Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
kejujuran Grea


__ADS_3

Grea tengah tertawa mendengar cerita dari Caca yang sempat takut dan sudah berprasangka buruk terhadap atasannya itu.


" Parah loe Ca!" ucay Grea


" Ya mana gue tahu kalau ternyata orang yang harus gue temenin itu taunya loe, lagian kok bisa sih loe ada disini dan pak Arvan pakai acara nyuruh gue buat nemenin loe segala sampai bilang melayani lagi bikin gue ketar ketir aja" tutur Caca yang masih sedikit terkejut


" Kenapa takut keperawanan loe dijual ya?" ledek Grea


" Nah itu loe tahu, ngomong gitu langsung gak usah pakai bertele-tele kayak gitu" Caca menghirup udara dalam-dalam.


" Sorry itu gue yang minta" Grea tertawa dan Caca melotot


" Wah parah loe dasar sahabat gak ada akhlak" Grea tertawa melihat raut wajah kesal Caca


" Habisnya gue bete disini terus, keluar sebentar aja gak diizinin" adu Grea


" Sebentar dulu deh loe kok bisa ada disini sih Grea, bukannya loe bilang kalau loe itu sudah resign ya, terus loe ngapain disini?" tanya Caca yang nampak bingung dengan keberadaan Grea di ruangan pribadi atasannya.


" Gue memang udah gak kerja disini padahal gue masih ingin kerja tapi tuh mas Arvan gak bolehin" sahut Grea membuat Caca semakin penasaran.


" Loe sebenarnya ada hubungan apa sama pak presdir? jangan-jangan wanita yang sedang heboh dibicarakan oleh para karyawan itu elo ya Grea, kekasihnya pak presdir?" tanya Caca yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Grea.


" Memangnya pada bicarain apa tentang pak presdir dengan wanitanya itu?" tanya Grea membuat Caca jadi gugup sendiri.


" Ya begitu, mereka penasaran dengan sosok wanita yang sering datang bersama pak Presdir." jawab Caca


" Kalau menurut loe sendiri bagaimana?" tanya Grea


" Loe pasti punya hubungan spesial dengan pak presdir, iya kan?" Caca menarik satu alisnya keatas.


" Ya bisa dibilang begitu" sahut Grea santai


" Maksud loe apa gue gak ngerti" Caca semakin dibuat penasaran


" Gue itu sudah menikah dengan mas Arvan" jawab Grea


" Ap...apa menikah, loe sama pak presdir sudah menikah?" Grea menganggukkan kepalanya


" Iya, kami menikah beberapa bulan yang lalu dan saat ini gue sedang mengandung anaknya" jawab Grea dengan wajah bahagianya.


" Parah loe Grea, loe sudah menikah dan loe gak ngasih kabar ke gue dan yang lainnya" Caca merasa sedikit kecewa dengan sikap Grea yang seolah sudah tidak percaya lagi dengan sahabatnya itu


" Iya maaf karena acaranya waktu itu dadakan" ucap Grea yang kemudian menceritakan perihal kejadian sebenarnya terhadap Caca tanpa ada satupun yang terlewat.


" Ya ampun Gre, gue gak nyangka loe mengalami hal sesulit itu" ucap Caca setelah mendengar cerita dari Grea


" Terus hubungan loe dengan pak presdir bagaimana sekarang?" tanya Caca penasaran


" Menurut loe bagaimana?" tanya Grea dengan senyum yang mengembang


" Jangan-jangan loe sudah bucin ya ?" goda Caca

__ADS_1


" Gue bucin ya enggaklah" elak Grea


" Masa sih?" Caca menyenggol bahu Grea dan Grea tertawa


" Gue gak menyangka loh Grea kalau orang sedingin pak presdir ternyata bisa luluh ya dengan seorang Greandira!" tutur Caca


" Loe ngomong apa sih Ca" Grea tertawa kecil


" Ih ini anak, loe itu hebat bisa meluluhkan hati seorang Arvandra Pratama Zaindra yang terkenal dingin seperti es balok apalagi dengan wanita dan rupanya berbeda dengan loe Grea dia begitu hangat dan perhatian sampai isterinya harus ditemani segala, padahal kerjaan gue kan numpuk" oceh Caca yang tanpa sadar sudah berkata jujur membuat Grea menjadi tidak enak hati.


