My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 49 - Enak-enakan double date


__ADS_3

Sierra semakin naik darah begitu membuka sosial media dan langsung mendapati akun Laica yang baru saja mengunggah sebuah postingan baru.


Ia membulatkan mata. Postingan itu di upload beberapa menit yang lalu. Dalam postingannya, ia melihat Laica yang duduk berempat.


Dia duduk bersama Erina dengan ditemani oleh dua orang lelaki tampan di hadapan mereka.


Sierra tahu betul siapa dua lelaki itu. Dia adalah Marcus dan Shawn, dua orang lelaki yang cukup populer dari kelas XII-III.


Shawn adalah pria yang akhir-akhir ini dikabarkan tengah berusaha mendekati Erina.


Yang membuat Sierra kesal adalah karena Laica yang justru malah melakukan double date bersama Erina. Terlebih lelaki yang bersama dengan Laica adalah Marcus, salah satu idola yang dikaguminya.


Sierra mengepalkan tangannya erat. Su ngguh rasanya ia ingin meledak saking kesalnya melihat tingkah laku Laica.


"Aku sudah lelah menunggunya di sini selama dua puluh menit, tapi apa yang dia lakukan? Dengan seenaknya dia malah bersenang-senang dibelakangku, bahkan dia malah melakukan double date. Yang membuatku semakin kesal adalah dia melakukan double date dengan Marcus? Tidak bisa dibiarkan!"


"Awas saja kau, Laica!"


Sierra dengan kesal beranjak dari tempatnya. Meraih mantel dan mengenakannya.


Ia segera menghampiri meja kasir untuk membayar sebelum akhirnya berlalu meninggalkan cafe.

__ADS_1



Tiba di depan pintu masuk, ia berhenti sejenak dan terus berusaha menghubungi Laica. Sialnya nomor ponsel gadis itu sama sekali tidak bisa dia hubungi.


"Kau sengaja menghindar karena merasa bersalah padaku, huh?!" Sierra melotot kesal menatap nomor ponsel Laica yang tak kunjung aktif.


"Kau pikir kau bisa lari dariku? Tidak akan!" Sierra langsung mencari nomor Erina, hendak menghubunginya, dan berniat memarahi Laica lewat Erina.


"Halo?" suara Erina terdengar di seberang sana.


"Erina, aku ingin bicara dengan Laica. Dia bersamamu 'kan?"


"Halo?"


"Kau berani sekali membohongiku! Kau bilang kalau kau akan datang dalam lima menit, tapi apa buktinya?! Ini sudah dua puluh menit dan kau belum datang juga…"


"…Kau malah enak-enakan melakukan double date dengan Marcus sementara aku menunggumu di sini?! Tega sekali kau membohongiku," tukas Sierra yang langsung meledak begitu mendengar suara Laica di seberang sana.


"A… ah… itu bisa aku jelaskan…" ucap Laica dengan kalimat terbata.


"Aku sudah menelponmu berulang kali, tapi nomormu tidak aktif. Kau sengaja mematikan ponselmu agar aku tidak mengganggu kencan kalian 'kan?!" tudingnya.

__ADS_1


"Tidak, bukan seperti itu. Dengarkan aku dulu, biar aku jelaskan. Mengenai ponselku…"


"Bacot!" tukas Sierra kesal. Ia langsung memotong kalimat Laica begitu gadis itu hendak menjelaskan.


"Hatimu keras, ya…" lirih Laica di seberang sana.


"Bla, bla, bla, aku tidak dengar! Aku tidak dengar!"


"Bintang satu karena tidak ramah."


"Pokoknya aku marah padamu!" Sierra memutuskan sambungan telponnya sepihak.


"Kyaa?! Dasar menyebalkan!" teriaknya kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya di permukaan tanah bersemen yang kini menjadi tempatnya berpijak.


Tring!


Perhatiannya mendadak buyar ketika sebuah notifikasi masuk pada ponselnya. Sebuah pesan baru saja masuk dari nomor Erina.


Erina: Sierra, aku dengar dari Laica kalau kau sedang ada di cafe di dekat toko buku yang biasa?


...***...

__ADS_1


__ADS_2