My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 61 - Fashion


__ADS_3

"Bagaimana kalau sebelum pulang ke penginapan, kita pergi ke mall dulu?" Liliana menoleh pada Erina yang terduduk di sampingnya.


"Untuk apa? Aku lelah, aku ingin segera sampai dan beristirahat."


"Aku harus membeli beberapa barang sebelum kita kembali ke Future City."


"Tidak bisakah kau beli saja setelah kita pulang besok?"


"Tidak bisa, karena semua barang yang harus aku beli hanya ada di Scity Town. Jadi boleh, ya? Aku janji hanya sebentar saja." Liliana menatap Erina penuh harap.


"Huft~ baiklah. Tapi hanya sebentar."


"Okay! Terima kasih banyak." Liliana tersenyum simpul. Ia menginjak pedal gas dan mengendarai mobilnya menuju salah satu pusat perbelanjaan.


Bagaimanapun, dia harus memanfaatkan hari-hari terakhir mereka di Scity Town untuk berbelanja. Jarang sekali dia memiliki kesempatan untuk berkunjung ke kota fashion-nya Sciencetopia.


__ADS_1


...*...


Liliana menghentikan laju mobil mereka di sebuah pusat perbelanjaan. Ia melangkah keluar bersama dengan Erina begitu selesai memarkirkan mobil di tempat parkir yang tersedia di sana.


Mereka melangkah masuk ke dalam mall yang kini tampak di penuhi oleh beberapa pengunjung yang datang.


"Woah…" Liliana berdecak kagum. Bayangkan saja, pusat perbelanjaan yang mereka kunjungi saat ini adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan terluas di seluruh penjuru Sciencetopia.


Menjadi mall yang besarnya bahkan melebihi mall terbesar di ibukota Future City.


Liliana menghirup udara dalam-dalam. Ia memejamkan kedua matanya sambil tersenyum.


Erina hanya meliriknya sekilas. Jelas betul kalau Erina tidak mengerti apa spesialnya tempat ini. Bagi Erina, mall ini sama saja seperti mall pada umumnya. Tidak ada yang istimewa apalagi menarik baginya.


Yang membuat mall ini menonjol hanya karena luasnya yang begitu besar. Selain itu, tempat ini menjadi pusatnya fashion di Sciencetopia. Tapi selebihnya menurutku tidak ada yang istimewa sama sekali, pikir Erina.


Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Ada banyak sekali pengunjung di mall itu, bahkan bagian lantai dasar saja sudah terlihat cukup padat.

__ADS_1


"Kita akan kemana dulu?" Erina menoleh pada wanita yang sejak tadi bersamanya itu.


"Aku ingin mengunjungi toko pakaian. Salah satu brand ternama yang akhir-akhir ini sering muncul di internet." Liliana menjawab. Wanita itu mengutak-atik tablet dalam genggamannya lalu menunjukkan layarnya pada Erina.


"Brand pakaian yang sering muncul di internet?" Erina menaikkan sebelah aslinya. Ia menatap layar tablet di tangan wanita itu.


Liliana membuka internet dan mencari sebuah foto brand yang menggunakan seorang model wanita cantik sebagai brand ambassador untuk pakaian mereka.


"Ya. Brand yang pakaiannya sering di pakai oleh model ternama sekelas Melody!"


"Melody?" Erina meliriknya lagi. Nama yang terasa tidak asing, tapi benar-benar tidak bisa diingatnya.


"Aduh, kau pasti tidak tahu siapa dia 'kan? Melody itu model internasional yang kemarin muncul di sampul majalah utama. Akhir-akhir ini karirnya sedang bersinar."


"Aku tidak pernah punya waktu untuk memperhatikan hal-hal tidak penting seperti itu. Lagipula apa istimewanya pakaian yang dia pakai? Bagiku tetap sama saja."


"Ahh, Erina ini tidak tahu tentang fashion. Sekali-kali kau harus belajar untuk mengikuti trend fashion di majalah."

__ADS_1


"Aku tidak punya waktu untuk itu. Sudahlah, lebih baik kita pergi dan selesaikan semuanya sekarang."


...***...


__ADS_2