
Drrttt…
Ponselnya bergetar di atas meja. Erina menghampiri benda itu dan menatap layarnya yang kini menyala menampakkan panggilan masuk pada nomornya.
Erina segera mengangkatnya.
"Halo, pa?" tutur Erina begitu panggilannya terhubung dengan pria di seberang sana.
Tuan Danesha, tidak lain dan tidak bukan adalah ayah dari Erina yang sejak seharian tadi dicarinya.
"Erina, kau sudah tidur sayang?"
"Belum. Aku baru saja pulang dan baru selesai makan malam. Omong-omong aku di telpon oleh Liliana saat aku keluar tadi. Lili bilang kalau papa ingin bertemu denganku, benar?"
"Ya, benar. Ini sebenarnya yang ingin papa bicarakan denganmu. Jadi, besok ada pertemuan besar dengan beberapa kolega penting. Papa ingin memintamu hadir menemani papa agar kau juga bisa belajar lebih banyak dalam industri ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, papa ingin kau ikut."
"Apa? Sudah waktunya, ya?" Erina baru menyadari kalau ini adalah bulan sibuk. Dimana biasanya ada pertemuan tahunan penting yang harus dihadirinya bersama sang ayah.
"Kau tidak ingat, sayang?"
"Tidak sama sekali. Tapi, bisakah tahun ini aku tidak ikut? Pekerjaanku banyak, pa…"
__ADS_1
"Papa ingin sekali kau ikut. Lagipula, bukankah kau bilang ingin belajar lebih banyak lagi dalam industri ini? Ini adalah peluang besar yang kau miliki. Apalagi pada pertemuan kali ini akan ada banyak sekali orang-orang penting yang akan hadir, bahkan dari luar negeri."
"Benarkah?"
"Ya. Jadi akan sangat disayangkan kalau kau tidak datang. Apalagi, tuan Cody akan datang dalam pertemuan kali ini."
"Apa? C… Cody? Maksud papa…"
"Benar sekali! Produser yang sangat kau gemari itu. Yang kau bilang kau ingin menciptakan banyak proyek yang sama seperti semua proyeknya, ingat?"
"Kalau begitu aku akan ikut! Aku tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk bertemu dengannya. Ini adalah kesempatan langka yang tidak akan datang dua kali!"
"Baik, pa. Kalau begitu sampai jumpa." Erina menekan tombol merah memutus sambungan telponnya dengan sang ayah.
Erina begitu menggebu-gebu, semangatnya langsung memuncak begitu mendengar nama Cody, salah satu produser acara dan film ternama yang sangat digemarinya akan datang pada pertemuan kali ini.
"Aku harus tidur lebih awal agar bisa bangun fresh besok pagi!"
...*...
__ADS_1
Raefal duduk di kursi di ruang kerjanya. Jari-jarinya bergerak di atas papan keyboard komputernya, mengetik sesuatu pada browser di perangkatnya.
Layar putih dengan strip biru yang semula dilihatnya perlahan berubah. Raefal bisa melihat apa yang dicarinya itu tampil pada halaman utama browser nya.
“Erina Danesha, produser muda yang menapakkan kakinya di puncak kejayaan.”
“Acara reality show yang dipandunya sukses, inilah sosok Erina Danesha. Produser cantik dibalik layar pembuatannya.”
“Berhasil dengan acara reality show sebelumnya, Erina Danesha kembali dengan acara terbaru yang siap membuat penonton penasaran!”
“Sukses dengan banyak acara reality show, Erina terjun, merambah menjadi produser film layar lebar yang sebentar lagi tayang di bioskop!”
“Kenali sosok Erina Danesha. Produser cantik yang merupakan putri tunggal dari tuan Danesha, CEO dari DTS.”
Beberapa artikel muncul, terkait sosok Erina yang dicarinya.
Raefal menggelengkan kepalanya cepat. Ia mengerutkan kening begitu membaca semua artikel yang muncul pada layar browsernya.
"Apa yang kulakukan?"
...***...
__ADS_1