My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 42 - Aku tidak akan meninggalkanmu


__ADS_3

"Kau sama saja seperti mantanku yang lain!" tukas Erina.


Orang-orang yang menatap mereka kali ini hanya diam tanpa berkomentar. Mereka seakan mengerti dan setuju atas keputusan yang dibuat Erina.


"Mulai detik ini juga aku tidak ingin melihat wajahmu lagi. Jadi jangan temui aku, atau bahkan menampakkan wajahmu di hadapanku, mengerti?" Erina menekan kalimatnya.


Vansh tak menjawab kalimatnya.


"Ayo pergi, Lili!"


Erina beranjak dari tempatnya sambil menarik tangan Liliana yang sejak tadi hanya diam dan menatap perdebatan mereka seperti yang lainnya.


Liliana berjalan terseret di belakang Erina.


Keadaan seketika kembali seperti semula. Orang-orang yang tadi memperhatikan mereka langsung membubarkan diri dan kembali pada kegiatan masing-masing.


Di sisi lain, Raefal masih terdiam nyaris tak berkedip menyaksikan apa yang baru saja terjadi.


Ia benar-benar dibuat speechless dengan apa yang dilakukan oleh Erina barusan. Tepat dihadapannya.


"Pak!" teriakan Agustina membuyarkan lamunannya. Raefal menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati Agustina tiba dengan Jim.


Agustina melangkah keluar dari dalam mobil.


"Ayo kita kembali," katanya sambil menghampiri Raefal.

__ADS_1


"Ya…" balas Raefal pelan. Ia menoleh sekilas ke arah tempat Erina berada.


Mereka sudah pergi, pikirnya.


"Pak?"


"Ayo…" Raefal kembali merespon dengan agak sedikit lambat. Ia berlalu menghampiri mobilnya dengan Agustina di belakangnya.


"Kira-kira ada apa dengan pak Raefal hari ini, ya? Beliau tidak seperti biasanya," gumam Agustina teramat pelan bagai bisikan.



...*...


"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku." Pria itu menatap lekat sosok wanita cantik yang kini berada di bawahnya.


"Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu selamanya," ujar wanita itu dengan suara lembutnya yang khas.


Pria itu tersenyum tipis sebelum kemudian menggerakkan tubuhnya. Membuat ranjang itu kembali berguncang, melanjutkan aktivitas ranjang mereka yang sempat terjeda untuk beberapa saat.


"Ahh~" Wanita itu mengerang. Menikmati sensasi luar biasa yang dirasakannya begitu tubuh mereka menyatu tanpa sehelai benangpun.


"Aku mencintaimu…" ucap Raefal. Ia kembali menggerakkan pinggulnya dengan ritme sedang.


Wanita itu mengulurkan tangan. Mengalungkan tangannya di leher pria perkasa yang kini menggagahinya.

__ADS_1


Raefal semakin bergairah ketika wanita itu mulai mengambil inisiatif. Memulai sebuah ciuman lebih dulu. ******* bibirnya hingga menambah sensasi panas yang begitu nikmat.


"Aku juga mencintaimu…" bisik wanita itu yang kini memeluk tubuhnya erat.


Wanita itu mendekatkan wajahnya, mencium bibir Raefal dengan mata terpejam.


Raefal ikut hanyut dalam ciumannya. Matanya ikut terpejam dengan tubuhnya yang terus bergerak berirama tanpa memberikan jeda sama sekali untuknya berkonsentrasi pada ciuman mereka.


Raefal melepaskan ciuman mereka begitu keduanya sama-sama mulai kehabisan napas.


Raefal membuka kedua matanya. Pandangannya sedikit meremang karena pencahayaan yang minim. Namun begitu semuanya jelas, ia seketika melotot melihat wanita yang tengah di sentuhnya.


"E… Erina…" lirihnya.


"A… apa yang…"


"Ssttt…" Erina menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Raefal.


Raefal mengatupkan mulutnya. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi. Dirinya menyentuh Erina? Sungguh?


Erina tersenyum sambil menatapnya intens.


Wanita itu bergerak perlahan. Mendorong tubuh Raefal hingga membuatnya terguling ke arah lain.


Raefal berbaring terlentang.

__ADS_1


...***...


__ADS_2