Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Ke kampus


__ADS_3

Hari ini adalah hari Sabtu Grea sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kampus sementara sang suami masih bermalas-malasan di atas tempat tidur sambil memperhatikan Grea yang tengah memberi polesan make up tipis di wajahnya.


Arvan yang melihat penampilan Grea berbeda dari biasanya terlihat lebih cantik langsung turun dari tempat tidur dan menghampiri Grea lalu memeluk Grea dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Grea. pandangan mereka saling bertemu pandang melalui pantulan cermin. Grea tersenyum melihat sikap manja dari suami arogannya.


Grea mengusap lembut pipi Arvan yang menempel di pipinya Arvan memasang wajah cemberut sementara Grea terkekeh geli. biasanya wajah itu sering terlihat tegang dan pasang wajah dingin hari ini nampak begitu menggemaskan menurut Grea seperti anak kucing yang lucu.


" Mau ke kampus kenapa dandan secantik ini, apa jangan-jangan isteriku memiliki kekasih dikampus?" tanya Arvan menatap Grea dari pantulan cermin.


Grea mengurai pelukan Arvan dan memutar badannya menghadap ke arah Arvan.


" Kamu ini bicara apa sih? cemburu kok gak jelas" ucap Grea mencubit pipi Arvan gemas.


" Aku takut kalau kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain, apalagi di kampus pasti akan banyak para mahasiswa yang terpesona dengan kecantikan isteriku ini" ucap Arvan memelas.


" Walaupun banyak mahasiswa yang terpesona tapi aku inikan sudah terpesona dengan satu orang saja" ucap Grea seraya tersenyum.


" Siapa?" ucap Arvan yang tiba-tiba berubah dingin.


" Ya siapa lagi kalau bukan suamiku yang tampan ini, walaupun sudah sedikit tua" ucap Grea sambil tergelak memancing amarah Arvan.


" Apa kamu bilang sedikit tua?" tanya Arvan memperjelas dan dengan santai Grea mengangguk dan tersenyum tipis membuat Arvan geram dan langsung menerkam Grea tanpa ampun.


" Sayang sudah ampun... ampun... iya ampun " teriak Grea saat Arvan terus saja menggelitiknya.


" Kamu bilang aku apa tadi sedikit tua, ini rasakan hukuman kamu hem" ucap Arvan yang kembali menyerang Grea dengan kelitikannya.


" Aku cuma bercanda, dan kalau pun kamu ini sedikit tua tapi tetap kamu adalah suami tertampanku" ucap Grea mencari aman.


Dan benar saja setelah mendengar pujian yang meluncur dari bibir sang isteri Arvan langsung berhenti menggelitik Grea dan malah memeluknya posesif.


" Aku yang akan mengantarmu ke kampus ya!" pinta Arvan


" Gak usah, kamu istirahat saja di rumah" ucap Grea yang dia yakin ucapannya pasti akan membuat Arvan marah.


" Oh begitu jadi kamu menolak untuk aku antarkan ke kampus, apa kamu takut kekasihmu itu tahu kalau kamu ternyata sudah bersuami iya?" ucap Arvan dengan kesal namun malah membuat Grea tertawa seketika karena tidak kuat menahan tawanya.

__ADS_1


" Kenapa malah tertawa?" tanya Arvan dengan nada datar


" Aku sudah menduganya jika aku menolak pasti akan memancing beruang kutub mengamuk" ucap Grea dengan tertawa geli.


" Apa katamu tadi, beruang kutub?" tanya Arvan penuh penekanan dan Grea mengaguk sambil menahan tawanya.


" Kau berani mengatai suamimu sendiri beruang kutub!" Arvan mendengus kesal


" Ya karena kamu memang seperti beruang kutub, dingin lucu dan bikin gemes" ucap Grea yang sudah tidak tahan untuk tidak tertawa.


" Beraninya kamu" Arvan kembali menggelitik Grea.


" iya ampun... ampun.." Grea berhenti tertawa dengan napas yang tersengal-sengal.


