
Hari ini Grea sudah diperbolehkan pulang, dan Grea memutuskan untuk sementara tinggal di kediaman orang tuanya sendiri.
" Kenapa gak tinggal di rumah mamah aja sih sayang?" tanya Arvan yang saat ini sedang berada di dalam kamar Grea
" Mas bukannya aku gak mau tinggal di rumah orang tua kamu tapi anak perempuan yang baru saja melahirkan biasanya akan lebih membutuhkan keberadaan orang tuanya sendiri, begitu juga aku yang saat ini sangat membutuhkan mommy Marla"
" Tapi mamah juga sangat menyayangi kamu dan dia juga tidak membedakan yang mana anak dan menantu" tutur Arvan
" Iya aku paham, tapi untuk saat ini boleh ya kita tinggal di sini untuk beberapa waktu?" pinta Grea dengan manja
" Apapun untuk mu sayang!" sahut Arvan lembut
Grea merasa sangat bahagia memiliki keluarga yang begitu menyayanginya tapi jauh di dalam lubuk hatinya iapun merasa sedih dengan keadaan kakaknya yang gagal menikah bahkan wanita yang seharusnya menjadi kakak iparnya kini malah menjadi adik iparnya.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Arvan yang melihat segurat kesedihan di wajah Grea.
Grea tersenyum dan menggeleng pelan " Aku tidak apa-apa mas" sahut Grea berbohong
" Jangan menyembunyikan sesuatu dari ku sayang, aku bisa melihat kalau kamu saat ini sedang tidak baik-baik saja" tutur Arvan membuat Grea menundukkan wajahnya
" Ada apa hem, katakan apa yang sudah mengganggu pikiran mu?" tanya Arvan dengan sangat lembut
" Mas, saat ini aku merasa sangat bersalah dengan bang Jimmy" tutur Grea
" Merasa bersalah, kenapa?" tanya Arvan yang mengerutkan keningnya
" Apakah kita pantas mas bahagia diatas penderita orang lain terlebih dia adalah kakakku sendiri?" tanya Grea membuat Arvan semakin tidak mengerti dengan cara berpikir sang isteri
" Seharusnya yang tengah berbahagia saat ini adalah bang Jimmy, menikah dengan wanita yang sangat ia cintai dan memiliki buah hati yang lucu" Grea menggemukkan napasnya berat
" Kak Arin_" ucap Grea langsung di ralat
" Arin, dia adikku yang berarti adikmu juga. jangan panggil dia kakak" protes Arvan
" Iya seharusnya dia menjadi kakak ipar ku bukan adik ipar ku" sahut Grea membuat Arvan jengkel mendengar ucapan Grea
" Kenapa? apa sekarang kamu merasa menyesal menikah dengan ku?" tanya Arvan dengan sedikit menaikan nada bicaranya.
" Bukan begitu hanya saja_"
" Hanya saja apa?" tanya Arvan dengan nada yang sudah tidak bersahabat
Grea tiba-tiba terisak membuat Arvan menghela napasnya panjang lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
" Aku tidak tahu arah pembicaraan mu saat ini, aku hanya merasa kalau kamu menyesali pernikahan kita" ucap Arvan yang saat ini tengah duduk di sofa yang berada di kamar Grea
" Aku... aku mendengar saat kak maksudku Arin menyatakan perasaannya kepada bang Jimmy, dia menyesali perbuatannya dan berharap bang Jimmy mau memaafkannya dan menerima cintanya kembali" ucap Grea disela Isak tangisnya membuat Arvan menatap lekat ke arah Grea lalu beranjak dari duduknya dan perlahan berjalan menghampiri Grea yang tengah duduk di tepi tempat tidur.
" Arin masih sangat mencintai bang Jimmy dan dia menyesal sudah meninggalkan bang Jimmy" lanjutnya lagi
" Dan aku pun melihat dengan jelas kalau bang Jimmy sebenarnya masih sangat mencintai Arin karena itulah ia berpura-pura lupa dengan Arin" tutur Grea kembali
Arvan hanya menghela napasnya panjang lalu duduk di samping Grea dan menarik Grea ke dalam pelukannya.
" Semua yang terjadi diantara kita dan juga bang Jimmy tidak lepas dari takdir tuhan, apakah kita pantas marah dan mengeluh?" Grea menggeleng pelan
" Seandainya Arin tidak pergi pada saat itu mungkin sampai hari ini aku masih hidup melajang dan hanya menyibukkan diri dengan pekerjaan kantor dan masih menjadi es balok yang dingin" ucap Arvan membuat Grea mendongak menatap lekat wajah sang suami.
