
"Kau membuat orang lain jadi korbannya!"
"Sierra!" Laica bangkit dari posisinya berusaha menahan Sierra agar mau memaafkannya, tapi gadis itu berlalu terlalu cepat sampai-sampai membuatnya gagal menangkapnya.
...*...
"Aku dengar Erina sudah menjelaskan segalanya padamu mengenai keadaan beberapa hari yang lalu?" ucap Sierra. Memecah keheningan yang selama beberapa menit lalu menyelimuti kebersamaan mereka.
"Ya, dia sudah menjelaskannya, dan aku sudah tahu kalau dia tidak mungkin tidak datang tanpa alasan yang kuat." Marciel menjawabnya dengan tenang dan kembali fokus pada buku yang sedang di bacanya.
Sierra diam tanpa kata. Menatap Marciel dengan begitu intens.
Dia masih saja setenang ini, pikirnya.
...*...
Bel pulang telah berbunyi, setiap siswa berjalan keluar dari kelas masing-masing dan melangkah menuju gerbang guna pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
Masih ada hari esok yang harus mereka hadapi, dan untuk itu mereka membutuhkan banyak tenaga.
Sierra berjalan menyusuri koridor seorang diri. Hubungannya dengan Laica dan Erina akhir-akhir ini menjadi agak sedikit renggang akibat kejadian beberapa waktu lalu.
Walaupun Laica sudah menjelaskan semuanya, dan Erina berusaha mengembalikan situasi. Tapi Sierra masih membutuhkan waktu untuk melupakan kejadian beberapa waktu lalu itu.
Drap! Drap!
Langkah Sierra mendadak tertahan begitu menyadari derap langkah kaki di dengarnya dari arah koridor samping tak jauh dari tempatnya berjalan.
Ia diam dengan wajah bingung melihat ke arah beberapa siswi yang berlarian menuju satu arah yang sama dengan sangat tergesa-gesa.
"Maaf, ada apa ini? Kenapa kalian semua berlari?" tanya Sierra.
Gadis yang di tanyanya itu menoleh. Dari seragam yang dipakainya, gadis itu adalah kelas II.
"Kami akan pergi ke taman belakang. Ada gosip yang mengatakan bahwa kak Shawn akan menyatakan perasaannya pada kak Erina," tutur gadis itu sambil tersenyum penuh semangat.
"Benar. Kami datang untuk melihatnya secara langsung!" sahut yang lain tak kalah antusias.
__ADS_1
Sierra tertegun mendengarnya. Ia mendadak membatu setelah mendengar apa yang mereka katakan.
Siswi tadi lantas kembali berlari meninggalkan Sierra seorang diri di koridor.
Shawn akan menyatakan perasaannya pada Erina? Sierra membatin.
Tidak mungkin! Aku harus mengeceknya sendiri! Sierra segera berlari mengikuti beberapa siswa yang melangkah menuju taman belakang sekolah.
Begitu tiba di sana, jalanan sudah di padati oleh siswa-siswi yang ingin menyaksikan langsung Shawn menyatakan perasaannya pada Erina.
Sierra berdesakan guna menerobos ke jajaran paling depan. Dan benar saja apa yang mereka katakan.
Di sana, Sierra bisa melihat dengan jelas Erina dan Shawn berdiri di tengah-tengah. Menjadi pusat perhatian semua orang.
Sierra membulatkan kedua matanya. Shawn berdiri dengan tangan terulur memberikan buket bunga di tangannya pada Erina.
Gawat, kalau Marciel sampai melihat ini… apa yang akan terjadi padanya? Sierra membatin. Matanya langsung mengedar mencari sosok lelaki yang dipikirkannya, ia harus memastikan Marciel sudah pulang dan tidak melihat pemandangan ini. Karena bagaimanapun, Sierra bisa melihat dengan jelas bahwa Marciel benar-benar mencintai Erina. Terlebih setelah ia mengamati gerak-gerik Marciel dari hari ke hari.
Sierra sering memergoki lelaki itu secara diam-diam menunjukkan perasaannya pada Erina. Tapi tidak pernah ada yang sadar.
__ADS_1
...***...