
" Kamu yang sabar ya Van!" ucap Alex menepuk bahu Arvan.
" Iya dad" jawab Arvan baru saja Arvan hendak menyalami tangan mertuanya tiba-tiba di kejutkan dengan suara benda jatuh.
Brukk
" Dira!"
"Grea!"
" Sayang!"
ucap mereka bersamaan saat melihat tubuh Grea yang sudah berada di lantai.
Arvan pun dengan cepat langsung mengangkat tubuh Grea dan langsung membawanya ke ruang pemeriksaan diikuti oleh Marla.
Alex tidak ikut karena tidak Mungkin meninggalkan Jimmy sendirian.
Arvan mengusap wajahnya dengan kasar dan Marla menepuk-nepuk bahu Arvan untuk menenangkan hati sang menantu yang ia tahu pasti sangat khawatir dengan keadaan Grea yang tiba-tiba saja pingsan.
Ceklekk
" Dokter bagaimana keadaan isteri saya!" tanya Arvan yang langsung menghampiri dokter saat pintu ruangan batu saja terbuka dan seorang dokter menyembul dari dalam.
" Silahkan masuk pak!" ucap sang dokter yang bertag name dokter Wahyu
Arvan masuk ke dalam setelah itu langsung menghampiri Grea yang masih rebahan di atas tempat tidur tapi memunggunginya.
" Sayang!" panggil Arvan namun tidak digubris,
Grea hanya diam menahan air matanya agar tidak tumpah
" Dokter bagaimana keadaan isteri saya?" tanya Arvan lalu menoleh kembali ke arah Grea yang tengah berada di pelukan sang mama
" Begini tuan Arvan, kondisi isteri anda saat ini sangat lemah dan itu disebabkan karena makannya yang kurang teratur, sering kecapean, kurang istirahat dan juga terlalu banyak pikiran dan selain itu pasien juga dalam keadaan_" Ucapan dokter Wahyu yang tiba-tiba terpotong oleh Grea yang langsung saja menyambar.
" Dokter, apa boleh saya keluar sekarang? saya tidak ingin dirawat dan saya ingin kembali ke ruangan kakak saya dokter!" tanya Grea mengalihkan pembicaraannya.
" Tapi _" ucap dokter Wahyu lagi-lagi terpotong
" Saya mohon dokter, lagi pula saya merasa sudah tidak apa-apa, mungkin saya hanya kelelahan dan belum makan saja, setelah ini saya janji saya akan makan yang cukup dokter, saya mohon " ucap Grea sedikit memelas.
" Lalu bagaimana dengan kondi_"
" Dokter saya tidak apa-apa, dan saya akan menjaga kesehatan saya dengan baik. saya tidak ingin merepotkan orang lain dokter!" ucap Grea melirik ke arah Arvan.
Dokter Wahyu yang melihat raut wajah tidak suka Grea terhadap Arvan akhirnya mengizinkannya untuk tidak dirawat.
" Sayang, apa kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Marla terhadap putrinya
" Grea tidak apa mom, Grea bisa istirahat di kamar bang Jimmy" sahut Grea seraya tersenyum yang dipaksakan.
" Apa tidak sebaiknya kamu pulang dan istirahat dirumah bersama suami kamu sayang!" usul Marla
" Mom, Grea hanya ingin berada di dekat bang Jimmy. Grea ingin saat bang Jimmy bangun ada Grea disisinya mom!" ucap Grea memberi alasan memang selain itu alasannya Grea juga tidak ingin bersama dengan Arvan.
" Dira sebaiknya kamu pulang dulu ya sayang untuk istirahat!" bujuk Arvan yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Grea.
" Mom, Gre ingin ke ruangan bang Jimmy!" ucap Grea yang sudah turun dari brankar.
" Ibu Grea sebaiknya anda tebus resep ini!" dokter Wahyu memberikan resep obat yang telah ia tulisnya tadi
" Biar aku saja yang menebus obatnya!" ucap Arvan
" Tidak perlu, aku masih bisa menembusnya sendiri!" ucap Grea ketus.
" Ibu Grea sebaiknya biarkan suami anda saja yang menebus resepnya, dengan kondisi anda yang sedang_"
" Dokter saya tidak apa-apa, dan tidak perlu khawatir dengan kondisi saya!" ucap Grea yang mulai sedikit meninggikan nada bicaranya.
" Mom, ayok kita pergi!" ajak Grea
__ADS_1
Grea sudah keluar dari ruangan dokter bersama dengan mommy-nya. Arvan ingin mengantarkan Grea namun langkahnya terhenti saat dokter Wahyu mengatakan ingin berbicara dengannya.