" Aku mungkin bisa dibilang egois karena merasa bersyukur dengan kepergian Arin pada saat itu dan membiarkan kita menjadi pengantin pengganti" lanjutnya
" Bahagia diatas penderitaan orang lain bukanlah salah kita jika tuhan yang memang sudah menghendakinya, Arin dan bang Jimmy mungkin memang ditakdirkan untuk tidak bersama, jadi bukan salah kita jika menjadi penghalang cinta diantara mereka" Arvan mengurai pelukannya dan menatap lekat wajah Grea
"Dengar sayang, kita mendapatkan kebahagiaan ini tidak dengan mudah. banyak aral dan rintangan yang harus kita hadapi demi meraih semua kebahagiaan ini. mungkin saat ini bang Jimmy dan juga Arin sedang bersedih tapi esok lusa dan nanti kebahagiaan mereka pasti akan mereka dapati. Tidak bersama bukan berarti tidak akan mendapatkan hidup yang bahagia semua hanya menunggu waktunya saja!" ucap Arvan mengecup kening Grea penuh cinta.
" Hari ini mungkin kita yang diberi kebahagiaan, esok atau lusa kebahagiaan mungkin akan menghampiri mereka" lanjutnya lagi membuat Grea tersenyum dan memeluk Arvan dengan erat
" Iya mas, maaf sudah membuat mu marah" ucap Grea dengan sendu
" Tidak ada yang perlu dimaafkan, karena semua itu murni datangnya dari hati kegelisahan dan kekhawatiran sang adik yang begitu menyayangi sang kakak" sahut Arvan.
" Terima kasih mas!" Grea semakin mengeratkan pelukannya membuat Arvan tersenyum bahagia dan mendaratkan kecupan berkali-kali dipucuk kepala Grea
🖤
Sementara di sebuah taman seorang gadis tengah menangis seorang diri setelah mendapatkan penolakan dari pria yang begitu ia cintai hatinya merasa sakit karena telah dikhianati.
Gadis itu memang sudah lama menyembunyikan hubungannya dengan sang kekasih dan itupun atas permintaan sang kekasih. awalnya gadis tersebut merasa keberatan tapi sang kekasih selalu memberi alasan yang membuat gadis tersebut berpikir dan akhirnya setuju dengan permintaan kekasihnya itu.
Flashback on
" Sampai kapan kita terus menyembunyikan hubungan ini?" tanya sang gadis
" Sabarlah sebentar, nanti juga kita akan memberitahu mereka tentang hubungan kita" jawabnya dengan sedikit emosi
" Iya tapi kapan?" tanya gadis tersebut
" Sampai kamu percaya sepenuhnya dengan ku" sahutnya dengan senyum yang sulit di artikan
" Apa selama ini aku tidak percaya padamu, aku percaya padamu karena itu aku mau menjalin hubungan ini?" ucap gadis tersebut
" Kau belum sepenuhnya percaya padaku sayang" ucap pria tersebut yang kini sudah mendekati gadis tersebut dan mengusap dengan lembut wajahnya
" Apa maksudmu?" tanya gadis tersebut
__ADS_1
" Kau selalu saja menolak saat aku ingin menyentuhmu" jawab pria tersebut seraya menarik gadis yang tidak lain adalah Caca kedalam pelukannya
" Lepaskan aku Micko!" protes Caca memberontak pada Micko yang berstatus kekasihnya
" Kenapa?" Tanya Micko yang tidak juga melepaskan tangannya dari pinggang Caca
" Micko ini salah dan kau tahu itu, aku sudah berkali-kali mengatakannya bukan!" sentak Caca membuat Micko kesal dan langsung menghempaskan Caca dengan kasar membuat gadis tersebut hampir terjungkal.
" Jika kamu benar-benar mencintai ku tidak sepantasnya kamu melakukan hal itu kepadaku Micko"
" Mencintai mu? ha...ha..ha..." Micko tertawa mendengar ucapan Caca membuat Caca mengerutkan keningnya dan bertanya dalam hati
" Kamu terlalu bermimpi" sahutnya
" Apa maksudmu?" tanya Caca
" Dengar baik-baik gadis bodoh, aku tidak pernah mencintaimu sedikitpun" sahut Micko dengan penuh penekanan
Jlepp
Caca menatap tajam ke arah Micko
" Selama ini aku hanya ingin mengetahui sejauh mana persahabatan kalian, kau dan Grea"
" Aku ingin membuatnya terluka melalui kau sahabatnya" ucap Micko
" Apa maksudmu?" Caca semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan Micko
" Sudah lama aku menyukai Grea tapi apa, tiba-tiba saja dia bilang sudah menikah. kecewa itulah yang aku rasakan apalagi dia merahasiakan semuanya"
" Kau_" Caca bingung harus berkata apa
" Aku sengaja mendekati mu dan jika aku sudah mendapatkan mu aku akan membuangmu sehingga sahabatmu itupun akan merasakan bagaimana sakit yang aku rasakan" tutur Micko
" Dasar gila!" umpat Caca
" Iya aku gila karena sahabatmu!" ucap Micko
Ceklekk
Pintu ruangan dicafe milik Micko terbuka dari luar, masuk seorang wanita cantik berbaju cukup seksi berjalan menghampiri Micko
"Sayang!" panggilnya dengan suara manja
" Hai, sayang!" sahut Micko dengan seulas senyum diwajahnya.
