undur lebih lama 'kan?"


"Tetap saja. Memangnya kau pikir dalam sisa waktu yang kita punya, kita bisa menemukan tempat yang cocok dengan keinginan Erina? Kau tau sendiri 'kan? Erina sangat rewel orangnya."


"Aku bisa menanganinya. Tidak perlu cemaskan itu. Lebih baik kau bersiap." Liliana menepuk pundak Juliana dan berlalu menuju ruangannya untuk menjalankan permintaan dari Erina. Mencari lokasi yang nyaman untuk syuting mereka hari ini.


Juliana menghela napas kasar. Memijat keningnya pelan. Dia masih tidak percaya kalau Liliana akan semudah itu untuk mengiyakan permintaan dari Erina.


"Erina itu ada-ada saja. Hanya karena bosan, dia ingin memindahkan acara ini ke tempat lain? Aku tidak habis pikir dengannya," gumam Juliana pelan.


Ah, terserahlah!


...***...

__ADS_1


__ADS_2