
Caca perlahan membuka matanya mengedar kesekeliling ruangan.
" Ma...mah!" Caca membuka suara dengan terbata
" Sayang kamu sudah sadar?" Jimmy yang mendengar suara Caca langsung bergegas mendekat ke pada Caca
" Bang Jimmy?" Caca sungguh terkejut dengan keberadaan Jimmy di hadapannya.
" Ap... apakah ini mimpi?" Caca tiba-tiba terisak membuat Jimmy nampak panik dan cemas.
"Loh kok malah nangis sih, apa ada yang sakit Hem?" tanya Jimmy dengan suara yang begitu lembut
Caca menggelengkan kepalanya lalu menatap Jimmy dengan lekat. " Ada apa hem?" tanya Jimmy kembali.
Caca bergeser dan duduk bersandar di kepala tempat tidur.
" Apa ini mimpi bang, jika ia tolong bangunkan aku dari tidurku bang, aku... aku..!" Caca kembali terisak
" Kamu tidak bermimpi sayang, ini nyata kini kamu sudah sah menjadi isteri Jimmy putra Alexander" Jimmy mengusap lembut pipi Caca yang basah dengan air mata
Caca menggeleng " Bang Jimmy pasti bohong, ini pasti mimpi, karena bapak sama ibu sudah menjodohkan aku dengan pria lain bahkan hari ini adalah hari pernikahan kami"
" Aku tahu aku bersalah kepada mu bang, karena sudah berkali-kali menolak lamaran mu bang dan disaat aku ingin berkata jujur dan aku berharap abang kembali melamarku ternyata ibu lebih dulu memintaku untuk menikah dengan laki-laki pilihan mereka"
" Aku menyesal bang karena sudah menolak lamaran mu dan sekarang aku bisa apa bang kalau ternyata aku sudah sah menjadi pria lain bahkan wajahmu terus menghantuiku bang"
Jimmy menahan tawanya ternyata sedari tadi Caca masih menganggap dirinya hanya sebuah halusinasi.
Pletakkk
" Awww... sakit " pekik Caca mengerucutkan bibirnya
" Apa masih belum sadar juga kalau ini bukan mimpi dan laki-laki yang sudah menjadikan mu istrinya adalah aku babang Jimmy mu" ucap Jimmy membuat Caca langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
" Apa? jadi ini beneran bang Jimmy?" Jimmy mengangguk
" Pria yang dijodohkan dengan aku itu bang Jimmy?" Jimmy kembali mengangguk
" Apa ini bukan mimpi?" Jimmy menggeleng
" Aku isteri Abang?" tanya nya begitu lirih
" Iya sayang, kamu sekarang sudah sah menjadi isteri abang baik dimata hukum maupun agama !" Jimmy menarik Caca ke dalam pelukannya dan seketika tangis Caca kembali pecah
" Loh kok nangis lagi sih" Jimmy mengurai pelukannya dan menatap Caca dengan penuh cinta.
" Kenapa lagi hem, masih enggak percaya ini nyata?" tanya Jimmy gemas sendiri
" Jika semua ini nyata aku sangat bersyukur bang, karena tidak jadi hidup bersama pria asing, aku membayangkannya saja sudah ngeri" sahut Caca
" Kenapa tidak bilang dari awal sih, Grea pun sama tidak menyempatkan waktu untuk menerima telpon ku. kalian semua jahat membiarkan aku berada dalam ketakutan dan kegelisahan ku setiap hari karena membayangkan nasib hidup ku yang akan aku lalui bersama pria asing. " lanjutnya
" Abang jahat membuat aku larut dalam penyesalan perasaan ku" Caca menitikkan air matanya kembali
__ADS_1
" Aku kira aku tidak akan bisa bersama abang, dan beberapa hari ini aku terus dibayangi rasa sesal karena sudah menolak lamaran abang"
Jimmy tersenyum lalu mengecup kening Caca dengan lembut
" Maafin Abang ya sayang, maaf bukan maksud abang membuat kamu sedih dan tertekan dalam menghadapi perjodohan ini. abang juga sebenarnya berat menahan rasa rindu abang sama kamu tapi ini semua rencana Grea yang ingin memberi kejutan untuk kamu sayang"
" Oh... kejutan, sungguh berhasil kejutan kalian" Caca pasang wajah cemberut lalu mendorong tubuh Jimmy begitu saja
" Duh kok sekarang malah marah sih sayang, jangan marah dong diluar semua orang sudah pada menunggu kita loh, masa kamu tega sih membiarkan mommy dan daddy menunggu kita" ucap Jimmy yang langsung membuat Caca menatap ke arahnya.
" Tapi benarkan bang ini bukan mimmpbbb_?" belum selesai dengan pertanyaannya Jimmy sudah membungkam Caca dengan C**man
" Abang ihhhh..... mesum!" Caca memukul dada bidang Jimmy membuat Jimmy tergelak melihat wajah Caca yang sungguh menggemaskan
" Sudah ah , ayok kita keluar!" Jimmy menggandeng mesra tangan Caca dan mengajaknya bertemu dengan semua keluarga besarnya yang sudah menunggu sedari tadi.
Caca merapihkan riasannya sebelum ikut keluar bersama Jimmy.
" Sudah cantik, isteriku memang sangat cantik. aku mencintaimu sayang!"
Caca tidak merespon hanya menunduk tersipu malu.
" Kok gak dibalas sih, apa cinta ini cuma punya Abang seorang ya?" keluh Jimmy
" Aku juga cinta sama abang!" jawab Caca dengan rona merah di wajahnya
" Yess...!" Jimmy langsung mengangkat Caca ala bridal style membuat semua orang yang melihatnya geleng-geleng kepala, ada yang tersenyum ada pula yang mentertawakannya.
