
"Hey, sebelah sini!" teriak Laica pada Erina yang baru saja tiba di ambang pintu masuk.
Sierra ikut melambaikan tangan, memberi tanda bahwa mereka duduk di meja tersebut.
Erina tersenyum sambil membalas lambaian tangan kedua sahabatnya itu. Ia segera menghampiri keduanya yang sudah menunggu sejak beberapa saat yang lalu.
"Hai, maaf aku terlambat." Erina mengambil duduk di kursi kosong yang ada dihadapan mereka.
"Kami sudah menunggumu sejak tadi, dan selama menunggu, aku sudah memesankan makanan untukmu," ujar Sierra.
"Benarkah? Terima kasih."
"Kau sangat sulit dihubungi akhir-akhir ini, ada apa?" Laica meraih minumannya.
"Haha, maaf. Akhir-akhir ini aku sangat sibuk. Apalagi setelah rapat pertemuan waktu itu, sejak saat itu—aku jadi memiliki semangat untuk lebih giat lagi dalam bekerja."
"Pantas saja kau sangat susah dihubungi."
"Lalu bagaimana?" Sierra bertanya.
"Apanya yang bagaimana?" Erina menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Pekerjaanmu? Kudengar dari crew yang bekerja denganmu, kau mendapatkan projects acara baru?"
__ADS_1
"Ah, ya. Aku lupa mengabari kalian kalau aku mendapatkan beberapa projects baru, diantaranya ada acara reality show lain, dan beberapa projects film."
"Benarkah?"
"Hebat. Sahabat kita ini tampaknya akan semakin bersinar, benar 'kan?" Laica memainkan alisnya menatap Erina.
"Kau benar." Sierra menimpali.
"Haha, kalian bisa saja."
Pembicara mereka terpotong untuk sesaat begitu seorang pelayan datang membawakan semua pesanan mereka.
Si pelayan menaruh semua makanan yang mereka pesan ke atas meja, lantas berlalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Kelihatannya enak. Selama beberapa hari ini aku tidak makan dengan benar." Erina menatap makanan dihadapannya dengan wajah berbinar.
"Dasar workaholic!" Sierra menambahkan.
"Hehe…" Erina tercengir. "Walaupun begitu, untungnya aku memiliki sahabat seperti kalian yang tidak pernah lupa mengingatkanku untuk makan dengan teratur."
"Kalau tidak ada kami, sepertinya kau akan terus saja bekerja tanpa peduli untuk makan."
"Benar, haha… oh ya, omong-omong dimana Levine dan Marciel? Kenapa mereka tidak ikut? Apakah mereka sibuk?"
"Marciel sedang melakukan perjalanan bisnis keluar kota. Memangnya kau tidak tahu?" tanya Laica.
__ADS_1
"Huh? Benarkah? Sejak kapan?"
"Kebiasaan. Kau pasti tidak membuka pesanmu 'kan?"
"Pesan? Memangnya dia mengirimiku pesan?" Erina mengeluarkan ponselnya dan mengecek aplikasi perpesanan yang selama beberapa hari ini jarang sekali ia buka. Beberapa pesan begitu memenuhi kontak masuknya, dan Erina tak menyadari hal itu saking sibuknya.
"Oh, kau benar. Dia sempat menghubungiku beberapa kali," tutur Erina begitu melihat beberapa pesan masuk dari Marciel serta panggilan tak terjawab.
Beginilah Erina. Kalau sudah terlalu fokus bekerja, ia bahkan bisa sampai lupa untuk mengecek ponselnya dan akan terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
"Sangat disayangkan aku tidak bisa bertemu dengannya sebelum berangkat."
"Sebelum berangkat, Marciel sempat mengatakan padaku bahwa dia ingin bertemu denganmu sebentar. Tapi karena kau terlalu sibuk dan tidak bisa dihubungi, dia jadi langsung berangkat."
"Begitu rupanya…"
"Tadinya dia bahkan hendak menemuimu di kantor, tapi tidak jadi karena atasan kami terus menelpon dan memintanya untuk berangkat."
"Kalau begitu, mungkin aku akan menemuinya ketika dia pulang nanti dan meminta maaf. Kapan dia akan pulang?"
"Mungkin sekitar seminggu atau dua Minggu lagi."
"Baiklah, kabari aku kalau dia menghubungi kalian."
"Okay."
__ADS_1
...***...