Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Rubah betina


__ADS_3

Di dalam kampus


" Gre tadi itu siapa?" tanya Jojo dengan begitu penasarannya


" Emmmm... dia itu_" ucapan Grea tiba-tiba terpotong


" Greandiraaaa!" teriak seseorang yang setengah berlari menghampiri mereka


" Eh bang Bimo sama bang Micky, masih awet nih kayaknya!" ucap Grea yang suka menggoda Bimo dan Micko yang baru saja datang.


" Ihh... amit-amit loe klo ngomong bikin ngeri Gre!" dengus Bimo membuat Grea dan Caca tertawa


" Lama gak masuk kuliah ternyata nih anak masih aja ngeselin ya" ucap Micko.


" Ngeselin apa ngangenin nih?" tanya Grea menaik turunkan alisnya.


" Kangen sama loe malas banget" sahut Micko


" Yakin?" goda Grea.


" Yakin 100 persen" sahut Micko melingkarkan tangannya di leher Grea


" Dih apa-apaan ini, katanya gak kangen tapi main rangkul aja!" ucap Grea seraya melepaskan tangan Micko yang bertengger di bahunya.


Di kantin saat ini Grea dan teman-temannya nampak tengah asik bersenda gurau melepas rasa kangen yang hampir sebulan mereka tidak pernah bertemu karena Grea yang tidak masuk kuliah dan sibuk dengan pak suaminya.


" Loe kemana aja sih Gre, gak kuliah gak pernah nongkrong lagi di cafe?" tanya Bimo.


"Sibuk gue" jawab Grea


" Sibuk ngapain loe?" Kali ini Bimo yang bertanya.


" Kerja, Grea sekarang kerja di kantor tempat gue bekerja" jawab Caca mewakili Grea yang cengar-cengir kuda.


" Serius Gre?" tanya Jojo yang langsung ikutan nimbrung


" Seriuslah, ngapain juga gue bohong" sahut Caca


" Udah ah yuk pulang, gak ada jam kuliah lagi kan kalian?" tanya Grea


" Jangan pulang dulu Gre, bagaimana kalau kita nongkrong dulu di cafe biasa!" ajak Micko


" Kenapa ngajak gue ke cafe masih kangen loe sama gue ?" tanya Grea dengan percaya dirinya


" Kangen sama loe kagak banget, udah yuk ah" Micko langsung merangkul bahu Grea.


" Et ini anak amnesia baru aja ngomong gak banget tapi ngapain nih tangan babang?" oceh Grea memukul lengan Micko.


" Udah jangan kebanyakan ngoceh buru jalan!" Micko langsung menarik Grea pergi meninggalkan kantin dan disusul dengan yang lain.


" Jadi nih kita ke cafe?" tanya Caca


" Jadi dong" sahut Jojo


" Loe gimana Gre?" tanya Caca yang menoleh ke arah Grea


"Emmm... oke deh tapi gue gak bisa lama-lama ya!" sahut Grea


" Mau kemana sih loe Gre? akhir pekan juga sok sibuk banget loe kayak ibu-ibu arisan" cerocos Jojo


" Ya maklumlah Nyonya Presdir kesibukannya tiada tara" celetuk Grea sambil tergelak membuat Micko langsung menoyor kepala Grea


" Wah parah loe Micky nyonya Presdir ditoyor-toyor" protes Grea


" Nyonya Presdir dari mana?" tanya Jojo


" Kawin dulu sana sama Presdir tempat loe bekerja!" ucap Bimo


" Nikah dulu dong babang baru kawin" protes Grea sambil menaik turunkan alisnya


" Ngayal loe ketinggian Gre, bae-bae kepleset nyungsep loe" sahut Caca


" Gak usah pakai ngayal makanya Ca!" tutur Grea


Tring


Notifikasi pesan masuk ke ponsel milik Grea.