Deg
Caca langsung membalikkan badannya tidak ingin mata sucinya ternoda dengan pemandangan yang tidak seharusnya.
" Dia siapa sayang?" tanya wanita tersebut yang masih bergelayut manja dengan Micko
" Bukan siapa-siapa, jangan hiraukan dia lebih baik kita lanjutkan yang ini!" Micko dengan gerakan cepat menarik wanita tersebut dalam dekapannya bahkan membuat sang wanita mengeluarkan suara anehnya.
Caca mendengar suara yang keluar dari sang wanita langsung bergedik ngeri
" Apa kau ingin merasakannya juga sayang? sudahlah jangan munafik aku yakin kamu juga menginginkan ini " tiba-tiba Micko sudah berada di belakang Caca dan memeluknya dari belakang
" Lepas berengsek!" Caca dengan sekuat tenaga menghentakkan kakinya menginjak kaki Micko membuat Micko mengerang kesakitan dan langsung melepaskan tangannya.
Caca berbalik badan dan dengan gerakan cepat tamparan manis sudah mendarat di pipi Micko
" Kamu keterlaluan Micko!"
" Gadis sialan!" umpat Micko saat Caca sudah pergi
Dengan langkah gontai dan airmata yang meluncur sesukanya Caca berjalan sampai di taman kota
Caca memilih duduk di taman tersebut untuk menenangkan hatinya yang tengah porak-poranda akibat pengkhianatan yang Micko lakukan.
Caca tidak peduli dengan pandangan orang lain yang melihatnya menangis seorang diri. rasa sakit dihatinya sudah menutupi rasa malunya saat ini.
Flashback off
" Gadis cantik kok menangis sendirian di sini tidak malu apa dilihatin orang? " suara bariton tersebut membuat Caca seketika mendongak dan betapa terkejutnya dia saat melihat pria yang saat ini berdiri di hadapannya dengan tangan yang mengulurkan sebuah es krim rasa coklat kepadanya.
Caca menghentikan tangisnya dan langsung menghapus jejak airmatanya.
" Ambillah!" pinta pria tersebut seraya tersenyum lalu tanpa permisi duduk di samping Caca dengan tangan yang masih menyodorkan es krim tersebut
" Kata orang es krim itu bisa menenangkan hati yang sedang sedih apalagi dengan rasa coklat" ucapnya yang sedikit sok tahu menurut Caca
Pria tersebut sedikit memaksa meletakkan es krim tersebut ke telapak tangan Caca.
" Jangan menolak siapa tahu setelah memakan es krim itu kesedihan mu akan sedikit berkurang" ucapnya
Caca mau tidak mau memakan es krim tersebut dan benar saja hatinya sedikit lebih tenang.
"Terima kasih" ucap Caca
" Tidak masalah, sekarang lupakanlah hal yang membuat mu merasa sakit hati anggap saja kau telah amnesia dan membiarkan masa lalu mu itu lupa dengan sendirinya"
Caca diam sejenak menatap lurus ke depan mencerna setiap ucapannya
__ADS_1
" Kamu itu gadis yang cantik, tidak pantas menangisi seseorang yang sudah menyakiti hatimu . airmatamu itu terlalu berharga" ucapnya membuat Caca menoleh ke arahnya
" Jangan memandangku seperti itu, awas nanti jatuh cinta!" selorohnya
Caca tergelak mendengar seloroh pria yang saat ini ada dihadapannya
" Anda terlalu percaya diri sekali" ucap Caca
" Tapi kenyataannya memang begitu nona" pria itu tersenyum
" Ya...ya..ya terserah anda saja!" sahut Caca
" Bagaimana kabarmu?" tanyanya
" Seperti yang Abang lihat, tidak baik dan tidak buruk juga sih setelah makan es krim ini" sahut Caca
" Siapa yang sudah berani membuatmu menangis sendirian di sini?" tanya pria yang tidak lain adalah Jimmy
" Pria berengsek yang tidak tahu diri " sahut Caca dengan kesal
" Sabar saja, semua hal buruk yang sudah dilakukannya padamu maka akan berimbas kepada dirinya sendiri" ucap Jimmy
" Abang sendiri bagaimana kabarnya?" Caca balik bertanya
" Ya seperti yang kamu lihat, baik dan sehat!" sahut Jimmy seraya tersenyum tampan
" Syukurlah" Caca pun tersenyum
" Kenapa tidak menemui Grea?, kalian itukan sudah lama bersahabat setidaknya ada tempat untuk berbagai suka dan duka"
" Tidak bang, sekarang Grea sudah bahagia dengan keluarga kecilnya. aku gak mau bang membebani pikiran Grea apalagi membuatnya khawatir" sahut Caca
" Kamu memang sahabat yang baik" Jimmy mengacak-acak rambut Caca gemas
" Banggggg!" protes Caca membuat Jimmy tergelak melihat wajah Caca yang sedikit manyun.
