Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Pemawar


__ADS_3

Grea tersenyum tipis saat Arvan menatapnya penuh dengan keterkejutannya apalagi saat dia hendak beranjak dari duduknya Grea sudah lebih dulu mendudukkan dirinya di atas pangkuan Arvan.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Arvan yang terdengar sangat dingin.


Grea tidak memperdulikan tatapan dan sikap Arvan yang berubah kembali dingin terhadapnya.


Grea mengalungkan tangannya ke leher Arvan


" Maaf !" ucapnya begitu terdengar lirih membuat Arvan seketika mengerutkan keningnya


" Maaf karena aku sudah membuatmu marah dan kesal. aku akan kuliah tapi izinkan aku untuk tetap bekerja ya?" ucap Grea sambil menundukkan wajahnya.


Arvan mendengus kesal pasalnya sang isteri masih dengan kerasa kepalanya ingin tetap bekerja.


" Lalu bagaimana dengan kuliahmu, Hem?" tanya Arvan menekan rasa egonya.


" Aku ambil jam siang saja, bolehkan?" tanya Grea sambil mengerucutkan bibirnya


" Maksudnya?" tanya Arvan yang tidak begitu paham dengan jalan pikiran Grea


" Sebelum jam istirahat aku izin kuliah ya nanti sekitar jam 2 aku akan kembali lagi untuk bekerja, bagaimana?" tanya Grea yang masih duduk di atas pangkuan Arvan.


" Kau akan lelah sayang, sebaiknya kau tidak usah bekerja lagi kau masih bisa menemaniku disini " ucap Arvan seraya mengusap rambut Grea dengan lembut.


" Suamiku yang tampan aku tetap ingin bekerja, aku bosan jika berada di rumah terus dan aku juga tidak akan memberikan kesempatan untuk para pelakor datang menggoda suamiku" ucap Grea membuat Arvan langsung tertawa


" Katanya tidak cemburu tapi kenapa kedengarannya isteri ku ini jadi begitu posesif ya?" ucap Arvan memeluk erat sang isteri.


" Siapa suruh suamiku ini tampan dan juga tajir" ucap Grea sambil tertawa kecil.


" Baru sadar kalau suamimu ini selain tampan juga tajir, Hem?" Arvan mendusel-dusel kepalanya di ceruk leher Grea membuat Grea memekik tertawa kegelian.


" Mas geli, sudah ih... geli " ucap Grea membuat Arvan langsung menghentikan aksinya.


" Apa kamu bilang tadi, mas?" tanya Arvan menatap lekat manik mata Grea


" Masa sih, salah dengar kali !" elak Grea sambil tertawa


" Tidak mungkin, kamu tadi panggil mas iya kan?" Grea menggeleng sambil tertawa kecil


" Ayo dong sayang, panggil dengan sebutan itu lagi!" pinta Arvan dengan manja dan Grea menggeleng


" Ya sudah berarti kamu tidak boleh bekerja sambil kuliah " ancam Arvan.


" Loh kok gitu sih" Grea memberengut


" Biarin" Arvan pun ikut memberengut.


" Iya deh iya, mas suamiku yang tampan boleh ya?" ucap Grea dengan suara yang dibuat semanja mungkin.

__ADS_1


" emmm... boleh gak ya?" ledek Arvan


" Boleh dong ya?" ucap Grea yang tiba-tiba mengecup pipi Arvan membuat Arvan tersentak keget dengan sikap Grea yang begitu agresif hari ini.


" Isteri ku sudah pandai menggoda rupanya,?" ucap Arvan tersenyum senang


" Menggoda suami sendiri itu tidak berdosa tapi justru berpahala" ucap Grea


" Lebih berpahala lagi kalau kita_!" Arvan menaik turunkan alisnya dengan genit


Grea yang sadar akan arah pembicaraan Arvan terlebih dengan sikap Arvan yang sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Grea dengan cepat Grea langsung menutup wajah Arvan dengan tangannya.


" Mas!" ucap Grea membuat Arvan mendengus kesal


" Apalagi hem?" tanya Arvan dengan raut wajah kecewa


Grea mengelus rahang Arvan yang nampak mengeras. " Mas aku gak mau ya kalau kamu mengajak aku untuk melakukannya di sini di kantor" ucap Grea yang tahu Arvan terlihat kecewa.


" Memang kenapa sayang, disana ada kamar" ucap Arvan santai


" Aku gak mau, enak saja mas mau mengambil sesuatu milikku yang paling berharga di tempat seperti ini, gak lucu tau " kesal Grea


" Lalu mau kamu dimana?"


