
Arvan merasa sangat bahagia karena isteri yang sangat ia cintai sudah kembali mengingatnya. bulir air mata menandakan betapa bahagianya Arvan.
" Mas kok menangis terus sih dari tadi?" tanya Grea menatap haru wajah suaminya yang sudah basah air mata.
Grea menghapus air mata Arvan yang masih membasahi pipinya, Arvan memegangi tangan Khanza lalu mengecupnya lembut.
" Mas takut sayang, sangat takut"
" Takut apa mas?" Grea menghapus air mata suaminya ada rasa iba dan juga penuh haru
" Mas takut kamu akan melupakan mas dan membenci mas"
" Mas takut kamu melupakan mas dan juga putri kita" Arvan tidak peduli jika dirinya di cap cengeng
" Sudah dong mas jangan nangis terus, aku sudah tidak apa-apa mas " Grea meraih tangan Arvan lalu menciumnya dengan lembut
" Maafkan aku ya mas, sudah membuat kamu begitu khawatir!"
" Untuk apa minta maaf sayang, kamu adalah pemilik hati ini jadi tidak perlu meminta maaf, karena sebelum kamu minta maaf mas pasti sudah memaafkan kamu" ucap Arvan tersenyum manis
" Duh so sweet suamiku!" ucap Grea
Jimmy dan Alex memutuskan untuk pulang karena malam ini Arvan yang akan menjaga dan menemani Grea
Pagi hari mommy Marla dikejutkan dengan pemandangan yang cukup mengganggu penglihatannya. bagaimana tidak Arvan tidur di atas tempat tidur bersama Grea dan mereka saling berpelukan.
" Tuh lihat anak dan menantumu disaat seperti ini masih saja modus" ucap mommy Marla kepada mama Risma yang datang bersama untuk menemani putri mereka sekaligus membawakan sarapan dan juga baju ganti.
" Assalamu'alaikum!" ucap kedua wanita paruh baya itu bersamaan
Grea dan Arvan yang masih berada di alam mimpi pun terperanjat kaget.
" Astaghfirullah... mommy... Mama.. ngagetin aja sih" kesal Grea sementara Arvan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menjadi salah tingkah.
" Arvan... Arvan... kalau mau membuatkan Queensy adik tahu situasi dan kondisi dong masa putri mommy yang baru juga pulih dibikin capek sih" goda mommy Marla
" Apaan sih mom, kita tuh enggak ngapa-ngapain ya mom cuma tidur aja kok kasihan tuh si masnya malu " ucap Grea menunjuk ke arah Arvan
Arvan hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seraya menunduk malu
" Udah ditahan dulu ya sampai kamu benar-benar pulih sayang" pinta mommy Marla
" Mom.." Grea mengerucutkan bibirnya
" Udah sana Van mandi gih, ini mama bawain baju ganti" mama Risma menyodorkan paper bag kepada putranya
" Terima kasih ya mah!"
Setelah menerima paper bag dari mamanya Arvan pun langsung melesat ke kamar mandi
Arvan sudah rapih dengan kemeja dan stelan jas berwarna navi membuat pria beranak satu itu pun terlihat begitu tampan dan gagah tidak seperti beberapa hari yang lalu nampak kusut dan lusuh.
" Ya ampun suami ku ganteng banget hari ini" puji Grea membuat Arvan tersenyum malu-malu
" Kemarin-kemarin aku memang gak ganteng ya yang?"
" Kemarin enggak, kamu tuh lusuh dan kusut muka acak-acakan, jelek pokonya" jawab Grea Jujur
" Ya ampun yang segitunya sih" Arvan pura-pura merajuk
" Yang dikatakan Grea memang benar kok, kemarin itu anak mamah jelek banget. mata sembab, wajah kusut baju kusam terlihat lusuh" ucap mama Risma membenarkan ucapan sang menantu
" Tuh dengarkan bapak Arvandra Pratama, aku gak bohong kan" Grea tersenyum simpul
" Sayang mana bisa mas memperhatikan penampilan mas sementara isteri mas sendiri saja melupakan keberadaan pria tampan ini" ucap Arvan lirih
__ADS_1
" Ya ampun kasihan sekali suami ku, sini sayang!" Grea membentangkan kedua tangannya
Arvan berjalan menghampiri Grea dan keduanya pun saling berpelukan.
