Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Memohon


__ADS_3

Deg


Caca bergelut dengan pikirannya sendiri apalagi saat ini Grea berada di sampingnya.


" Hai Micky!" sapa Grea membuat jantung Caca semakin berdegup tidak beraturan


" Micko Grea Micko.... sembarangan nih anak minta gue cium kali nih ya biar bisa bicara dengan betul"ucap Micko dan sekilas melirik ke arah Caca yang diam mematung


" Ets, sembarangan aja mau cium.. isteri orang ini bang!" sahut Grea seraya tertawa


" Isteri orang lebih menarik sayang" gombal Micko


" Ishh, sejak kapan loe jadi lebay gitu Micky?"


" Sekali lagi panggil Micky beneran minta dicium ini" Micko semakin memajukan wajahnya


" Apaan sih loe Mick , gak lucu tau bercanda loe" Grea mendorong wajah Micko yang mendekat ke arahnya


" Jangan cari mati loe Ko, isteri orang itu suaminya tahu habis loe gak tahu apa suaminya banyak cctv-nya dimana-mana" Ucap Bimo yang sedikit tidak suka melihat cara interaksi Micko terhadap Grea


" Yaelah gue bercanda kali Bim pada serius banget sih" ucap Micko santai


" Tapi kalau berhubungan dengan suaminya Grea gue sih lebih milih angkat tangan" sambar Jojo


" Betul Jo" Bimo bersependat dengan Jojo


" Bagaimana dengan Caca dari tadi diam aja?" tanya Micko tiba-tiba membuat Caca seketika menegang


" Ca loe gak apa-apa?" tanya Grea yang melihat wajah pucat Caca


" Loe sakit Ca?" tanya Jojo yang langsung mendekati Caca


" Enggak, gue gak apa-apa kok" ucap Caca seraya tersenyum tipis


" Tapi wajah loe pucat Ca" ucap Grea yang sedikit khawatir dengan keadaan Caca


" Gue gak apa-apa Gre mungkin karena sedikit kecapean aja kali " sahut Caca


" Loe kerja terus langsung ngampus, gimana gak mau capek " ucap Grea cemas


" Ya mau bagaimana lagi Gre, gue butuh keduanya" sahut Caca


" Tapi loe setidaknya harus bisa jaga kesehatan loe Ca, biar deh nanti gue bilang Arvan biar gak bikin loe kecapean kayak gini" ucap Grea


" Ya gak segitunya juga kali Grea, semua orang kerja pasti capek "


Percakapan mereka terhenti karena dosen mereka sudah masuk ke dalam kelas.


Usai pelajaran Caca dan semua sahabatnya memutuskan untuk pergi ke kantin.


"Ca bagaimana hubungan loe dengan tuh cowok ?" tanya Grea tiba-tiba membuat Caca dan Micko tersedak bersamaan


" Uhuk... uhuk!" dengan cepat Jojo memberi Caca minuman


" Loe kenapa bisa tersedak sih? makanya kalau makan itu pelan-pelan" ucap Jojo seperti emak-emak yang tengah menasehati anaknya


" Ini pedas banget bang" ucap Caca berdalih


" Nah loe kenapa Ko bisa tersedak gitu?" tanya Bimo yang menatap Caca dan Micko bergantian


" Gue tersedak karena kaget aja mendengar Caca punya cowok, ternyata ada juga ya cowok yang mau sama tipe cewek kayak Caca yang bawel dan juga berisik" ucap Micko beralasan lalu tertawa


" Wah parah loe Ko, sadis banget tuh mulut" protes Jojo


" Tau loe Ko bahasa loe gak ngenakin" ucap Bimo ikut menimpali


" Ca?" panggil Grea saat Caca diam saja

__ADS_1


" Gue sama tuh cowok sudah putus" Sahut Caca membuat semua mata mengarah kepadanya.


" Ya seperti yang Micko bilang mana ada sih cowok yang mau sama tipe cewek macam gue, yang ada juga hanya sebatas pelarian dan juga ajang balas dendam" ucap Caca seraya menampilkan senyum termanisnya


" Ca loe ngomong apa sih, gak segitunya juga kali" protes Grea tidak terima dengan ucap Grea


" Tapi itu kenyataannya Grea" Caca melirik ke arah Micko dan yang diliriknya langsung mengalihkan pandangannya.