" Sudah yuk berangkat nanti bisa telat" ajak Grea yang langsung bergelayut di lengan Arvan membuat Arvan menghangat dan langsung menuruti keinginan isterinya itu.


Setelah 30 menit menempuh perjalanan akhirnya Grea sampai juga di kampusnya. saat berada di depan pintu gerbang Grea yang baru turun dari dalam mobil Arvan disambut oleh sahabatnya Caca.


" Gre!" sapa Caca yang langsung berlari menghampiri Grea dengan penuh semangat karena walaupun mereka bekerja di kantor yang sama tapi belakangan ini mereka tidak pernah bertemu, jadi dia merasa kangen dengan sahabatnya itu.


" Emmm... suamiku sebaiknya kamu pergi sekarang ya, itu ada temanku Caca dia itu salah satu karyawan mu di kantor" ucap Grea berharap Arvan segera pergi meninggalkan kampusnya.


" Memangnya kenapa, apa kamu malu hem?" tanya Arvan dengan santainya


" Bukan begitu mas, aku hanya tidak ingin banyak yang tahu hubungan kita di kantor" ucap Grea


" Tapi dia itu temanmu, masa kamu merahasiakan semuanya dengan dia?"


" Ya karena aku belum yakin aja"


" Yakin dalam hal apa?"


" Sudah dulu ya nanti saja kita bahas lagi, cepat sekarang sana pergi" pinta Grea dan bukannya pergi Arvan malah sengaja keluar dari dalam mobil dan menghampiri Grea.


" Grea" sapa Caca setelah berada di hadapan Grea

__ADS_1


" Hai Ca" Grea balik menyapa.


" Siapa Gre?" tanya Caca sedikit berbisik


" Oh ini kenalin mas Arvan dan mas Arvan kenalin ini Caca sahabat aku" ucap Grea memperkenalkan keduanya.


" Mas aku masuk dulu ya!" pamit Grea dan baru saja Grea hendak melangkah bersama Caca terdengar suara deheman dari belakang.


" Ekhemm!" Arvan berdehem dan Grea langsung menoleh ke arah Arvan yang tengah menaik turunkan alisnya. Grea mengerti maksud dari sikap Arvan itu tapi saat ini ada Caca pasti setelahnya akan banyak pertanyaan yang meluncur dari gadis super kepo tersebut.


Grea menghampiri Arvan dengan langkah gontai dan mendengus kesal pasalnya apa yang Arvan inginkan pasti akan membuat Caca kepo abis tentang hubungannya dengan pria yang kini berada di hadapannya itu.


" Tidak usah pasang wajah memberengut seperti itu!" ucap Arvan dengan santainya


" Apalagi sih?" tanya Grea yang sudah pasang mood tidak bersahabat.


"Sepertinya buku yang kamu bawa tadi ketinggalan di dalam mobil" ucap Arvan asal


" Apa, buku?" tanya Grea yang bingung sendiri namun dengan cepat Arvan memberikan kode.


Pada saat Grea hendak ikut Arvan melangkah menuju mobilnya tiba-tiba dari arah belakang ada suara bariton yang terdengar memanggil nama Grea dan sontak saja hal tersebut membuat Grea terkejut bukan main apalagi setelah melihat raut wajah Arvan yang berubah dingin.


" Gre loe kemana aja sih kok baru kelihatan?" tanya pemilik suara bariton yang tidak lain adalah Jojo.


" Eh bang Jojo!" jawab Grea dengan wajah datarnya.


" Siapa Gre?" tanya Jojo


" Ini kenalin bang Jo mas Arvan dan mas Arvan kenalkan ini bang Jojo" ucap Grea sedikit takut-takut.


" Aku pulang!" pamit Arvan yang langsung masuk ke dalam mobil tidak menghiraukan Jojo yang sudah mengulurkan tangannya.


Grea mendengus kesal dengan sikap Arvan yang kembali terlihat arogan dan dingin


" Ingat jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain jika tidak ingin melihat mereka dikeluarkan dari kampus ini!" bisik Arvan penuh dengan penekanan dan membuat Grea bergidik ngeri

__ADS_1


__ADS_2