" Maafkan aku ya mas karena sempat melupakan keberadaan mas" ucap Grea lirih dan buliran bening meluncur di pipi mulusnya
Arvan mengurai pelukannya dan menatap lekat wajah sang isteri " Tidak perlu minta maaf sayang, semua bukan salah kamu, ini mungkin teguran untuk suami seperti aku yang kurang perhatian terhadap isteri dan tidak bisa menjaga dan melindungi kamu dengan baik" tutur Arvan seraya menghapus air mata yang mengalir di wajah Grea
" Semua salah mamah karena mamah tidak bisa menjadi ibu yang baik, tidak bisa mendidik putri mamah dengan baik sehingga Arin berani berbuat sebodoh itu. mamah malu kepada kalian terutama kamu Grea" mama Risma tak kuasa menahan kesedihannya
" Sudahlah jeng jangan menyalakan diri sendiri semua yang terjadi adalah sebuah pelajaran yang sebaiknya kita ambil hikmahnya dan semua pasti sudah menjadi suratan yang digariskan tuhan" ucap mommy Marla merangkul bahu besannya.
" Terima kasih jeng karena sudah sangat baik dengan keluarga kami, meskipun sudah berkali-kali putriku berbuat buruk terhadap anak-anak kalian tapi dengan mudahnya kalian memaafkan"
" Jujur aku merasa sangat malu" mommy Marla memeluk mama Risma tak kuasa melihat kesedihannya mommy Marla pun ikut menangis.
Dalam suasana haru dan penuh derai air mata tersebut tiba-tiba terdengar pintu ruangan yang diketuk.
Tok
Tok
Tok
" Assalamu'alaikum!"
" Wa'alaikum salam!"
" Caca....!" pekik Grea saat melihat sahabat baiknya datang menghampirinya.
" Grea loe gak apa-apakan? gue khawatir banget sama loe sumpah gue takut banget loe kenapa-napa" Caca sudah menangis dalam pelukan Grea
" Ca gue enggak apa-apa loe bisa lihat gue kan, tuh gue baik-baik aja" ucap Grea saat sudah melerai pelukannya.
Caca mengusap air matanya kasar dan masih nampak sesenggukan.
" Terima kasih sudah membantu kami jika bukan karena kamu dan temanmu itu mungkin kami akan terlambat menolong isteri ku"
Kali ini Grea menatap lekat wajah sahabatnya yang tiba-tiba diam membisu.
" Ya aku juga tidak menyangka waktu itu kamu benar-benar berubah tidak ada Caca yang lembut dan ayu. aku sampai ragu mengenalimu" ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Bang Jim!" ucap Caca pelan
" Kalian ngomong apaan sih, kok aku jadi gak ngerti ya apa yang kalian bahas" ucap Grea nampak berpikir
" Sudah dek gak usah dipikirin, yang jelas temanmu yang satu itu memang tidak bisa diremehkan. di balik sikapnya yang lembut ternyata sangat juga. wanita hebat tambah salut abang' puji Jimmy menatap lekat wajah gadis pujaannya yang terlihat tersipu malu.
" Sudah jangan didengerin Grea bikin pusing aja" ucap Caca mengalihkan pembicaraan Jimmy
" Enggak boleh gitu Ca, setidaknya kami juga harus mengucapkan banyak terima kasih sama kamu karena sudah membantu menyelamatkan adik kesayanganku.
" Semua ya karena usaha pak Arvan dan anda sendiri pak Jimmy mana ada saya membantu' elak Caca
" Terima kasih ya nak Caca!" kali ini mommy Marla yang ikut bicara.
" Tante tidak perlu berterima kasih segala, saya tidak melakukan apa-apa kok ini semua karena usaha keras mereka sendiri yang akhirnya menemukan dan menyelamatkan Grea" ucap Caca yang menjadi tidak enak hati
" Jika bukan informasi yang kamu kirim mungkin kami akan telat menolong" ucap Jimmy
" Sebentar, kalian ini pada bicara apa sih? aku sungguh tidak mengerti" ucap Grea yang terlihat bingung
" Begini loh sayang, ternyata sahabat kamu yang terlihat lugu dan polos ini ternyata tidak seperti yang kita duga, dialah yang sebenarnya yang telah membantu mas menemukan kamu dan menyelamatkan kamu." tutur Arvan menjelaskan
" Ap... apa?" tanya Grea seakan tak percaya
__ADS_1
" Kamu tahu dek, gadis yang terlihat lemah lembut ini ternyata mampu melumpuhkan beberapa pria bertubuh kekar. abang aja sampai dibuat melotot" Grea langsung menatap Caca seakan meminta penjelasan
" Tidak usah didengar Grea, mereka terlalu berlebihan. aku tidak seperti itu" ucap Caca yang menjadi salah tingkah
" Memang itulah faktanya, duh kok abang jadi ciut ya untuk mendekatinya" Jimmy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Kenapa bang?"tanya Grea polos
" Abang takut dibanting pas malam pertama" seloroh Jimmy
Deg
Caca menatap horor ke arah Jimmy membuat Arvan yang melihatnya tergelak seketika.