"Gak Ca loe gak boleh punya pemikiran seperti itu" Grea memeluk Caca dari samping


" Gue gak apa-apa kok Grea, justru gue berterima kasih sama tuh cowok yang sudah membuat gue merasa dicampakkan disaat sayang-sayangnya dan menjadikan itu sebagai sebuah peringatan keras buat gue ke depannya untuk tidak mudah percaya begitu saja dengan manisnya kata-kata yang keluar dari seorang pria. walaupun gue gak pantas disayangi tapi setidaknya diri gue sendiri yang harus lebih menyayangi diri sendiri. jangan sampai disakiti untuk kedua kalinya dan gue juga gak akan bersikap lemah lagi karena bagi gue sahabat adalah kekuatan dan kalian adalah kekuatan untuk gue tetap bertahan" tutur Caca membuat Micko seketika terdiam


" Ca!" Grea menepuk pundak Caca seakan memberi dukungan


" Gue gak nyangka Ca loe benar-benar cewek yang hebat, siapa sih cowok loe yang sudah berani-beraninya tega mempermainkan perasaan loe?" geram Jojo sementara lain dengan Micko yang justru menatap Caca dengan sorot mata penuh kebencian.


Micko tidak menyangka Caca tidak selemah yang ia pikirkan. selama ini dia berpikir Caca adalah gadis yang polos dan mudah ditaklukkan tapi pada kenyataannya Caca malah semakin kuat dan dewasa.


" Ca loe gak sedih dicampakkan oleh cowok loe?" tanya Micko yang langsung mendapat tatapan tajam dari Caca namun sedetik kemudian Caca menampilkan wajah tenangnya


" Sedih?" tanya Grea sambil tertawa


" Kalau gadis normal ya tentu sedihlah tapi gue sadar kesedihan gue itu harus bisa gue jadikan kekuatan untuk melindungi orang-orang yang gue sayang" Jawab Caca bijak


" Ternyata loe lebih dewasa dari yang gue kira ya!" Jojo bertepuk tangan mendengar jawaban Caca


" Itu baru wanita, loe itu masih punya kami sahabat loe Ca, kalau ada yang berani menyakiti loe lagi loe bilang aja ke gue, Jojo kalau gak ke Micko " ucap Bimo yang menatap ke arah Micko yang nampak sedikit gusar.


" Iya terima kasih semuanya, kalian memang sahabat terbaik!" ucap Caca melirik sekilas ke Micko dengan sorot mata yang sulit di artikan.


Selesai dari kantin mereka pun memutuskan untuk pulang, Grea tentu saja dijemput langsung oleh sang suami sementara yang lain sudah pergi lebih dulu


" Ca loe pulang bareng aja yuk!" tawar Grea yang tidak tega meninggalkan Caca sendirian menunggu taksi


" Gak usah Grea arah kita itu berlawanan" tolak Caca


" Gak masalah Ca, mas Arvan pasti tidak keberatan kok. iyakan mas?" tanya Grea pada Arvan


" Tuh kan boleh, Ayuk Ca!" ucap Grea


" Gak apa-apa Grea, gue tunggu taksi aja sebentar lagi juga lewat kok!" tolak Caca secara halus


" Grea suami loe pasti capek, sebaiknya loe pulang aja duluan gih, gue beneran kok Grea gak apa-apa"


" Beneran loe gak apa-apa gue tinggal?" ucap Grea


" Iya Greandira" Caca tertawa begitu juga dengan Grea saat mendengar Caca menyebutkan nama lengkapnya


" Ya udah gue duluan ya, bye!" Grea pun masuk ke dalam mobil Arvan dan melambaikan tangannya saat mobil melaju meninggalkan Caca yang masih berdiri di tepi jalan


" Gue antar loe pulang!" suara bariton itu lagi-lagi membuat Caca terkejut


" Gak perlu, terima kasih!" tolak Caca tanpa menoleh


" Tapi sayangnya gue gak suka penolakan" ucap Micko yang langsung menarik paksa tangan Caca yang terus memberontak


" Micko loe apa-apaan sih, gue bilang gak mau ya gak mau jangan paksa gue kayak gini dong" Caca berusaha melepaskan cekalan tangan Micko namun susah


" Masuk!" Micko memaksa Caca masuk ke dalam mobil suasana yang sudah cukup sepi membuat perbuatan kasar Micko aman.


Micko masuk ke dalam mobil dan melihat Caca yang berusaha membuka pintu mobil sambil teriak agar dibukakan pintu.


