
Hello!!
Happy Reading!!
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Keesokan Harinya!
Sekarang Sean dan Viana sedang Sarapan di meja makan.
Hening!
Hening!
Hening!
" Vi.." Panggil Sean.
" Ya Om!! ."
" Kamu ga ada niat buat Pulang? ."
Viana langsung menyudahi sarapan nya dan mentap Sean dengan mata Nanarnya.
" Om ngusir Vian? ."
Hiks..Hikss..Hiks..
" Bukan!! Kok kamu jadi nangis sih, Pan Om cuma nanya. " Sean mulai bingung karna Viana tiba tiba menangis hanya karna pertanyaan Sepele.
Sementara itu Viana sudah tau maksud mengapa Sean mempertanyakan itu, Viana lebih memilih menangis agar bisa mengalihkan pembicaraan. Viana tau Sean sebenarnya takut menghadapi Dad nya karna takut merusak persahabatan mereka. Kalau sampai suatu saat nanti Dadnya tau yang menyembunyikan Viana adalah Sean.
" Yaudah Kita bahas lain. Oh ya kamu masih mau lanjutin sekolah kamu kan? ."
" Ehmpp. I-Ituuu? ."
" Kamu takut Dad mu akan mencarimu ke Sekolah mu ? ." Tanya Sean dengan Wajah yang sedikit menelisik. Namun hanya di jawab anggukan oleh Viana.
" Kalau kamu pindah sekolah gimana? Tapi walau kamu pindah Sekolah, kamu tetep harus Home Schooling dulu beberapa bulan Vi. Dadmu pasti akan mencarimu ke beberapa Sekolah. Karna --- " Sean menghentikan ucapan nya yang hampir keceplosan.
" Karna apa Om?."
" Enggak!! Gimana, kamu mau? ." Sean langsung mengalihkan pembicaraan nya.
" Iya mau Om. "
" Yaudah, Nanti Om bakal suruh Asisten Om buat ambil beberapa brosur dari beberapa sekolah, Sore kamu lihat ya. Om berangkat dulu."
Viana mengantarkan Sean sampai kedepan pintu. Tak lupa dengan Sean yang mengulurkan tangan nya untuk menyalami Viana. Layaknya seperti seorang suami istri.
Mulai hari itu Viana berfikir untuk berubah menjadi wanita mandiri. Dia tidak ingin menyusahkan Sean, Karna Sean mau menerima nya untuk tinggal di Apartment.
__ADS_1
Viana mengambil alih untuk mengurus Apartment Sean sendirian. Viana meminta kepada Sean untuk memberhentikan Mbok Nah yang biasa datang Dua kali seminggu untuk membersikan Apartment dan Sean tak bisa menolak nya.
• • • • • • • • •
Tiga Bulan berlalu!!
Sean dan Viana sudah terbiasa tinggal bersama. Viana yang selalu mengurus segala kebutuhan Sean, Dari menyiapkan Air mandi untuk Sean, Menyiapkan pakaian untuk Sean berangkat ke kantor, Bahkan memasak sarapan dan makan malam karna sekarang Viana sudah bisa memasak karna diajari oleh Sean.
Saat Weekend Sean selalu membantu Viana untuk membersikan Apartment. Keduanya selalu menghabiskan waktu bersama. Dan selama itulah Sean berusaha menyembunyikan keberadaan Viana dari sahabatnya sendiri yang tak lain adalah ayah Viana.
Diam diam Kedua ternyata Jatuh cinta. Namun Tidak ada yang berani mengatakan lebih dulu. Hanya mampu menyimpan perasaan nya dalam dalam.
BUK!
BUK!
Viana melemparkan Bantal Sofa ke arah Sean yang baru saja masuk mengendap endap. Viana sudah menyiapkan dirinya, Viana sudah hafal dengan situasi di Apartment Sean yang kini sudah dianggap rumahnya.
" Aww!! Sakit Vi. " Keluh Sean seraya mengelus kepalanya yang terkena bantal yang dilempar oleh Viana.
