Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Jimmy ke kantor Arvan


__ADS_3

Hari ini Jimmy berencana untuk pergi ke kantor adik iparnya yang tidak lain adalah perusahaan milik Arvan, pekerjaan yang seharusnya sudah biasa di tangani oleh sang asisten yaitu Adam tapi kali ini Jimmy sendiri yang ingin mengurus proyek kerja sama tersebut.


" Adam hari ini biar gue aja yang pergi ke perusahaan Arvan" ucap Jimmy seraya membetulkan jas yang dipakainya.


" Widihhh.... ada gerangan apa nih gak biasanya ? ah gue tau loe pasti ada maksudkan datang kesana?" tebak Adam menaik turunkan alisnya


" Ah rese loe, gue potong gaji baru tahu rasa loe"


" Ya jangan dong Jim, yaudah sana loe pergi jangan lupa ajak makan siang sekalian" ledek Adam yang tahu maksud dan niat terselubung sang atasan sekaligus sahabatnya.


"Ish berisik loe!" kesal Jimmy dan malah membuat Adam tertawa.


Setelah mendapat ledekan dari sang sekretaris songong Jimmy keluar dari ruangannya dan bergegas pergi ke perusahaan PT Pratama Grup setelah sampai di tempat yang dituju Jimmy segera turun dari mobil dan masuk ke dalam perusahaan tersebut.


Di lobi para karyawan yang melihat kedatangan pria tampan seperti opa-opa Korea dibuat tercengang terutama kaum hawa. seperti kemarin Jimmy menjadi pusat perhatian para karyawan saat melintas di lobi.


" Permisi!" ucap Jimmy ramah terhadap dua resepsionis yang nampak tercengang saat Jimmy berdiri di hadapannya


" Ah iya, ada yang bisa kami bantu tuan!" ucap salah satu dari mereka


" Saya ingin bertemu dengan presdir Arvan, apa beliau ada di tempat?" tanya Jimmy dengan seulas senyum


" Ah tampan sekali!" gumam salah satu resepsionis tersebut saat melihat Jimmy tersenyum


" A... ada tuan, apa sebelumnya anda sudah membuat janji dengan atasan kami?" tanyanya


" Sudah, atas nama sekretaris Adam dari PT JM Grup!" sahut Jimmy


" Owh pak Adam, iya silahkan tuan naik saja ke lantai 20 ruangan Presdir kami ada di lantai tersebut!" ucapnya


" Baik terima kasih!" ucap Jimmy lalu pergi menuju lantai yang tadi disebutkan oleh resepsionis tersebut.


Sebenarnya Jimmy sudah tahu letak ruangan Arvan berada tapi dia tetap berlaku profesional mengikuti prosedur yang ada.


Sampai di lantai yang 20 Jimmy langsung berjalan menuju ruangan Arvan dan sampai di depan ruangan tersebut Jimmy disambut oleh seorang sekretaris cantik dan juga seksi.


" Aku ingin bertemu dengan Arvan apa dia ada di dalam?" tanya Jimmy


" Iya tuan, silahkan masuk presdir sudah menunggumu anda di dalam!" ucap Vivi ramah dan mengantarkan Jimmy masuk ke ruangan sang presdir.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk!" Sahut Arvan dari dalam ruangan


Ceklekk


" Maaf pak tamunya sudah datang!" ucap Vivi memberi kabar.


Jimmy langsung menyembul dari balik pintu dan Vivi beranjak pamit undur diri.

__ADS_1


" Wah ada gerangan apa nih kakak ipar yang datang langsung ke sini?" tanya Arvan yang beranjak dari duduknya tatkala melihat kakak iparnya masuk ke ruangannya untuk menyambut kedatangan sang kakak ipar.


Biasanya setiap ada urusan kantor atau masalah proyek kerja sama antar dua perusahaan tersebut Jimmy selalu mengirim asistennya Adam itu untuk mewakilinya tapi kali ini sepertinya akan lain cerita, Jimmy bahkan bisa sering-sering datang kekantor Arvan.


" Kata Dira kemarin kakak ipar juga datang mencariku, apa ada hal yang begitu penting yang ingin kau bicarakan dengan ku kakak ipar sampai repot-repot datang ke sini?" tanya Arvan seraya mempersilahkan Jimmy duduk


Arvan lalu menghubungi sekretarisnya " Vivi!"


" Iya pak!"


" Bawakan minuman dan juga cemilan ke ruangan ku!" ucap Arvan


" Baik pak!" sahut Vivi


Tidak berapa lama Vivi datang membawa minuman dan juga cemilan.


" Silahkan diminum tuan!" ucap Vivi sopan lalu segera keluar dari ruangan tersebut


" Kakak ipar sebenarnya_" ucap Arvan yang tiba-tiba terpotong oleh Jimmy


" Jangan panggil aku dengan sebutan itu terdengar sangat berlebihan" Selak Jimmy


" Baiklah kalau begitu, ada gerangan apa kau datang sendiri ke kantor ku, ini tidak biasanya seorang CEO PT JM Grup Jimmy Alexander Atmaja datang sendiri ke perusahaan ku?" tanya Arvan yang menebak ada sesuatu hal yang kakak iparnya itu sembunyikan.


" Kau terlalu berlebihan, apa aku tidak boleh berkunjung ke perusahaan adik ipar ku sendiri?" bukan menjawab Jimmy malah balik bertanya


" Baiklah... baiklah... suatu kehormatan untukku kalau begitu" ucap Arvan seraya tersenyum


Arvan dan Jimmy memang bekerja sama membangun sebuah resort di pulau Bali, proyek tersebut sebenarnya sudah berjalan 75% entah ada hal apa lagi yang ingin Jimmy bicarakan tentang proyek tersebut padahal semua sudah sesuai dengan kesepakatan yang dibahas oleh asistennya Adam.


