
Pagi menyapa perlahan kedua bola mata wanita cantik walaupun sedikit pucat terbuka dengan sempurna.
Pandangannya mengedar ke seluruh penjuru ruangan yang didominasi oleh warna putih.
Grea menatap seorang pria paruh baya tengah tertidur di sisi samping tempat tidurnya dengan bersandar di sebuah kursi, terlihat sangat tidak nyaman posisi tidur dalam keadaan duduk.
Jari lentik itu perlahan bergerak lalu menyentuh lengan pria yang tidur dengan melipat kedua tangannya di dada.
Merasa ada sesuatu yang bergerak dan menyentuh lengannya dengan perlahan bola mata pria paruh baya tersebut terjaga dari tidurnya.
" Sayang kamu sudah bangun?" tanya Alex sang daddy yang langsung beranjak dari duduknya dan mendekati Grea.
" Daddy aku_" Grea tiba-tiba menangis dan Alex dengan cepat langsung menarik tubuh putri kesayangannya kedalam pelukannya.
"Jangan menangis sayang ada daddy di sini" Alex mengusap punggung Grea dengan penuh kasih sayang
" Aku takut daddy dia akan menyakiti ku daddy di....dia.." Grea terisak dan semakin menenggelamkan wajahnya di pelukan daddy-nya.
" Tenanglah sayang tidak akan ada lagi yang berani menyakiti putri daddy selama daddy ada di sini, daddy akan selalu menjaga dan melindungi mu sayang" Grea sudah sedikit lebih tenang dan mengurai pelukannya
" Maafkan daddy yang sayang, daddy sudah gagal melindungi kamu" Alex menitikkan air mata Grea yang melihatnya menggelengkan kepalanya
" No daddy ini bukan salah daddy" ucap Grea lirih
Ceklekk
Pintu ruangan terbuka mommy Marla masuk dengan menenteng kantong plastik di tangannya
" Sayang kamu sudah bangun nak!" mommy Marla meletakkan kantong bawaannya diatas nakas lalu mendekati putrinya
" Mommy!"
" Syukurlah sayang kamu nampak baikkan sekarang" mommy Marla seraya memeluknya
" Apa yang kamu rasakan saat ini sayang?" tanya mommy dengan hati-hati
" Tidak ada momm... aku ingin pulang" rengeknya manja"
" Pulang?" beo mommy Marla lalu menoleh kepada Alex.
" Sayang, kamu harus istirahat dulu di sini sampai keadaanmu benar-benar pulih hem!" ucap Alex dengan lembut
" Tapi aku bosan berada di ruangan ini daddy" ucapnya
" Sabarlah sayang tunggu kabar dari dokter ya, kalau dokter mengizinkan kamu baru boleh pulang" ucap Alex yang sebenarnya sedari tadi merasa ada sesuatu yang aneh pada putrinya.
" Baiklah daddy" Grea mengerucutkan bibirnya menurut
" Oiya, daddy di mana bang Jimmy kenapa aku tidak melihatnya?"
" Ah dia selalu seperti itu, kalau sudah pergi bersama kak Arin pasti melupakan ku, ish.. sungguh menyebalkan"
Deg
Alex dan mommy Marla saling memandang seperti ada bongkahan batu besar yang menghantam mereka
" Sayang!" mommy Marla berusaha untuk tidak menangis membelai lembut kepala sang putri
" Daddy keluar dulu ya sebentar!" pamit Alex yang tidak kuasa menahan kesedihannya melihat keadaan putrinya saat ini
" Loh daddy sedang apa disini, bagaimana keadaan Grea?" tanya Jimmy yang baru saja datang ke rumah sakit tersebut
__ADS_1
" Dia sudah jauh lebih tenang dan sekarang sedang berbicara bersama mommy kamu didalam" ucap Alex berusaha menutupi kesedihannya.
" Syukurlah kalau begitu, aku akan menemuinya dulu dadd!" usai bicara Jimmy langsung masuk ke dalam ruang perawatan Grea
Ceklekk
" Assalamu'alaikum!" Ucap Jimmy seraya melangkahkan kakinya mendekati brankar Grea
" Wa'alaikum salam" jawab kedua wanita cantik yang berbeda generasi tersebut.
" Abang!" teriak Grea saat melihat Jimmy datang dan langsung merentangkan kedua tangannya.
Jimmy langsung memeluknya dan merasa lega karena adiknya tidak sehisteris kemarin.
" Bagaimana keadaan kamu dek, apa ada yang masih sakit?" tanya Jimmy cemas
" Tidak ada bang, aku baik-baik saja" jawab Grea yang masih memeluk Jimmy seraya mendongakkan kepalanya.
