Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Perdebatan adik kakak


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit akhirnya Grea sudah diperbolehkan pulang, betapa senangnya Grea karena bisa berkumpul kembali dengan putrinya yang sangat menggemaskan.


Gracia Queensy Arvandra putri mereka yang sangat lucu dan menggemaskan, baby Cia langsung meminta gendong saat Grea tiba di rumah mereka.


" Sayang!" Grea tidak bisa menahan tangisnya karena begitu merindukan putri kecilnya.


" Sayang, ayok kita ke kamar dulu biar baby Cia mas yang gendong dulu ya!"


" Tidak mas aku masih kangen aku bisa kok aku sudah sehat" tolak Grea yang langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya dan juga mertuanya.


Di dalam kamar Grea tengah asik bermain dengan baby Cia rasa rindunya membuat ia enggan beranjak sedikitpun dari putri kesayangannya itu.


" Sayang kamu makan dulu ya ini sudah waktunya makan siang loh, putri kita juga sudah tidur " Arvan membujuk isterinya untuk makan


" Nanti saja ya mas aku belum lapar masih ingin dekat-dekat putriku" tiba-tiba airmata Grea mengalir begitu saja


Arvan yang melihat bahu Grea bergetar langsung menarik dagunya hingga terlihat jelas wanita yang sangat ia cintai tengah menangis


" Apa ada yang mengganggu pikiran mu hem?" tanya Arvan dengan lembut


" A...aku tidak bisa membayangkan jika ha.. hari itu di..dia menyentuhku" Isak tangis Grea pun pecah Arvan langsung menariknya ke dalam pelukannya.


" Sudah... sudah... jangan diingat lagi sayang semua sudah berlalu dan Alhamdulillah kamu dalam keadaan baik-baik saja kan"


Grea menggeleng dalam pelukan Arvan " Andai dia berhasil menyentuhku mungkin saat ini aku tidak bisa bersama putriku dan juga kamu mas, aku..."


" Sudahlah jangan mengingat sesuatu yang akan berdampak buruk dengan kesehatan mu, mas akan marah jika kamu terus membiarkan pikiranmu terus mengingat kejadian itu. semua sudah berlalu dan mas janji kejadian ini tidak akan terjadi lagi" Arvan mengurai pelukannya dan merangkum kedua bahu Grea menatapnya dengan penuh cinta.


" Jika kamu terus seperti ini mas akan merasa sangat bersalah karena mas sudah gagal menjaga dan melindungi isteri mas."


Grea mendongak dan menatap lekat manik mata Arvan yang nampak berkaca-kaca.


" Mas!" lirih Grea


Arvan tersenyum getir mengingat kejadian yang menyakitkan itu.


" Mas" panggil Grea membuyarkan lamunan Arvan


"Ya?"


" Aku lapar!" ucap Grea seraya tersenyum membuat Arvan tergelak.


" Ya udah yuk.. biar nanti bibi yang menemani Queensy"


" Baby Cia mas!" protes Grea


" Sama saja sayang"


" Ya terserah mas aja"


Grea dan Arvan turun dan langsung menuju meja makan.


" Ma... pah.. dad... mom.. bang!" sapa Grea saat menduduki kursinya

__ADS_1


" Bagaimana keadaan mu sayang?" tanya Alex seraya mengusap pucuk kepala sang putri yang sudah duduk di sampingnya


" Alhamdulillah baik dad" Grea tersenyum bahagia karena bisa berkumpul dengan keluarganya


" Apa tidak sebaiknya kamu tinggal di rumah daddy saja hem?" tanya Alex menatap lekat putrinya


" Maaf dad, Grea harus ikut dimana suami Grea tinggal" jawabnya dengan tersenyum


" Setidaknya untuk sementara sayang sampai keadaan kamu benar-benar pulih" usul Alex


" Terima kasih daddy sudah mengkhawatirkan Grea dan begitu perhatian terhadap putrimu ini tapi Grea pingin disini saja" Grea melingkarkan tangannya di pinggang Alex


" Apa suami kamu yang melarang hem?" tanya Alex menoleh ke arah Arvan membuat Arvan terhenyak dan menoleh ke Grea begitu juga Grea langsung menoleh ke arah suaminya.


" Dad,. ini keinginan Grea sendiri, mas Arvan tidak pernah melarang Grea apapun"


" Sudahlah dad, mereka itu butuh waktu bersama jika berada di rumah kita maupun di rumah kedua orang tuanya mommy yakin Arvan dan Grea pun pasti akan merasa kurang nyaman"


" Daddy seperti tidak pernah merasakannya saja" Ledek mommy Marla terhadap suaminya


" Betul itu, aku setuju. mereka bukan tidak mau tapi mereka mengambil jalan tengah supaya kita tidak saling berselisih paham, bukan begitu Grea?"


" Iya mah, apa yang mamah katakan benar, kami hanya ingin menghormati kalian, karena kami tahu kalian pasti memiliki keinginan yang sama" ucap Grea jujur


" Duh adik abang ternyata benar-benar sudah dewasa ya, hebat kamu dek memiliki pemikiran sampai ke arah sana" ucap Jimmy bangga


" Kamu tuh yang sudah dewasa tapi masih saja seperti anak kecil" tegur mommy


" Apaan sih mom!" Jimmy bergelayut manja dengan mommy nya.