" Bang Jim buruan udah halalin, seganas-ganasnya wanita kalau udah dibelai juga pasti mengeong bang minta dilanjut' goda Arvan
" Iya kalau dilanjut kalau di banting bagaimana" ucap Jimmy seraya tertawa
" Aduh pak Jimmy kenapa berbicaranya jauh sekali ya, memangnya siapa yang mau menikah sama bapak ge'er banget sih. tenang aja pak gak ada malam pertama yang pakai acara banting-banting orang, toh saya kan tidak menikah dengan pak Jimmy" ucap Caca sengit
" Wah gak boleh gitu, kalau kamu gak mau aku akan tetap memaksa"
" Terserah, kalau maksa berarti mau dibanting ya?"
" Enggak apa-apa dibanting asal bantingnya diatas kasur ya!" Jimmy menaik turunkan alisnya tersenyum menggoda
" Ih ogah" sahut Caca
" Udah enggak usah menolak ya nak Caca sepertinya mommy setuju banget kalau putra mommy ini menikah sama kamu" ucap mommy Marla yang langsung membungkam mulut Caca
" Tuh Ca mommy gue udah ngasih lampu hijau tuh, gue yakin loe itu sebenarnya juga ada rasa kan sama Abang gue yang kolot macam tuh!" ucap Grea
" Ah sok tahu loe Grea" Caca pasang wajah cemberut
Tiba-tiba Caca dibuat terkejut saat mommy Marla merangkul bahunya.
" Jadilah menantu mommy ya, mommy yakin kamu itu akan menjadi isteri yang baik untuk putra mommy. " mommy Marla menoleh ke arah Jimmy.
" Bagaimana Abang Jimmy apa kamu mau menikah dengan Caca?" kali ini mommy bertanya kepada Jimmy
" Kalau Abang sih mau banget mom!" sahut Jimmy
" Tuh udah dengar kan nak Caca, mau ya?'
" Tapi _" Caca menundukkan wajahnya
" Tapi apa sayang?"
" Mana pantas aku bersanding dengan bang Jimmy, aku hanyalah gadis biasa yang_" bekum selesai bicara Jimmy langsung memotong kata-katanya
" Aku tidak peduli dengan hal yang lainnya. aku menerimamu dengan ikhlas semua kelebihan dan juga kekurangan mu begitu juga sebaliknya semoga kamu juga bisa menerima kelebihan dan kekurangan ku." ucap Jimmy
" Aku merasa nyaman setiap kali berada di dekat mu dan aku rasa tidak ada yang lebih penting dari sebuah rasa nyaman. tentang keluarga mu aku sudah tahu semuanya dan bagiku dan juga keluarga ku itu bukanlah masalah. asalkan kamu jawab iya bersedia menjadi isteri ku, ibu dari anak-anakku itu sudah cukup bagiku dan dengan cepat aku akan menjadikan mu halal untuk ku" ucap Jimmy panjang lebar
Caca terdiam sejenak mencerna setiap apa yang diutarakan Jimmy.
" Sudah Ca iyakan saja dengan begitu loe akan jadi kakak ipar gue dan Jujur gue sangat senang banget kalau loe yang akan menjadi kakak ipar gue" Grea meyakinkan sahabatnya itu
" Tapi Grea_"
" Bang Jimmy itu orangnya baik kok Ca, setia pula. loe gak usah takut kalau bang Jimmy macam-macam sama loe gue yang akan menjadi garda terdepan untuk lindungi loe walaupun dia abang gue sendiri"
Caca masih bingung walaupun sebenarnya di dalam hatinya memang sudah tersemat nama pria tersebut tapi entahlah dia masih merasa ragu.
" Ca,!"
__ADS_1
Suara Grea membuyarkan lamunan Caca membuat Jimmy tersenyum simpul menatap lekat wajah gadis yang menjadi tambatan hatinya yang terlihat lugu dan menggemaskan