" Siapa Gre?" tanya Caca kepo


" Ini pak Presdir sudah ada di depan gerbang jemput gue, katanya ada tamu dari luar negeri yang ingin bertemu dengan isteri Presdir" ucap Grea sambil terkekeh membuat teman-teman Grea hanya menganggap ucapan Grea lelucon semata faktanya memang di depan pintu gerbang kampus tengah terjadi kehebohan pasalnya seorang Presdir dari PT Pratama Grup yang terlihat begitu tampan dan berwibawa namun berkesan dingin sedang berdiri bersandar di mobil hitam miliknya.

__ADS_1


" Ada apaan sih rame-rame?" tanya Caca


" Gak tau juga, kok pada heboh gitu ya!" timpal Jojo


" Pantas aja!" sahut Micko


" kenapa?" tanya Jojo


" Tuh loe lihat!" Micko menunjuk ke arah Arvan yang bersandar di mobil miliknya dengan menggunakan kaca mata hitam.


" Gue duluan ya, udah di jemput tuh, lain kali aja ya kita ke cafenya" ucap Grea santai seraya menaik turunkan alisnya.


" Halu loe!" cerocos Caca membuat Grea tertawa lepas.


" Ya udah gue duluan ya!" Grea berjalan mendahului teman-temannya sambil terkekeh


" Gre bangun jangan kebanyakan mimpi!" teriak Caca.


" Eh jangan-jangan benar loe tuh cowok mau menjemput Grea?" tanya Jojo yang jadi penasaran


" Itukan orang yang tadi pagi mengantar Grea ke kampus!" gumam Jojo


" Masa sih, emang iya ya?" tanya Caca yang mengingat-ingat


" Tunggu dulu deh bukannya itu Arvandra Pratama Zaindra ya putra pertama dari Zaindra, Dia itu kalau tidak salah pengusaha muda yang sukses mendirikan PT Pratama Grup perusahaan terbesar di Asia" tutur Bimo


" Yakin loe?" tanya Micko


" Yakin, gue pernah melihat dia di acara pesta ulang tahun perusahaan bokap gue" sahut Bimo


" Yakin loe Bim, kalau dia memang pemilik PT Pratama Grup berarti dia itu Presdir tempat gue bekerja dong?" tanya Caca yang seakan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


" Loe bagaimana sih Ca, masa atasan sendiri gak tahu?" tanya Jojo geleng-geleng kepala


" Ya gue itukan cuma fokus kerja, takut gue kena semprot sama atasan gue yang terkenal galak dan dingin" sahut Caca


" Iya memang Arvandra itu terkenal keras, tegas dan dingin kalau sudah melakukan kesalahan katanya siap-siap saja di tendang" ucap Bimo menambahi


" Iya, belum lama dia sempat tuh mengamuk tapi gak lama dan gak biasanya juga dia berubah ramah sampai para karyawan merasa gak percaya tuh sama perubahannya" tutur Caca menceritakan


" Jangan-jangan benar kalau Grea_?" ucap Jojo yang menggantung dan sedetik kemudian mereka semua dibuat tercengang saat melihat Grea masuk ke dalam mobil Arvan dan bahkan Arvan sempat membukakan pintu mobil untuk Grea.


" Gue gak salah lihat kan?" tanya Caca yang nampak syok


" Grea punya hutang penjelasan dengan kita" sahut Bimo sedangkan Micko menatap kepergian Grea dengan tatapan nanar.