" Sudah hampir sore bagaimana kalau kamu aku antar pulang?" tawar Jimmy
"Tidak perlu bang biar nanti aku pulang naik taksi online saja!" tolak Caca yang merasa tidak enak
" Untuk apa naik taksi online lama nunggunya lebih baik aku antar pulang, ayok! aku tidak suka adanya penolakan" ucap Jimmy yang pada akhirnya mau tidak mau Caca pun mengangguk pasrah
" Baiklah jika tidak merepotkan!" ucap Caca
" Sama sekali tidak merepotkan, setidaknya aku akan memastikan bahwa kamu itu pulang dengan selamat sampai rumah dan tidak ada cerita gadis cantik berdiri di atas jembatan" seloroh Jimmy
" Ish si Abang bicara apa sih, kejauhan bang cara berpikir situ"
" Aku masih mengenal tuhan bang jadi tahu batasan sebagai seorang muslim. bunuh diri itu dosa besar!" lanjutnya
" Syukurlah kalau begitu, kamu itu memang gadis yang pintar dan juga kuat sungguh bodoh laki-laki yang sudah mencampakkan kamu sebuah berlian berharga demi meraih batu kerikil " ucap Jimmy
" Anda terlalu berlebihan tuan!"
" Tapi itu faktanya nona" Caca dan Jimmy pun tertawa bersama
Caca dan Jimmy saat ini tengah berada di dalam mobil, tidak banyak kata yang mereka bicarakan hanya seputar membicarakan keadaan Grea dan juga baby Queensy
Caca merasa sangat nyaman berada di dekat Jimmy apalagi sebelumnya Caca memang sempat mengagumi sosok seorang Jimmy yang begitu perhatian dan penyayang terhadap Grea sang adik dan tentunya itu terjadi sebelum ia tahu tentang hubungan Jimmy dengan Arindia.
Setelah Caca tahu Jimmy akan menikah Caca merasa terkejut dan sedikit parah hati namun seketika rasa itu buru-buru ditepisnya.Caca tidak mau disebut pelakor karena menyukai calon suami orang jadi rasa kagum itu ia biarkan begitu saja agar melebur dengan sendirinya dengan seiring waktu.
" Kenapa?" tanya Jimmy memecah lamunan Caca
" Kenapa apanya?" Caca malah balik bertanya
" Apa kamu menyukai ku?" tanya Jimmy tiba-tiba membuat Caca seketika tersedak salivanya sendiri
Deg
Jantung Caca tiba-tiba berdegup tidak beraturan.
" Abang bercandanya gak lucu" Caca tertawa sendiri karena Jimmy malah diam dengan wajah datar
Caca berhenti tertawa apalagi saat ini Jimmy sudah menepikan mobilnya dan menatap lekat manik mata Caca
"Aku tidak bercanda, jika kamu benar-benar memiliki ketertarikkan kepadaku, aku tidak akan segera melamar mu" ucapnya lagi membuat Caca seketika mematung
" Bagaimana, apa kamu setuju?" tanya Jimmy
" Cukup bang jangan bercanda lagi, sumpah ini gak lucu" ucap Caca
" Apa aku terlihat sedang bercanda?" tanya Jimmy
" Entahlah!" sahut Caca
" Sudahlah jangan dipikirkan, jika memang kita berjodoh tuhan pasti akan menyatukan kita dalam ikatan pernikahan" ucap Jimmy yang sudah kembali melajukan mobilnya
Caca masih diam mematung bingung untuk menjawab apa.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
...Maaf ya kakak semuanya kalau saya baru sempat update, akhir-akhir ini sedang sibuk banget dengan kehidupan nyata jadi baru sempat update hari ini deh🙏☺️...
__ADS_1