" Ya terserah tapi tidak ditempat kerja" sahut Grea. " Setidaknya di tempat yang romantis " tambahnya


" Kelamaan sayang, sekarang saja ya!" rayu Arvan memelas.


" Kapan?" Arvan kembali memeluk Grea posesif


" Emmm... nanti pokoknya" ucap Grea ngasal.


" Ya sudah tapi kalau ini boleh ya?" Arvan tanpa banyak tanya lagi langsung menarik tengkuk leher Grea dan melakukan aksinya ******t bibir Grea dengan sangat rakus membuat Grea membulatkan matanya mendapat serangan dadakan tersebut tapi lama-lama ia pun turut membalas ******* Arvan yang berubah lembut.


Ceklekk


Keduanya terperanjat kaget saat pintu ruangan tiba-tiba terbuka dari luar. spontan Grea langsung turun dari pangkuan Arvan dengan wajah yang sudah semerah tomat tapi tidak dengan Arvan, dia tetap bersikap santai bahkan seolah tidak terjadi apa-apa.


" Maaf!" ucap Hanan menundukkan kepalanya dan hendak beranjak pergi


" Ada apa?" tanya Arvan yang bersikap biasa-biasa saja tapi tidak dengan Grea yang masih memalingkan wajahnya karena malu terhadap sekretaris Hanan.


" Maaf Presdir rapat yang anda perintahkan tadi sudah siap, semua staf sudah menunggu anda" ucap Hanan memberitahu atasannya


" Baiklah, tunggu 5 menit lagi nanti aku segera menyusul" ucap Arvan


" Baik Presdir" Ucap Hanan beranjak pergi dari ruangan Presdir.


" Sepertinya suasana hati Presdir sudah membaik, nyonya muda memang penawar untuk meredakan kemarahan Presdir" gumam Hanan dalam hati

__ADS_1


" Tuh kan ihh..aku malu tau" ucap Grea sambil memberengut


" Ya udah, kamu mau tunggu disini atau mau kembali ke tempat mu?" tanya Arvan menarik Grea ke dalam pelukannya.


" Aku kembali ke ruangan ku saja ya, sendiri di sini bisa bosan aku nanti" ucap Grea seraya mengurai pelukannya.


" Ya sudah kalau begitu, aku rapat dulu ya!' ucap Arvan mengecup sekilas kening Grea dan Grea mengangguk pelan dengan tersenyum malu-malu.


Arvan keluar dari ruangannya dan tidak lama Grea pun keluar dari ruangan tersebut.


" Grea!" panggil mbak Vivi sekretaris Arvan yang berada di depan ruangan Arvan.


" Iya mbak ada apa?" tanya Grea saat sudah berada di hadapan mbak Vivi


" Kamu hebat Grea" ucap mbak Vivi membuat Grea mengerutkan keningnya


" Maksudnya mbak Vivi apa ya?"


" Kamu bisa menenangkan singa ngamuk" ucap mbak Vivi sedikit berbisik


" Singa?' tanya Grea dan mbak Vivi mengangguk pelan.


" Presdir" bisiknya lagi


" Mbak Vivi ngatain Presdir singa? hayoo.. aku laporin loh!" ucap Grea menakut-nakuti


" Duh Grea jangan dong, aku kan cuma bercanda" ucap mbak Vivi memelas


" Ya mbak Vivi sih galak-galak gitu suami aku loh yang mbak bilang singa" ucap Grea sedikit berbisik


" Iya juga ya Gre, pantas kalau langsung lulus. kamu kasih apa Grea?"


" Biasa mbak di elus-elus sedikit biar tenang" sahut Grea asal


" Apanya yang di elus-elus Gre sampai langsung berubah gitu, dari yang tadi sangar bikin jantung mau copot eh barusan malah senyam-senyum gitu. baru pertama loh mbak lihat Presdir senyum seperti itu" ucap mbak Vivi


" Masa sih mbak?"


" Beneran, selama mbak jadi sekretaris Presdir baru hari ini mbak melihat senyumnya Presdir walaupun sangat tipis tapi masih terlihat tersenyum gak sesangar biasanya sebelum mengenal kamu" ucap mbak Vivi lagi.


" Ah mbak Vivi bisa saja"


" Semoga saja kalian itu selalu rukun dan langgeng ya Grea sampai punya anak cucu. biar Presdir gak uring-uringan terus. kalau ada kamu kayaknya suasana hati Presdir jauh lebih baik Grea"


" mbak Vivi terlalu berlebihan"


" Beneran Gre"


" Ekhemm!" deheman seseorang membuat keduanya terkesiap dan berhenti berbicara.

__ADS_1


" Kau!" ucap Grea saat menoleh kebelakang


__ADS_2