" Ko!" panggil Bimo karena melihat Micko yang hanya diam saja


" Jadi benar Grea itu sudah jadi nyonya Presdir?" tanya Micko pelan


" Entahlah, kita tunggu saja penjelasan Grea nanti " ucap Bimo menepuk bahu Micko


" Grea dengan pak Presdir?" gumam Caca yang masih nampak tidak percaya


" Kalau memang benar, ini bisa menjadi berita heboh" ucap Caca lagi


" Loe jangan sampai ngomong apa-apa di tempat loe kerja Ca, nanti salah ngomong yang ada loe sendiri yang berada dalam masalah" tutur Bimo mengingatkan


" Maksudnya?" tanya Caca yang nampak tidak paham dengan ucapan Bimo


" Kalau Grea aja belum mengatakan apa-apa kepada kita semua, pasti ada alasan tersendiri yang membuat mereka menutupi hubungan mereka di kantor dan kalau sampai loe bikin cerita heboh dikantor terus mereka tahu loe penyebab berita heboh tersebut yang ada bukan hanya pekerjaan loe yang hilang Ca, loe juga bakalan kehilangan Grea yang gak akan percaya lagi sama loe" tutur Bimo kembali menjelaskan dan mengingatkan Caca.


" Benar juga," ucap Caca


" Kita tunggu saja penjelasan dari Grea" pesan Bimo


...☄️☄️☄️...


Arvan mengajak Grea pergi ke sebuah restoran untuk bertemu dengan rekan bisnisnya yang kebetulan memang dari luar negeri, awalnya Grea menolak tapi Arvan bersikeras tetap ingin mengajak Grea untuk menemaninya.


Mobil yang Grea dan Arvan tumpangi kini sudah berada restoran yang mereka tuju.


Grea turun dari mobil dan Arvan langsung menggandeng tangan Grea dengan posesif.


" Kamu kenapa sih, aneh banget?" tanya Grea melirik ke arah Arvan yang nampak begitu posesif kepada Grea.


" Gak ada apa-apa" jawab Arvan santai


Arvan dan Grea masuk ke dalam restoran mewah tersebut, mata mereka tertuju kepada sepasang suami istri yang tengah duduk di restoran tersebut.


Arvan menggandeng tangan Grea berjalan menghampiri sepasang suami istri tersebut.

__ADS_1


" Maaf membuat menunggu lama!" ucap Arvan setelah berada di hadapan mereka.


Grea tersenyum ramah namun tiba-tiba matanya memincing ke arah seorang wanita cantik yang merupakan isteri dari rekan bisnis Arvan yang nampak memiliki pandangan berbeda pada saat menatap Arvan.


Grea yang menilik kepekaan tentu merasa tidak suka dengan sikap wanita yang ada di hadapannya menatap suaminya dengan tatapan aneh.


" Tidak apa-apa kami juga belum terlalu lama sampai kok tuan Arvan" ucap Mr Albert


" Silahkan duduk!" ucapnya lagi


Arvan dan Grea duduk di hadapan Mr. Albert dan isterinya.


" Siapa gadis cantik ini?" tanya Mr Albert setelah Grea duduk tepat di kursi yang berhadapan dengannya.


" Oh perkenalkan Mr Albert ini isteri ku Greandira" ucap Arvan memperkenalkan Grea kepada Mr Albert.


" Selamat siang nyonya Arvan" sapa Mr Albert


" Selamat siang Mr." Grea balik menyapa


" Perkenalkan ini isteri saya Laura" ucap Mr Albert memperkenalkan isterinya dan dengan begitu semangat Laura mengulurkan tangannya kepada Arvan. Grea yang tidak suka dengan sikap dan cara Laura memandang Arvan dengan cepat langsung menjabat tangan Laura seraya tersenyum ramah.


Arvan mengulum senyumnya melihat tingkah isterinya yang ternyata jauh lebih posesif.


" Greandira" ucap Grea setelah menjabat tangan Laura..


" Laura" ucap Laura menyebutkan namanya dengan malas. lalu hendak mengulurkan tangannya kembali kepada Arvan namun Grea yang mampu membaca gerakan Laura dengan akal liciknya berpura-pura meringis menahan sakit kepala.


" Akh!" ucap Grea saat Arvan hendak menjabat tangan Laura. Arvan yang melihat Grea menyentuh keningnya langsung beralih ke Grea dan membiarkan tangan Laura yang menggantung di udara.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Arvan yang nampak cemas melihat Grea meringis kesakitan.