" Semua sudah berjalan hampir 75% ,apa ada hal lain yang tidak sesuai dengan kesepakatan ?" tanya Arvan


" Aku rasa semua sudah sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati, semua sudah tidak ada masalah" ucap Jimmy sangat santai membuat Arvan menautkan kedua alisnya


" Lalu?" Arvan nampak bingung dengan sikap Jimmy


" Aku hanya sekedar berkunjung dan ingin bertemu dengan suami dari adik kesayanganku itu saja" sahut Jimmy seraya menyesap secangkir kopi yang telah disuguhkan.


Arvan mengerutkan keningnya " Apa tidak ada hal lainnya?" tanya Arvan penuh selidik


" Tentu saja tidak" Jimmy lalu beranjak dari duduknya


" Aku rasa semua sudah cukup dan aku akan kembali ke kantor ku" ucap Jimmy pamit undur diri


" Apa tidak sebaiknya kita makan siang bersama, ini sudah hampir jam makan siang!" ucap Arvan


" Aku rasa tidak perlu" tolak Jimmy


" Sebentar lagi Dira akan datang ke mari membawakan makan siang, tadi juga aku sudah mengirimkan pesan kepadanya kalau kau ada di kantorku, dan dia memintaku untuk mencegah mu pergi sampai dia datang" tutur Arvan

__ADS_1


" Ah dasar anak itu!" Jimmy tidak menghiraukan permintaan Grea yang memintanya untuk menunggu


" Tunggulah sebentar, Dira pasti marah jika kau pergi begitu saja!" ucap Arvan


" Aku tidak mau menjadi obat nyamuk dengan tingkat ke lebayan kalian yang selalu tidak malu bermesraan di tempat umum" sahut Jimmy


" Abang gak akan jadi obat nyamuk kok, tenang aja bang aku sengaja nih menculik salah satu pegawai suami aku buat nemenin Abang makan bareng dengan kita!" ucap seorang wanita yang tengah menyembul dari balik pintu bersama seorang gadis yang nampak terkejut melihat sosok pria yang sebenarnya juga ingin dia hindari.


Caca masih merasa trauma dengan kejadian beberapa hari lalu, sikap Micko yang seenaknya dan juga perlakuan adik sang atasan yang mengancam dirinya jika masih dekat-dekat dengan laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


" Gre!" ucap Jimmy yang nampak terkejut dengan kedatangan sang adik apalagi di belakangnya ada wanita yang memang sangat ingin ia jumpai.


" Bagaimana abang maukan makan siang bareng kami?" tanya Grea yang sudah bergelayut manja di lengan sang kakak


" Dek jangan begini, ada suami kamu loh itu ada Caca juga!" ucap Jimmy


" Memangnya kenapa abang itukan kakak aku!"


" Iya sudah cepat siapkan makan siangnya sebelum abang berubah pikiran!" ucap Jimmy seraya mengacak-acak rambut sang adik


Grea menyiapkan makan siang untuk mereka berempat, Hanan sudah lebih dulu keluar dari ruangan tersebut dan pergi makan siang bersama Caroline.


Jimmy diam-diam mencuri pandang pada Caca, karena merasa terus di ada yang memperhatikan Caca menjadi risih sendiri.


" Grea sebaiknya gue pamit aja ya!" ucap Caca yang merasa tidak nyaman berada di ruangan tersebut


" Yahhh.... jangan begitu dong Ca, kita makan siang dulu ya Ca, ayo dong Ca!" ucap Grea memohon membuat Arvan yang melihatnya malah kesal dengan sikap Caca yang berani membuat isterinya memohon seperti itu.


" Ekhemm!" deheman Arvan membuat Caca tersentak, Caca sadar sudah membuat kesalahan karena membuat isteri atasannya sampai memohon seperti itu


" Isteriku sudah meminta mu dengan baik-baik jadi jangan_!" ucap Arvan yang tengah emosi terpotong


" Mas apa-apaan sih, jangan bicara seperti itu dan satu hal lagi ya mas jika dihadapan Caca apalagi ini jam istirahat jangan mengaitkan aku adalah isteri dari atasannya bagi aku Caca ya Caca aku ya aku, kami bersahabat itu bersahabat jadi tidak ada antara bawahan dengan isteri atasannya" tutur Grea membuat Arvan menghela napas kasar


Caca yang mendengar penuturan Grea merasa tidak enak hati ia semakin merasa bersalah.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Jimmy yang tiba-tiba melangkah mendekati Caca yang tengah menundukkan wajahnya karena merasa bersalah


Mendengar suara bariton yang cukup familiar membuat detak jantung Caca tidak beraturan.


Caca mendongak dan tanpa diduga pandangan mata mereka bertemu lalu saling mengunci satu sama lain.


" Ekhemm!" kali ini Grea yang berdehem melihat kakak dan sahabatnya saling beradu pandang


" Apa sudah selesai acara saling pandang-pandangnya?" goda Grea


" Apaan sih Grea?" Caca menunduk malu menutupi raut wajahnya yang sudah semerah tomat sementara Jimmy hanya membuang pandangannya lalu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


" Bisa kita mulai makan siangnya?" tanya Arvan

__ADS_1


" Iya sayang, aku ambilkan ya!" Grea melayani Arvan makan sementara Jimmy dan Caca masih saling diam dengan perasaan mereka masing-masing.


__ADS_2