" Sebaiknya kita bicara didalam saja tuan!" ucap dokter Wahyu yang berjalan masuk kembali ke ruangannya dan Arvan mengikutinya dari belakang.
" Ada apa sebenarnya dokter, apa isteri saya memilik penyakit tertentu?" tanya Arvan yang nampak khawatir setelah duduk di hadapan dokter Wahyu.
" Tenang tuan, isteri anda dalam keadaan sehat dan tidak ada penyakit apapun. tapi untuk saat ini tuan harus benar-benar memperhatikan pola makan isteri anda dan juga pastikan isteri anda makan makanan yang sehat dan bergizi. terutama buah dan sayur!" tutur dokter Wahyu
" Sebenarnya isteri saya itu kenapa dokter, sebaiknya anda bicara yang jelas jangan berbelit-belit " ucap Arvan tegas
" Sebenarnya isteri anda saat ini tengah hamil tuan dan usia kandungannya sekitar 8 Minggu!" ucap dokter Wahyu menerangkan.
" Ap... apa hamil ? maksud dokter dara isteri sedang hamil?" tanya Arvan yang seakan tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar saat ini.
" Iya tuan!"
" Kenapa tadi dokter tidak mengatakannya?"
" Bukan saya tidak ingin mengatakannya tapi isteri anda sepertinya tidak ingin anda mengetahui perihal kehamilannya." ucap dokter Wahyu.
" Saya sudah ingin mengatakannya tapi isteri anda selalu menyelak ucapan saya" lanjut dokter Ariel
" Tapi kenapa dia tidak ingin aku mengetahui perihal kehamilannya?"
" Kalau soal itu hanya anda sendiri dan isteri anda yang tahu tuan."
" Kondisi kandungan isteri anda sebenarnya cukup lemah ditambah lagi dengan isteri anda yang suka telat makan dan terlalu banyak pikiran. jika hal itu terus menerus terjadi maka itu cukup membahayakan kesehatan ibu dan janinnya" terang dokter Wahyu membuat Arvan begitu mencelos pasalnya semua yang terjadi pada Grea akibat dari kesalahannya yang tidak berpikir dahulu sebelum bicara.
" Baik dokter terima kasih atas informasinya, saya akan berusaha untuk menjaga isteri dan calon anak kami. saya ak, lebih memperhatikannya lagi dokter." ucap Arvan sebelum beranjak pamit dari ruangan dokter Wahyu.
Arvan terus memegang degup jantungnya yang berpacu tidak karuan saat teringat kalau ternyata isterinya saat ini tengah mangandung anaknya. karena kekecewaan yang besar membuat Grea memilih untuk merahasiakan tentang kehamilannya.
Dengan senyum yang mengembang Arvan melangkah keluar dari rumah sakit dan mencari sesuatu yang pastinya akan dibutuhkan oleh Grea nantinya.
Arvan juga sudah meminta orang untuk membawakan tempat tidur tambahan ke ruangan Jimmy, agar Grea bisa istirahat dengan nyaman disana walaupun di ruangan tersebut terdapat sofa yang besar tetap saja jika untuk tidur kurang nyaman apalagi dengan kondisi Grea yang tengah berbadan dua.
Sedangkan Grea nampak terkejut saat orang-orang suruhan Arvan datang masuk ke ruangan Jimmy.
" Maaf mas ini maksudnya apa ya?" tanya Grea
" Ini Bu tadi pak Arvan meminta kami untuk mengantarkan tempat tidur ini keruangan ini katanya agar ibu Dira bisa istirahat disini" ucap mas-mas yang membawa tempat tidur tersebut.
" Sebaiknya mas bawa keluar lagi aja deh mas, saya gak perlu beginian!" ucap Grea dengan nada kesal
" Maaf Bu kami hanya menjalankan perintah kami takut jika membawanya kembali" ucap salah satu mas-mas.
" Sudahlah Grea, niat suami kamu itu baik supaya kamu bisa istirahat yang nyaman disini. apalagi kamu kan gak mau di ajak pulang. " ucap Marla
" Tapi mom"
" Sudahlah Grea" Marla menepuk bahu putrinya lembut.
"Terima kasih ya mas, maaf atas sikap putri saya tadi!" ucap Marla
" Mom!" Grea mengerucutkan bibirnya
" Oh iya Bu tidak apa-apa, kalau begitu kami permisi!" ucap para mas-mas pengantar kasur
Grea memberengut dan merasa kesal dengan sikap Arvan yang semaunya.