" Apaan sih dek, abang yakin sebenarnya Caca tuh mau sama kakak cuma gak pede dia" sahut Jimmy


" Ih itu sih abangnya yang terlalu percaya diri"


" Biarin aja dan abang akan pastiin nih ya dek, kalau abang pasti bisa menaklukkan hati sahabatmu itu" ucap Jimmy yakin


" Tunggu dulu dari tadi sebenarnya kalian ini sedang bahas apa sih?" tanya Alex yang masih kurang mencerna pembicaraan putra putrinya itu.


" Syukurlah jika daddy kurang menyimak" ucap Jimmy tersenyum senang


" Masa daddy gak ngerti sih kalau sebenarnya putra kebanggaan daddy itu ditolak cewek" cerocos Grea membuat Jimmy mendelik tajam


" Jimmy...!" tegur Alex yang melihat putranya memelototi putri kesayangannya.


" Apa sih dad, tuh Grea nya aja yang sok tahu"


" Eh siapa yang sok tahu ya itu faktanya kok, iya kan sayang!" Grea bertanya kepada Arvan untuk meyakinkan daddy nya.


Arvan tidak mau ikut campur perdebatan kedua kakak beradik yang ada di hadapannya saat ini, Arvan lebih memilih menjawab pertanyaan Grea dengan senyum yang mengembang


" Tuh Arvan aja gak jawab apa-apa" Jimmy bersorak menang


" Mas ih!" kesal Grea mengerucutkan bibirnya

__ADS_1


" Maaf sayang, sudah jangan berdebat lagi dengan bang Jimmy kamu ini kan baru sembuh jangan terlalu capek" ucap Arvan berbicara dengan selembut mungkin.


" Tuh dengar apa kata suami kamu dek, jangan membangkang" ucap Jimmy seraya tertawa


" Abang ih!" kesal Grea


" Sudah... sudah... sebaiknya kita lanjutkan makannya, kalian berdua sudah cukup berdebatnya. malu sama mama Risma dan papa Zain" tegur mommy Marla


" Maaf mah, pah " ucap Grea seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Tidak apa-apa nak, papa justru senang melihat keakraban kalian, dan kamu juga terlihat lebih ceria dan segar papa jadi lega" ucap Zaindra penuh haru


" Benar apa yang papa kamu bilang sayang, kami justru senang melihat keakraban kalian. ikatan kakak beradik diantara kalian berdua yang begitu kuat dan akur sungguh membuat mama bangga" puji mama Risma dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Mah!" tegur Arvan yang mengerti kesedihan yang ada di dalam hati mamahnya begitu juga dengan Grea yang langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri mama mertuanya itu.


Grea memeluk mama mertuanya itu dengan penuh kasih sayang " Mah... mama jangan sedih ya, Grea tahu apa yang ada di dalam pikiran mamah, Grea ini putri mamah juga kan?" mama Risma mengangguk pelan


" Jadi mamah jangan bersedih lagi, meskipun kak Arin tidak ada disini ada Grea yang juga putri mamah. dan Grea juga yakin kok kalau kak Arin akan segera berkumpul lagi bersama mama dan papah." ucap Grea menghibur


" Kita doakan saja semoga disana kak Arin bisa merenungkan kesalahannya dan bisa kembali ke jalan yang benar" ucap doa Grea untuk adik iparnya.


" Amin, semoga saja nak" ucap mama Risma"


Jimmy hanya diam saja menyimak setiap kata-kata yang Grea ucapkan kepada mama mertuanya itu.


" Maafkan anak mamah ya sayang!" ucap mama Risma menoleh ke arah Jimmy


" Semua sudah berlalu mah, kita sekarang adalah keluarga. semoga saja apa yang sudah Arin terima sekarang bisa menyadarkan dia dan mau mengakui kesalahannya" ucap Jimmy


" Terima kasih Jimmy!" ucap papa Zain seraya menepuk pundaknya.


" Semoga kamu bisa bertemu dengan jodohmu nak, yang tulus mencintai kamu" ucap papa selanjutnya


" Amin, semoga saja segera di ijabah" ucap Jimmy antusias mengaminkan laki-laki paruh baya yang seharusnya dulu menjadi papa mertuanya.


Usai acara makan malam selesai baik kedua orang tua Arvan maupun kedua orang tua Grea sudah berpamitan pulang. hanya tinggal Jimmy yang setia duduk di ruang TV sendirian


" Bang masih belum pulang?" tegur Grea


" Astaghfirullah, Van bini loh benar-benar ya songongnya jadi, masa abangnya sendiri di usir" protes Jimmy kepada adik iparnya


" Bukan ngusir, abang sebenarnya mau pulang apa mau menginap?" tanya Grea


" Emmmm... menginap saja lah!" jawab Jimmy yang sedikit berpikir sejenak sebelum mengambil keputusan.


" Yaudah kalau gitu abang tidur aja tuh di ruang tamu tadi sudah di bersihkan kok sama bibi, Grea mau tidur duluan!" ucap Grea


" Ayok mas!" ajak Grea kepada Arvan yang malah duduk di samping Jimmy


"Tuh suami kamu aja dek yang mau dekat-dekat sama kakak " goda Jimmy


" Apaan sih bang, gak jelas banget sih" ucap Grea

__ADS_1


" Mas Ayuk!" kesal Grea karena Arvan masih diam


" Iya... Iya..." Arvan beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah isterinya yang menuju ke arah kamar mereka.


__ADS_2