" Bang Jim ih turunin, malu tahu!" kesal Caca Karena semua pasang mata mengarah kepadanya.
" Tetap aja bang malu tuh dilihatinnya kayak gitu" Caca memilih membenamkan wajahnya di dada Jimmy.
" Ca selamat ya akhirnya loe jadi kakak ipar gue juga" ucap Grea seraya memeluk sahabatnya itu
" Jahat tau enggak loe Grea, bikin gue kesal. disaat gue butuh teman curhat loe sengaja banget ngehindar." Caca merajuk
" Ya namanya juga mau bikin surprise harus totalitas dong bikin kesalnya." sahut Grea seraya tergelak
" Jahat!"
" Tapi senangkan sekarang?" Grea mensik turunkan alisnya menggoda Caca
" Apaan sih, ih nyebelin" Caca mengerucutkan bibirnya
" Ngesilin apa nyenengin?" Grea menyenggol lengan Caca
" Udah dek gak usah ledekin isteri abang terus dong, enggak lihat apa mukanya udah merah gitu!"
" Ih abang mah gitu sama ngeselinnya" Grea dan Jimmy malah tertawa melihat kekesalan Caca
" Kalian ini, ditunggu dari tadi juga" ucap bu Salma menghampiri Caca dan Jimmy
" Ada apa Bu?" tanya Caca
__ADS_1
" Itu selesaikan dulu urusan kalian sama pak penghulu ada berkas-berkas yang harus kalian tandatangani" sahut bu Salma
" Iya Bu, kami akan segera kesana!" Jimmy meraih tangan Caca untuk menghampiri pak penghulu
" Dinikahi oleh pria yang disuka kok malah pingsan Ca!" ledek bibinya Caca setelah Caca dan Jimmy selesai mengurus berkas-berkasnya.
" Ya itu saking syoknya bi, melihat pria tampan ada di hadapannya" bukan Caca yang menjawab tapi Jimmy
" Ih pede sekali ya anda" cibir Caca
" Tapi itu kenyataannya kan sayang kalau suami kamu ini sangat tampan dan kamu takut tidak bisa menikah dengan pria tampan yang ada di hadapan mu saat ini, iya kan" Jimmy menaik turunkan alisnya membuat Caca mendengus kesal
" Terserah anda sajalah tuan!" Caca ngeloyor pergi begitu saja meninggalkan Jimmy dan bibinya.
" Kalian ini ada-ada saja, menikah main rahasia-rahasiaan dan sekarang belum juga sehari sudah bertengkar aja" ucap bibi Caca seraya geleng-geleng kepala
Jimmy menyusul Caca yang saat ini tengah bersama Grea.
" Grea pak Arvan mana?" tanya Caca yang tidak melihat keberadaan Arvan
" Tuh lagi ngobrol sama bokap loe" Grea menunjuk ke arah Arvan yang sedang mengobrol dengan pak Iwan dengan baby Queensy di gendongannya.
" Sayang!" panggil Jimmy menghampiri Caca dan Grea
" Cih dasar bucin akut, ditinggal bentar doang aja langsung di susul" ledek Grea
" Biarin aja, melepas rasa rindu abang yang sudah beberapa hari di pendam" sahut Jimmy yang langsung merangkul pinggang Caca
" Bang ih lepas,malu tau"
" Udah santai aja Ca, yang lain juga pasti ngerti kok kalau kalian lagi bucin-bucinnya sebagai pengantin baru" ucap Grea
"Sayang!" kali ini Arvan yang datang menghampiri Grea merangkulnya mesra
" Tuh mereka saja yang pengantin karatan tidak merasa malu sayang" sindir Jimmy kepada pasangan yang tidak pernah tau tempat untuk bermesraan
" Sirik aja" timpal Grea
" Oiya sayang putri kita mana?" tanya Grea yang tidak melihat keberadaan baby Queensy di gendongan Arvan
" Putri kita sedang bersama opa dan Omanya" sahut Arvan dan Grea mengangguk mengerti
Arvan, Grea, Jimmy dan Caca kini tengah berada di depan teras rumah Caca. mereka membicarakan banyak hal terkadang saling menggoda dan bercanda. tidak ayal mereka pun sesekali tertawa dan melempar senyum.
Jalan kehidupan memang terkadang penuh misteri, dua insan yang saling mencintai dan berikrar untuk hidup semati belum tentu bisa mendapat ridho sang illahi, jika ternyata jodoh yang dinanti justru telah berganti.
Inilah takdir cinta yang tidak pernah diduga sebelumnya, wanita yang seharusnya menjadi adik ipar dari adiknya justru menjadi isteri yang sangat dicintainya. Seorang pria yang seharusnya menjadi suami dari adiknya justru menjadi kakak iparnya. dan kini menjadi suami dari sahabat isterinya.
" Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah dan cepat memberikan Cia teman bermain" doa untuk sang kakak dan sahabat baiknya
" Amin!" ucap Jimmy, Caca dan Arvan bersamaan
Rasa bahagia kini meliputi hati sang pengantin lama dan si pengantin baru. Perjalanan cinta yang terbilang rumit kini sudah berlabuh di tempat yang tepat.
__ADS_1
Senyum dan canda tawa tidak lepas dari wajah-wajah bahagia mereka.
Para orang tua pun yang tengah menyaksikan kebahagiaan yang terpancar di wajah putra putri mereka ikut tersenyum bahagia.