" Grea terima saja niat baik suami kamu itu, kamu itu sebenarnya ada apa sih kok kelihatan kayak lagi ada masalah dengan suami kamu?" tanya Marla
" Gak ada apa-apa kok mom" sahut Grea datar
" Yakin gak ada apa-apa, jangan bohong sama daddy, kamu lupa siapa daddy? " Alex tiba-tiba ikut berbicara
" Iya dad beneran gak ada apa-apa!" elak Grea
" Apa masalah kepulangan adiknya itu?" tanya Alex dan Grea menggeleng lalu tersenyum sekilas.
" Daddy sudah ya jangan bahas itu dulu Grea lapar mau makan!" ucap Grea mengalihkan pembicaraan ya walaupun tidak dipungkiri dia juga sebenarnya merasa lapar.
__ADS_1
" Ya makanannya sudah dingin bagaimana dong, mama belikan dulu ya makanannya kamu tunggu dulu aja disini ya !" ucap Marla yang beranjak dari duduknya
Baru saja Marla hendak melangkah keluar tiba-tiba pintu ruangan ada yang mengetuk dari luar.
Tok
tok
tok
Ceklekk
" Apa disini ada yang bernama Greandira?" tanya seseorang yang bekerja sebagai pengantar makanan.
" Iya benar!" sahut Marla yang kebetulan dia yang membukakan pintu
" Ini Bu kiriman makanan atas nama Greandira!" ucap pengantar makanan tersebut menyerahkan makanannya.
" Terima kasih ya mbak!" ucap Marla dengan wajah bingung
" Sudah dibayar mbak?" tanya Marla
" Sudah Bu, kalau begitu saya permisi!"
" Ah iya terima kasih!" Marla masuk kembali ke ruangan tersebut dan berjalan menghampiri Grea.
" Siapa sayang?" tanya Alex
" Ini ada kiriman makanan untuk kamu Grea!" jawab Marla seraya memberikan kotak yang berisi makanan tersebut.
" Buat Grea, dari siapa mom?" tanya Grea
" Gak tau!" Marla menggelengkan kepalanya
" Loh kok kamu terima begitu aja sih sayang, kamu kan gak tau siapa pengirimnya!" protes Alex atas kecerobohan Marla.
Grea langsung membuka kotak makanan yang ada di hadapannya saat ini dan Grea mumutar bola matanya malas saat melihat nama Suamimu tertulis di selembar kertas yang ada di atas tempat tersebut.
" *Aku tahu kamu pasti masih marah sama aku, tapi aku tidak akan berhenti untuk meminta maaf sama kamu atas semu kesalahan yang sudah aku lakukan sama kamu. dan untuk kali ini aku mohon Dira ku sayang, mau ya terima makan ini. aku tidak ingin kamu sakit lagi aku ingin kamu sehat dan bahagia. jika dengan ketidakmunculanku dihadapan kamu bisa membuat kamu merasa lebih nyaman aku tidak akan muncul sebelum kamu yang memintaku untuk datang tapi aku mohon jangan menolak apapun yang aku berikan kepada mu. anggap saja ini adalah hukuman untuk aku yang sudah membuat mu sedih dan sakit hati.
Dira sayang, jangan membenciku dan jangan tinggalkan aku, apapun akan aku lakukan asalkan kamu mau memaafkan aku dan menerima aku kembali. aku janji akan berubah dan ijinkan aku untuk bisa menjadi ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak. beri aku kesempatan sekali lagi Dira ku sayang, aku mohon!
Sekarang dimakan ya makanannya itu sangat baik untuk kesehatan kamu. aku akan selalu mencintaimu.
Salam sayang dari suamimu*.
" Dari Arvan dad!" ucap Grea dengan malas setelah membaca surat yang ada di dalam kotak tersebut
" Dari suami kamu?" tanya Marla memastikan
" Iya mom. sok perhatian lebay!" ucap Grea yang terus menggerutu membuat mommy dan daddy-nya geleng-geleng kepala melihat putrinya dengan wajah ditekuk
" Sayang gak boleh mengumpat suami yang sudah berbaik hati mengirimkan kamu makanan loh." tegur Marla
Grea membuka kotak makanan itu dan setelah melihat isinya entah kenapa Grea nampak begitu tergoda ingin melahapnya.
" Kayak enak Grea, kalau kamu gak mau biar daddy aja yang makan sini!" pinta Alex menggoda sang putri.
" Enak aja Grea yang lapar daddy yang makan!" Grea langsung memakan makanan tersebut dengan lahap.
" Pelan-pelan Grea makannya!" ucap Alex
" Iya daddy"
" Oiya, Gre tadi kata dokter kamu sakit apa?" tanya Alex.
Deg
Deg
Deg
__ADS_1
Grea terdiam sejenak tidak tahu harus mengatakannya atau tidak dengan daddy-nya sementara hubungannya dengan Arvan masih belum berjalan baik.