" Om Sean kebiasaan. Setiap pas Vian ngepel lantai pasti Om Sean pulang."
Namun Sean hanya cengengesan mendengar Omelan Viana.
" Jadi gimana, Ini kan jam pulang kerja. Masa Om ga boleh masuk. "
" Sekarang Om berdiri disitu dulu sampe nunggu Lantainya kering. " Perintah Viana.
" Om Seaaaaaaaaaaan!! ." Teriakan Viana menggema memenuhi seisi ruangan Apartment Sean.
Brakk!!
Sean menutup pintu kamar sedikit kuat. Dia langsung tersenyum memikirkan Viana. Omelan Viana setiap hari sudah seperti makanan sehari hari untuk Sean, Tapi Sean menyukainya.
Sementara itu, Viana yang kesal langsung lari ke lantai dua untuk menyusul Sean.
" Om Sean, Bukaaaaa!! ."
" Mampus Gue, Alamat gue kena jewer lagi. "
CEKLEK!
Sean membuka pintu kamarnya dengan Was - Was. Benar saja, Viana langsung menyerang Sean dengan menjewer Sean sampai Sean berteriak kesakitan.
" Iiiiiiihhhhhhh.. Gak ada kapoknya ya." Viana langsung menjewer telinga Sean dengan kuat.
" Iya.. iyaaa Ampun Vii.. Om gak akan ngulangin lagi.. Om janji. " Teriak Sean yang kesakitan.
" Setiap hari Om bilang kaya gitu. Udah bosen Vian dengerin nya. Setiap hari juga Viana jewer Telinga Om, Tapi Om masih tetep ngulangi. "
" Iya Om janji ga akan ngulangin lagi. Ini bener Vi sakit banget. "
__ADS_1
Viana langsung melepaskan jeweran nya.
" Om beneran sakit? ."
" Tapi Boong. " Sean langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi dengan teriakan Viana yang terdengar Kuat.
" Om Seaaaaaaaaaan!! ."
Setelah 20 Menit lama nya Sean di dalam kamar Mandi, Akhirnya Sean kelyar dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
" Masih kesel? ." Tanya Sean yang melihat Viana yang sedang duduk di meja belajarnya.
" Udah deh, kalau minta keringin rambut sini cepet Vian keringin, Gausah basa basi. Jadi basi tau gak." Jawab Viana ketus.
" Galakk amat sih!! ." Sean memberikan handuk kecil pada Viana untuk mengeringkan Rambutnya.
Hening!
Hening!
Hening!
" Vi.. jangan ngambek terus donk!! Besok Om udah berangkat ke Spanyol. Om ga tenang ninggalin kamu kalau masih ngambek. "
" Vian ga ngambek kok, Vian juga udah siapin baju Om di dalam koper. " Viana memang sudah hafal. Setiap Tanggal 12 Sean pasti terbang ke Spanyol Setiap Bulannya.
Sean membalikkan Badannya yang sekarang berdiri di hadapan nya.
" Kalau ga ngambek kenapa cemberut gitu. " Sean mengelus pipi Viana.
" Om Sean juga ngapain sih sebenernya ke Spanyol Setiap Bulan, Tanggalnya sama juga. " Viana yang sudah terbiasa bersama Sean merasa berat ditinggal Sean.
" Cieee.. Kamu takut jauh ya dari Om. Om ga lama kok. Seminggu ajah!! ."
" Iya iyaaaa.. Sekalian gausah pulang. "
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Wohobho Jadi penasaran Sean ngapain srtisp bulsn ke Spanyol.
Sean : Gue kerjaaa.. Ngapa lu disini?
Author : Mau ikut ke Spanyol lah..
Sean : Lah, Ngapain??
Author : Gue mau tau ngapain lu di Spanyol..
Sean : Lah.. pan lu yang buat cerita.. kok ngikutin gua.
Author : Mana tau lu belok wkwkwkwkwkw
__ADS_1