" Syukurlah" Jimmy mengurai pelukannya dan mengacak-acak gemas rambut Grea
" Ish... abang mah kebiasaan!" Grea menepis tangan Jimmy dengan wajah memberengut
" Kamu ini menggemaskan sekali sih dek!" Jimmy malah mencubit kedua pipi Grea
" Abang ihh..!" kesal Grea
" Mommy abang jahil" adunya
" Jimmy jangan ganggu adikmu" ucap mommy Marla seraya menepuk bahu sang putra
" Abang dari mana saja sih? adiknya sakit malah pacaran terus sih!" ucap Grea santai namun membuat Jimmy tercengang
" Pacaran?" beo Jimmy
" Kamu bicara ap_" belum selesai dengan kalimatnya mommy sudah memotong
" Sayang sebaiknya kamu istirahat dulu ya, nanti di lanjut lagi ya ngobrolnya sama abangnya " ucap mommy Marla membuat Jimmy kian bertanya-tanya dalam hati.
" Mommy, dek.. abang keluar dulu ya sebentar " pamit Jimmy
" Abang mau kemana, disini saja bang temani adikmu ini bang yang sedang sakit" protes Grea
" Abang cuma keluar sebentar dek, nanti abang balik lagi kok!" Jimmy mengacak-acak rambut Grea membuat gemas.
" Abang gitu lebih sayang kak Arin dari pada adik sendiri!" keluhnya membuat Jimmy mengerutkan keningnya
" Kamu ini bicara apa sih dek? jelas dong abang sangat sayang sama adik abang yang super bawel ini"
" Bohong, buktinya abang selalu pergi sama kak Arin dan tidak mau menemani aku disini" Grea mengerucutkan bibirnya
" Dek kamu ini bicara apa sih dek abang gak ngerti, abang dan Arin kan sudah_"
" Sudah apa? sudah mau menikah gitu?" potong Grea membuat Jimmy terkejut bukan main mendengarnya.
" Setelah abang menikah dengan kak Arin abang pasti akan sibuk dengan kak Arin dan tidak peduli lagi dengan aku" lirih nya
" Dek kamu ini semakin membuat abang pusing, kamu sebenarnya bicara apa sih dek abang gak ngerti"
" Siapa yang mau menikah dengan Arin dek kamu kan sudah menik_"
Ucapan Jimmy terpotong " Bang udah jangan dibahas lagi ya, biarkan adikmu istirahat"
__ADS_1
" Grea kamu sebaiknya istirahat dulu ya sayang, abangmu tidak akan kemana-mana kok dia cuma mau keluar sebentar tadi mommy memintanya untuk mencari daddy kamu " ucap Marla meyakinkan putrinya.
" Momm?" Jimmy berkata seakan penuh tanya ada apa dengan adiknya.
" Cepat cari daddymu!" ucap Marla
"Iya mom" Jimmy keluar dari ruangan Grea dan melihat sang daddy yang duduk sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Dad!" Jimmy duduk di samping Alex
Alex mendongak dan menatap lesu
" Dad Grea_?" ucap Jimmy menjeda kata-katanya.
" Sebagian memory nya hilang dan yang ada hanya ingatannya sewaktu kamu masih bertunangan dengan Arindia" sahut Alex
" Lalu bagaimana dengan Arvan?" tanya Jimmy
" Dia sudah tahu akan hal ini dan daddy berharap Arvan bisa dengan bersabar menghadapi isterinya"
" Kasihan Queensy"
" Ya itulah yang daddy pikirkan, semoga saja Grea bisa kembali seperti sedia kala"
" Amin!" Jimmy mengaminkan
" Daddy!" atensi keduanya mengarah ke sumber suara
" Arvan!" daddy beranjak dari duduknya
" Daddy harap kamu bisa bersabar menghadapi isteri mu saat ini" Alex menepuk bahu Arvan memberinya semangat
" Apa kondisinya masih sama?" tanya Arvan sendu dan Alex menjawab dengan anggukan kepala
" Mungkin kejadian itu membuat Grea terguncang sehingga ingatannya menjadi berantakan. Semoga saja ini tidak berlangsung lama" tutur Alex
" Semoga saja dad" Arvan nampak sedih
" Daddy pasti lelah biar Arvan saja yang disini"
" Tidak apa-apa, saat ini Grea membutuhkan daddy"
" Sudahlah tidak usah pikirkan daddy, sebaiknya ayok kita kedalam" ajak Alex yang berjalan lebih dulu lalu disusul oleh Jimmy dan Arvan
" Daddy, bang Jimmy!" ucap Grea saat melihat keduanya masuk
tiba-tiba Grea menatap lekat wajah Arvan yang berjalan di belakang Jimmy
" Kamu.... kamu jahat mas kenapa baru datang?"
Deg
Arvan membeku ditempat menahan rasa harunya saat isterinya sudah kembali mengingat tentang dirinya.
Arvan berjalan perlahan dengan airmata yang menetes begitu saja tanpa diminta
" Ap... apa benar kamu sudah mengingatku sayang?" Arvan berhambur langsung memeluk Grea dengan kerinduan yang membuncah
" Maafkan aku sayang!" Arvan menangis memeluk isterinya.
" Mas kamu kenapa menangis, aku tidak kenapa-kenapa kok mas"
__ADS_1
Grea mengurai pelukannya dan menatap lekat wajah suaminya yang nampak berantakan dan tidak terurus.