" Ya ampun Ca Sorry, gue sudah bikin loe keteter ya, duh maaf ya Ca, yaudah yuk ke ruangan loe nanti gue bantuin deh" ucap Grea


" Gak usah biar gue pergi sendiri aja, gue bisa kok menyelesaikan pekerjaan gue. loe ibu bos mana berani gue yang ada nanti malah dipecat sama pak bos" ucap Caca seraya tertawa


" Ya enggaklah Ca, kalau dia berani mecat loe nanti gue balik pecat tuh orang" sahut Grea


" Berani loe mecat pak Presdir?" tanya Caca


" Mecat jadi suami?" Sahut Grea asal


" Masa, yakin mau loe pecat?" goda Caca


" Ya loe kan tahu gue itu gak suka terus menerus diatur, bokap sama nyokap gue aja gak berani" sahut Grea


" Bedalah orangtua dengan suami, mau tidak mau ya loe tetap saja harus menurut karena itu adalah salah ibadah buat isteri" tutur Caca


" Ah iya, ibu ustazah. Terima kasih sudah mengingatkan" ucap Grea dan keduanya pun tertawa bersama


" Iya deh Ca, sekali lagi sorry ya dan thanks loe sudah menemani gue disini" Grea memeluk Caca


" Sama-sama Bu bos!" goda Caca


" Jangan gitu dong" Grea nampak tidak enak dan Caca tahu hal itu


Caca dan Grea keluar dari kamar pribadi Arvan yang ada di ruangannya


" Maaf pak saya pamit kembali ke ruangan saya dulu!" ucap Caca pamit kepada Arvan yang tengah duduk sibuk dengan tumpukan berkas di atas meja kerjanya.


" Hem!" Jawab Arvan singkat tanpa menoleh


" Aku pergi bersama Caca ya mas?" pamit Grea


" Hem" sahut singkat Arvan yang sedetik kemudian baru sadar dengan ucapan Grea, Arvan langsung berdehem saat Grea hendak melangkah keluar bersama Caca.


Grea menoleh ke arah Arvan yang ternyata sudah beranjak dari duduknya dan berdiri bersandar di sudut meja kerjanya dengan melipat kedua tangannya di dada.


" Mau kemana?" tanya Arvan saat melihat Grea menoleh


" Mau membantu Caca, karena gara-gara aku tadi pekerjaan Caca pasti jadi menumpuk" ucap Grea


" Tidak akan, aku sudah menyuruh Han untuk menyelesaikannya jadi kemarilah" ucap Arvan mengulurkan tangannya

__ADS_1


Grea dengan langkah malas menghampiri Arvan " Dan kamu boleh pergi sekarang!" titah Arvan kepada Caca


Caca keluar dari ruangan pak presdir membuat rekan kerjanya menatap heran kepada Caca yang pergi ke ruangan Presdir dengan waktu yang cukup lama.


" Ca ada apa? kenapa pak Presdir memanggil kamu?" tanya Nana yang sedari tadi cemas dengan Caca yang tidak kunjung kembali


" Gak ada apa-apa" jawab Caca seraya tersenyum


" Benarkah?" tanya Nana memastikan


" Iya benar" sahut Caca


" Tapi kok lama sih?" tanya Nana lagi


" Masa sih perasaan cuma sebentar deh" jawab Caca


" Hampir dua jam loh Ca"


" Apa iya selama itu?" tanya Caca yang gak menyangka mengobrol dengan Grea hampir dua jam


" Memangnya loe ngapain aja di sana?" tanya Nana


" Gue... gue cuma bantu pak presdir aja kok, sudah ah Na gue mau menyelesaikan pekerjaan gue dulu ya" ucap Caca yang tidak ingin Nana bertanya lebih lanjut.


" Pekerjaan loe sudah selesai" jawab Nana membuat Caca menoleh tak percaya dengan ucapan Nana


" Maksud loe?" tanya Caca


" Tuh loe lihat semua sudah bereskan!" Nana menunjuk ke arah tumpukan berkas yang ada di hadapan Caca.


Caca memeriksa semua berkas-berkas tersebut dan ternyata benar semua sudah selesai. " Kok bisa?" tanya Caca heran


" Ya bisalah, kemana saja emangnya loe, bukannya bekerja malah keluyuran sampai pekerjaan sebanyak itu harus orang yang mengerjakan" ucap Sisil dengan ketus.


" Tau loe Ca, bikin susah orang saja" lanjut mbak Monik yang ikut memarahi Caca


" Eh asal kalian tahu ya Caca itu bukan sengaja meninggalkan pekerjaannya begitu saja tapi dia itu tadi dipanggil ke ruangan pak presdir" tutur Nina menjelaskan


" Waw... hebat sekali dia bisa-bisanya beralasan pergi ke ruangan Presdir, jangan halu deh loe!" cibir Sisil


" Sudah Nina biarkan saja!" cegah Caca saat Nina hendak menimpali ucapan Sisil


" Tapi Ca loe itukan beneran ke ruangan presdir" protes Nina


" Biarkan saja, orang macam mbak Sisil kalau di timpal malah panjang urusannya" tutur Caca


" Iya emang sih, tapi mulutnya itu loh bikin orang pingin sumpel pakai sambal aja tuh orang" ucap Nina


" Jangan mau loe dibodohi sama dia!" ejek Sisil membuat Nina semakin kesal


" Caca!" panggil seseorang yang sudah berdiri di hadapan mereka

__ADS_1


Caca menoleh kesumber suara begitu juga dengan yang lain. dan mereka nampak tercengang dengan kehadiran sosok yang kini sudah berada di hadapannya.


__ADS_2