" Maaf, kepala terasa sakit. sebaiknya aku pulang saja dan mas Arvan lanjutkan saja jamuannya" ucap Grea sesekali melirik ke arah Laura yang nampak tersenyum senang.


" Aku antar kamu pulang" ucap Arvan


" Tidak usah, aku bisa sendiri kok. tidak enak jika mas meninggalkan Mr. Albert dan Mrs. Laura, tidak sopan mas" ucap Grea dengan sendu.


" Tidak apa-apa, aku tidak peduli dengan hal apapun yang terpenting saat ini adalah kamu isteri mas" Sahut Arvan tegas dan langsung beranjak dari duduknya. " Kita ke rumah sakit sekarang, mas tidak ingin kamu Kenapa-napa!" ucap Arvan yang membantu Grea berdiri.


" Maaf Mr Albert sepertinya saya tidak bisa berlama-lama" ucap Arvan dengan sopan


" Tidak apa-apa tuan Arvan, saya senang bisa bertemu dengan kalian semoga Nyonya Arvan tidak kenapa-kenapa." ucap Mr Albert ramah namun tidak dengan Laura ia mengepalkan tangannya dibawah meja dan menatap tidak suka kepada Grea.


" Kalau begitu kami permisi!" pamit Arvan dan begitu juga dengan Grea.


Laura tersenyum menggoda kepada Arvan namun sedikitpun Arvan enggan menoleh karena yang ada di benaknya adalah kesehatan Greandira.


Arvan dan Grea kini sudah berada di dalam mobil, Arvan mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit. Grea yang tahu mobil tidak melaju ke arah jalan pulang langsung menoleh ke arah Arvan dengan wajah ditekuk.


" Kita pulang sekarang!" ucap tegas Grea dengan wajah seriusnya membuat Arvan yang tengah mengemudi terlonjat kaget.


" Pulang? kita harus ke rumah sakit sekarang" ucap Arvan tegas


" Tidak aku mau pulang sekarang" ucap Grea yang tidak ingin dibantah.


" Kamu bilang tadi kamu sakit kepala, jadi kita harus ke rumah sakit sekarang" ucap Arvan dengan sedikit meninggikan suaranya.


" Aku tidak mau, aku mau pulang saja!" sahut Grea yang menatap tajam ke arah Arvan.


Arvan langsung membanting setir ke kiri. " kenapa harus pulang?"


" Karena aku sudah tidak apa-apa" jawab Grea


" Tetap kita harus periksa kondisi kesehatan mu" ucap Arvan yang kembali menyalakan mesin mobilnya.


" Aku sudah tidak apa-apa karena sudah tidak ada lagi rubah betina yang ingin menerkam mu" gumam Grea pelan namun masih bisa di dengar oleh Arvan.


Arvan kembali mematikan mesin mobilnya dan membuka seatbeltnya lalu menghadap ke arah Grea dengan senyum menyeringai membuat Grea bergidik ngeri melihatnya.


" Kamu pasti tadi berbohong pura-pura sakit kepala, iyakan?" tanya Arvan menyelidik dan mendekatkan wajahnya ke wajah Grea.


" Siapa yang seperti itu?" ucap Grea mengelak dan membuang pandangannya.


" Aku yakin kamu pasti tadi hanya berpura-pura, iyakan?" tanya Arvan lagi.


" Tidak" sentak Grea memberengut


" Yakin?" tanya Arvan memastikan


" Iya" tegas Grea

__ADS_1


" Yasudah kalau begitu aku akan mengantarmu pulang setelah itu aku akan kembali ke restoran tadi untuk melanjutkan jamuannya dengan Mr Albert, lagi pula kamu kan sudah tidak kenapa-kenapa." ucap Arvan dengan santainya membuat Grea mendengus kesal.


" Coba saja kalau berani?" ancam Grea yang langsung membuat Arvan tertawa penuh kemenangan


__ADS_2