My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 46 - Mengira kau sugar baby


__ADS_3

"Lalu Levine? Bagaimana dengannya?"


"Aku tidak bisa menghubunginya, mungkin dia sedang sama sibuknya denganmu," balas Laica.


"Aku juga sudah coba menghubunginya. Tapi tidak ada jawaban sama sekali." Sierra menimpali.


"Begitu, ya…"


"Oh ya, bagaimana perkembanganmu dengan Raefal? Apakah kau benar-benar mengejarnya?"



"Demi apa, kau benar-benar melakukan itu? Kau mengejar dia seperti apa yang kau katakan?" tanya Laica dengan wajah kaget.


"Aku sudah bilang 'kan? Aku memang menyukainya," balas Erina dengan nada santai. Wanita itu bicara dengan kondisi mulut yang penuh dengan makanan.


"Aku benar-benar tidak habis pikir denganmu. Sepertinya kau memang benar-benar sudah gila."

__ADS_1


"Memang apa salahnya? Dia tidak memiliki pasangan dan aku juga tidak memiliki pasangan."


"Tapi usia kalian berbeda sangat jauh. Dia lebih cocok jadi ommu."


"Perbedaan usia tidak masalah. Lagipula kita hanya berbeda…" Erina terdiam sejenak sambil mengerutkan kening. "…Sekitar sepuluh tahun," sambungnya.


"Bisa-bisanya kau bicara sesantai itu. Aku sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiranmu." Laica meraih gelas berisi jus miliknya lantas meneguknya secara perlahan.


"Jujur aku juga tidak menyangka kalau kau akan benar-benar mengambil keputusan seperti ini. Tapi ya… mau bagaimana lagi? Semua keputusan ada di tanganmu, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik,_ ujar Sierra setelah beberapa saat hanya diam dan menyimak.


"Kau mendukungnya?" Laica tak percaya.


"Lalu aku harus apa? Lagipula semua keputusan ada di tangan Erina. Oh ya, omong-omong bagaimana perkembangannya? Kau sudah berhasil menarik perhatiannya?" Sierra mengalihkan topik pembicaraan cepat. Menghindari perdebatan berkepanjangan yang terkesan tidak penting baginya.


"Belum," gumam Erina. Ia baru ingat kalau usahanya untuk mendapatkan perhatian Raefal bahkan belum dimulai sama sekali.


Pertemuan ketiga mereka bahkan tidak bisa dia sebut sebagai pemanasan sama sekali, karena impression-nya berbanding terbalik dengan apa yang dia harapkan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Bukannya kau bilang waktu itu kau sudah berhasil mengajaknya bertemu dan makan bersama?"


"Dia menolak. Katanya karena kita baru bertemu tiga kali, dan dia bilang kalau aku terlalu gegabah dalam mengambil keputusan untuk menjalin hubungan dengan seorang pria."


"Aku setuju dengannya! Lihat? Bukan hanya aku yang menganggap kau aneh dengan keputusan nyelenehmu yang tidak masuk akal itu!" komentar Laica. Wanita itu menyambar begitu saja secepat kilat.


"Sudahlah lebih baik kau berhenti saja. Jangan berhubungan dengannya, masih banyak pria lain untukmu Erina. Lagipula dari sekian juta populasi pria di dunia ini, kenapa kau ingin Raefal? Dia terlalu tua untukmu," tukas Laica.


"Sepertinya kau benar-benar tidak suka kalau aku berhubungan dengannya," kata Erina.


"Ya, aku hanya menyayangkan saja. Kau masih sangat muda, dan apa-apaan dengan seleramu? Dari sekelas Vansh yang muda, penuh kharisma dan romantis, mendadak berubah—beralih haluan ke sekelas Raefal yang notabenenya lebih tua darimu…"


"…Bahkan pria kalau orang lain melihat kau jalan bersamanya maka mereka akan langsung mengira kalau kau adalah sugar baby nya. Apakah kau ingin citramu hancur dengan berhubungan dengan Raefal? Kau akan di cap sebagai wanita simpanan seorang om-om kaya raya sekelas Raefal!" Laica bicara tanpa jeda. Meluapkan segala kalimat yang selama ini memang benar-benar ia ungkapkan pada wanita yang menjadi sahabatnya itu.


"Aku tidak peduli."


...***...

__ADS_1


__ADS_2