My Sugar Daddy

My Sugar Daddy
Bab 37 - Terlihat begitu mirip


__ADS_3

"Apa yang anda lakukan di sini?"


"Sejak pertemuan kita, aku memang jadi melanjutkan beberapa kerjaan di sini yang terus berlanjut sampai sekarang. Eh?" Erina merogoh tasnya saat dering ponsel di dengarnya.


"Aku harus pergi sekarang. Pekerjaanku membutuhkan aku," kata Erina begitu melihat Liliana kembali berusaha menghubunginya.


"Sampai jumpa." Erina berbalik. Meninggalkan Raefal seorang diri di sana.


Raefal terdiam. Sekali lagi dirinya dibuat terpaku menatap Erina dari belakang.


Senyumannya…


Penampilannya yang seperti itu…


Entah mengapa, semuanya benar-benar mirip dengan dia.



...*...


"Maaf aku terlambat." Erina berjalan menghampiri Liliana di sana.


Perhatian semua orang langsung tertuju padanya yang baru saja tiba. Semua orang seketika melongok saat melihat Erina dengan penampilan seperti sekarang.


Orang-orang menatap Erina dengan mulut menganga, dan mata melotot nyaris keluar.


"Okay, mari kita mulai," ujar Erina begitu tiba di hadapan Liliana.

__ADS_1


"Maaf, kau siapa?" Juliana bertutur pelan dengan wajah terbengong.


"Huh? Apa maksudmu? Aku ini Erina!"


"Eh?" Juliana tersentak mendengarnya. "E… Erina?"


"Kenapa kalian semua melihatku seperti itu?" Erina menatap ke sekeliling.


"Huft~ sudah kuduga aku memang terlihat aneh dengan penampilan seperti ini," gumamnya pelan sambil menghela napas.


"Kau cantik…" tutur Liliana.


"Apa?"


"Kau sangat cantik."


Semua orang mengangguk setuju dengan kalimat Liliana dan Ran barusan.


Erina terbengong dengan wajah tak percaya.


Reaksi macam apa ini? pikir Erina. Sungguh diluar dugaan.


Tadinya aku pikir mereka akan menertawakanku karena aku berpenampilan aneh seperti ini, dan tidak seperti biasanya, batin Erina.


"Ini adalah pertama kalinya aku melihat anda berpenampilan secantik dan sefeminim ini. Anda benar-benar mirip seperti Melody. Model cantik yang musim ini menjadi model utama di majalah koleksi busana internasional," puji Ran dengan wajah berbinar menatap Erina berpenampilan seperti saat ini.


"Haha, aku tidak menyangka kalau akan seperti ini jadinya…" Erina terkekeh kaku.

__ADS_1


Melody? Siapa dia? Namanya terdengar familiar. Tapi aku tidak tahu dan tidak pernah lihat dia, batin Erina.


"S… sudahlah. Mari kita mulai syutingnya." Erina cepat-cepat mengalihkan pembicaraan. Sungguh, dia merasa tidak nyaman dengan tatapan semua orang terhadap dirinya yang begitu memperhatikannya secara intens.


...*...


Mengapa dia terlihat begitu mirip dengannya?


Cara dia tersenyum… apalagi dalam look seperti tadi…


Dia benar-benar sangat mirip dengan dia…


Raefal terdiam dengan pikirannya yang terus dipenuhi oleh sosok Erina yang tadi dijumpainya dalam look yang berbeda dari sebelum-sebelumnya.


...*...


"Kerja bagus untuk hari ini, semuanya. Sekarang mari berkemas dan kembali ke kantor. Mulai besok, kita akan kembali syuting di studio seperti biasa," teriak Erina begitu seluruh pekerjaan mereka selesai.


"Kita akan kembali syuting di studio?" tanya Juliana. Erina mengangguk sebagai jawaban.


"Syukurlah. Akhirnya kita kembali syuting di kantor. Jujur saja aku lebih nyaman syuting di studio karena kita tidak perlu repot-repot pulang pergi dari kantor ke lokasi syuting." Juliana kegirangan.


Erina hanya bisa tersenyum menanggapi reaksi wanita itu.


Beberapa hari ini, aku lihat dia sudah tidak pernah datang lagi ke kantor. Mungkin pada akhirnya dia mengerti dan bisa menerima kalau hubungan kita memang sudah berakhir.


Sekarang tidak ada yang perlu aku cemaskan lagi, pikir Erina.

__ADS_1


...***...


__ADS_2