" Percuma loe teriak juga gak akan ada yang bisa nolong loe" ucap Micko


" Micko loe benar-benar sudah tidak waras!" sarkas Caca yang memilih memukul Micko secara berutal namun tiba-tiba tangan Caca ditangkap oleh Micko dan dengan kasar Micko menarik tubuh Caca mendekat ke arahnya.


" Diam atau _" ancam Micko yang menatap lekat bibir ranum Caca

__ADS_1


Caca yang mengerti arti dari tatapan Micko langsung terdiam


" Anak manis!" ucap Micko lalu menyalakan mesin mobilnya


" Loe mau bawa gue kemana Ko?" tanya Caca yang merasa takut karena Micko tidak menuju arah jalan pulang ke rumah Caca


" Loe gak perlu tau tapi yang jelas kita akan bersenang-senang dan loe akan merasa kebahagiaan yang tidak akan pernah loe lupakan" sahut Micko dengan tatapan yang cukup menakutkan


" Micko jangan macam-macam, cepat antar gue pulang!" teriak Caca namun Micko malah semakin tertawa.


" Wajah panik loe itu tidak seperti wajah santai loe saat di kampus, kemana keberanian loe tadi Hem?" tanya Micko dengan sinis


" Loe bilang loe dicampakkan ketika sedang sayang-sayangnya dan sekarang gue bilang loe itu akan gue campakkan ketika sedang sakit-sakitnya. jadi loe bisa merasakan keduanya bagaimana adil bukan?" Micko menyeringai membuat bulu kuduk Caca merinding.


"Micko tolong berhenti Ko, apa salah gue sama loe Ko?" tanya Caca yang berharap Micko mau mengerti maksudnya


Micko tertawa dan kali ini tawanya membuat Caca merinding ketakutan


" Salah loe adalah loe sahabat baik Grea dan loe sudah membohongi gue kalau Grea ternyata sudah menikah. dan harapan gue menikahinya akhirnya pupus begitu saja." ucap Micko


" Loe mau gue memberhentikan mobilnya kan?" tanya Micko dan Caca mengangguk dengan takut-takut.


" Baiklah kalau itu mau loe, gue akan membehentikan mobilnya" ucap Micko yang langsung membanting stir ke arah kiri


Caca deg-degan jantungnya hampir copot dengan perbuatan Micko.


Micko membuka seatbeltnya dan Caca berusaha untuk membuka pintu mobil namun hasilnya nihil


" Micko cepat buka pintunya!" teriak Caca


" Kenapa harus di buka, tempat ini juga lumayan sepi jadi tidak perlu kita jauh-jauh untuk mencari kebahagiaan" ucap Micko dengan seringai licik diwajahnya


" Apa maksudmu Micko, aku mohon jangan macam-macam Micko!" ucap Caca memohon karena Micko semakin mendekati dirinya.


" Micko aku mohon jangan, sadarlah Micko kita ini bersahabat sudah lama!" teriak Caca histeris


" Aku sudah tidak mungkin berhenti sayang kau lihatlah!" Micko menunjukkan benda pusakanya yang sudah berdiri tegak


" Gila!" umpat Caca membuat Micko semakin tertawa puas


Micko kembali mendekati Caca dan dengan gerakan kasar Micko memaksa Caca dengan berutal. Caca menangis dan memberontak namun tenaganya lama-lama terkuras dan dia hanya bisa pasrah saat Micko melancarkan aksinya.


" Ekh..!" keluh Caca saat membuka matanya dan betapa terkejut Caca saat sadar berada di tempat yang asing.


Deg


Deg


Deg


" A..aku!" Caca perlahan membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan matanya membulat sempurna tatkala sadar saat ini bajunya sudah berganti.


Caca menangis sesenggukan seraya memeluk erat lututnya hatinya hancur dan tidak tahu harus berbuat apa dengan kondisinya yang sudah hancur berkeping-keping.


" Mama...!" panggilnya disela Isak tangisnya


" Aku sudah kotor, aku tidak pantas hidup aku kotor ma!" lirihnya


Caca mencakar dan bersikap kasar terhadap tubuhnya sendiri bahkan sesekali ia menjambak rambutnya sendiri.


" Aaaaaaaaa!" teriak Caca histeris


Ceklekk


Deg


Caca seketika terdiam dan matanya membulat sempurna saat melihat pria yang saat ini berdiri di ambang pintu sambil memegang nampan ditangannya.

__ADS_1


" Sudah bangun?" tanya pria tersebut dengan sangat lembut


Caca mengerutkan keningnya dan berusaha mengingat sesuatu yang ia lupakan.


__ADS_2