My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 15 - Tuduhan


__ADS_3

"Dengar! Erina bukanlah wanita seperti itu. Dia tidak mungkin selingkuh dengan pria lain saat sedang menjalin hubungan dengan satu pria. Dia adalah tipikal wanita yang setia, dan jujur. Aku hafal betul bagaimana sifatnya. Jadi jangan menuduh yang tidak-tidak tentangnya, karena apa yang kau tuduhkan ini tanpa bukti. Itu bisa menjadi gosip tidak mengenakkan baginya, dan karirnya bisa saja hancur karena ulahmu itu!" tukas Liliana dengan wajah kesal.


Vansh sedikit tertohok dengan apa yang baru saja di dengarnya terlontar dari bibir wanita itu.


"Lagipula, Vansh. Bukankah kau dan Erina sudah berhubungan lebih dari satu tahun? Kenapa kau bisa berpikiran kalau Erina selingkuh dengan pria lain? Apakah selama dia berhubungan denganmu, kau pernah melihatnya dekat dengan pria lain selain dirimu, Levine, atau Marciel?"


Vansh menundukkan kepalanya. Ia merasa malu karena sudah menuduh yang tidak-tidak pada Erina, padahal dia sudah cukup lama menjalin hubungan dengannya.


"K… kau benar. Maaf, sepertinya karena kaget, aku jadi memikirkan hal yang tidak-tidak," gumam Vansh.


"Lain kali, pikirkan dulu sebelum menyimpulkan sesuatu!"


"Aku sungguh menyesal sudah berpikiran seperti itu tentang Erina."


Liliana menghela napas panjang. "Kau minta maafnya pada Erina saja. Lagipula yang memiliki masalah adalah kau dengan dia, bukan aku."


"Baiklah. Tapi, bisakah aku meminta tolong padamu?"

__ADS_1


"Minta tolong apa?"


"Tolong hubungi Erina, dan katakan kalau aku ingin bicara dengannya. Aku akan menunggu dia di sini hingga dia kembali."


"Huft~" Liliana kembali menghela napas. "Baiklah," lirihnya sambil mengeluarkan ponsel dan menghubungi Erina sesuai permintaan Vansh.



...*...


"Setelah ini tidak ada rapat apapun lagi 'kan?" tanya Raefal begitu keluar dari dalam mobil.


"Bagus, sekarang saya bisa tenang mengerjakan semua pekerjaan saya. Tolong jangan ganggu saya hingga jam pulang."


"Baik, pak. Apakah ada hal lain yang bapak perlu?"


"Bawakan saya secangkir kopi dan bawa ke ruangan saya. Itu saja."

__ADS_1


"Baik, pak. Secepatnya saya akan minta office boy untuk mengantarkan pesanan bapak."


"Kalau begitu ayo masuk." Raefal dan Agustina berbalik, hendak melangkah masuk ke dalam gedung VCorp dihadapan mereka.


"Raefal!" Suara melengking mendadak menahan langkahnya.


Raefal dan Agustina menoleh ke arah seorang wanita yang baru saja menyerukan namanya sambil berjalan menghampiri mereka.


"Wah lihat, aku datang di saat yang tepat ketika kau baru saja kembali dari rapat. Bukankah ini sangat kebetulan? Apakah jangan-jangan kita memang sudah ditakdirkan untuk bertemu dalam keadaan tepat seperti ini?" Joy Zachary. Wanita cantik berusia tiga puluh tiga tahun.


Walaupun sudah memasuki usia kepala tiga, penampilannya masih seperti wanita berusia dua puluhan. Apalagi selain di dukung oleh penampilan, wanita itu juga cukup modis dan sikapnya benar-benar seperti anak ABG.


Astaga, sungguh menggelikan. Aku ingin muntah mendengarnya, pikir Agustina. Wanita itu memutar bola matanya jengah.


Hal yang ia benci bekerja di kantor ini adalah karena adanya kehadiran makhluk halus yang selalu menempel pada Raefal ini.


Joy, tipikal wanita manja yang begitu gencar mendekati Raefal semenjak pria itu kembali ke Sciencetopia dan menjabat sebagai pemimpin sementara untuk perusahaan VCorp tempatnya bekerja.

__ADS_1


Wanita itu selalu muncul setiap hari, mengganggu Raefal seharian suntuk.


...***...


__ADS_2