My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 53 - Kenapa kau harus meminta bantuanku?


__ADS_3

"Sierra, tunggu!" Laica menghentikan langkah Sierra yang baru saja akan beranjak.


Seharian ini, gadis itu terus saja menghindar dari dirinya dan Erina.


Sierra menghentikan langkahnya lantas menoleh ke arah Laica yang tampak cemas karena Sierra yang marah sudah nyaris seharian penuh.


"Apa?!" bentaknya dengan wajah kesal.


"Ada yang harus aku jelaskan padamu. Aku tidak ingin kita terus bertengkar seperti ini. Jadi, berikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya."


"Aku tidak ingin dengar apapun alasanmu."


"Ayolah, dengarkan aku. Kau harus mendengarkan semuanya agar kau tidak terus salah paham."


Sierra mendengus kesal kemudian berkata, "okay, katakan padaku!" Dengan wajah kesal.


Laica menarik tangan Sierra dan memintanya duduk di bangku taman yang tersedia di sana.


Sierra duduk dengan wajah masam. Kedua tangannya terlipat rapi di depan dada.


"Katakanlah!"


"Sebenarnya kemarin aku sudah akan berangkat ke tempat kita janjian. Tapi saat di perjalanan pulang untuk ke rumah dan mengganti pakaianku, secara tiba-tiba Shawn datang dan menarikku."


"Shawn?"

__ADS_1



...*...


Kemarin…


Laica berjalan menyusuri koridor hendak menuju gerbang depan dan pulang untuk mengganti pakaiannya.


Seperti janji yang telah dia buat dengan Sierra, mereka akan berangkat ke toko buku untuk membeli beberapa buku yang mereka butuhkan.


Karena tugas piket, Laica jadi meminta Sierra pulang lebih dulu dan menunggunya di kafe, dan ia akan menyusul setelahnya.


"Kenapa aku harus tetap piket di tengah-tengah udara dingin seperti ini?"


"Padahal udara dingin seperti ini lebih nyaman kalau langsung pulang dan bermalas-malasan dalam balutan selimut tebal."


Brakk!


Tanpa aba-aba lebih dulu, Shawn muncul dan memojokkan dirinya. Membuat Laica spontan terkurung di antara tangan kokohnya yang kini bertumpu pada dinding di belakangnya.


"S… Shawn…" Laica terbata-bata ketika sadar siapa yang baru saja muncul dan mengejutkannya.


Pria tampan dihadapannya itu terdiam tanpa menjawab kalimatnya. Ia lantas menarik sebelah sudut bibirnya membentuk smirk.


"Aku butuh bantuanmu," gumamnya.

__ADS_1


"H… huh?" Laica menatapnya dengan raut wajah bingung.


"Ikut aku!" Shawn menarik Laica dan membawanya pergi dari sekolah. Pria itu membawanya masuk ke dalam mobil dan pergi tanpa menjelaskan kemana mereka akan pergi.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan? Aku memiliki janji untuk bertemu dengan Sierra sepulang sekolah. Lagipula kemana kau akan membawaku?" celotehnya.


Shawn tak menjawab dan memilih untuk terus fokus pada jalanan hingga akhirnya mereka tiba di sebuah kafe tak jauh dari sekolah.


"Kita bicara di dalam," katanya.


"Tapi, aku benar-benar tidak memiliki waktu untuk…"


Shawn benar-benar tidak memberikannya kesempatan untuk bicara. Ia menarik Laica dan membawanya masuk ke dalam kafe.


Di dalam, mereka duduk di meja yang terletak di dekat pintu masuk. Shawn langsung memesankan minuman untuknya.


"Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu!" Shawn menatap Laica dengan raut wajah serius.


"Bantuan seperti apa yang sebenarnya kau maksud? Lalu, kenapa kau harus meminta bantuanku?"


"Karena aku tidak bisa meminta bantuan orang lain selain dirimu. Ini tentang Erina!"


"Erina?" Laica menaikkan sebelah aslinya bingung.


"Kau tahu sendiri 'kan kalau aku menyukainya, dan aku sedang berusaha mendekatinya. Maka dari itu, aku meminta bantuanmu."

__ADS_1


"Bantuan seperti apa yang harus kuberikan agar kalian bisa dekat?"


...***...


__ADS_2