Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Nasihat Mommy


__ADS_3

" Oiya, Gre tadi kata dokter kamu sakit apa?" tanya Alex.


Deg


Deg


Deg


Grea terdiam sejenak tidak tahu harus mengatakannya atau tidak dengan daddy-nya sementara hubungannya dengan Arvan masih belum berjalan baik.


" Sayang!" panggil Alex membuyarkan lamunan Grea.


" Ah iya dad maaf, gak Kenapa-napa kok dad cuma kecapean aja sama telat makan" jawab Grea.


" Gre boleh mommy bicara?" tanya Marla


" Bicara apa mom?" tanya Grea


"Grea sebaiknya kamu pulang dan istirahat saja di rumah ya sayang!" ucap Marla dan mendapatkan gelengan kepala oleh Grea


" Gak mom Grea mau disini aja nunggu bang Jimmy sadar!"


" Mau sampai kapan Gre? kasihan loh suami kamu jika kamu disini terus, mau sampai kapan kamu menunggu kakak kamu yang gak tahu kapan sadarnya" ucap Marla mengelus lembut rambut putrinya itu.


" Kamu boleh sedih, marah dan merasa kecewa dengan apa yang telah terjadi dengan kakak kamu Gre tapi kamu gak boleh melimpahkan semua rasa kekecewaan kamu itu kepada suami kamu. Dia juga pasti merasakan apa yang kamu rasakan sayang hanya saja dia menyikapi dan menghadapi semuanya dengan cara yang berbeda. mungkin kamu menilai dia egois atau apalah itu tapi yang jelas Gre saat ini dia masih berstatus suami kamu jadi apapun masalah yang tengah kalian hadapi alangkah baiknya kalian bicarakan semuanya dengan baik-baik. ingat Grea setelah kata sah di serukan maka saat itulah tanggung jawab kamu sepenuhnya ada pada suami kamu. jika dia tidak ikhlas kamu berada di luar rumah maka dosa lah yang kamu dapat Gre" tutur Marla.


" Mommy tahu kalian pasti sedang ada dalam masalah iyakan?" tanya Marla dan Grea hanya diam menundukkan kepalanya.


" Grea menyatukan dua kepala dalam satu rumah itu memang tidaklah mudah sayang, salah satu harus ada yang mengalah. jika suami kita keras dan kita juga keras maka kesatuan itu tidak akan pernah tercipta sayang, kita sebaiknya mengalah selama itu masih dalam batasannya. dan sebagai seorang isteri kita punya kewajiban untuk melakukan tugas kita kepada suami seperti melayaninya, baik urusan dapur maupun tempat tidur, mommy memang tidak tahu permasalahan apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua tapi setidaknya jangan biarkan masalah kalian terus berlarut-larut dengan cara kamu yang selalu menghindarinya Gre.!" ucap Marla menasehati sang putri


" Memangnya apa yang telah terjadi sayang, apa kalian bertengkar, apa Arvan menyakiti kamu?" tanya Alex dengan tegas


" Tidak dad, cuma kesalahpahaman saja, sebenarnya mas Arvan sih sudah minta maaf cuma Grea masih kesal sedikit" ucap Grea yang keceplosan lalu menutup mulutnya sendiri


" Salah paham?" tanya Alex memincingkan matanya.


" Salah paham apa?" tanya Alex dengan suara yang sudah sedikit meninggi


" Daddy ini cuma salah paham biasa aja kok, Grea cuma ya sedikit kesal aja sama mas Arvan, habisnya mas Arvan terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan juga sewaktu kak Arin sudah pulang mas Arvan malah lebih mementingkan adiknya itu dari pada Grea yang sudah menjadi isterinya sekarang " ucap Grea sedikit berbohong karena tidak ingin Alex semakin banyak bertanya lagi tentang hubungannya dengan Arvan.

__ADS_1


"Grea hanya sedang menguji kesabarannya saja kok dad, sampai sejauh mana sih usaha mas Arvan meminta maaf pada Grea" ucap Grea lagi dengan sedikit senyum yang dipaksakan.


" Apa benar begitu?" Alex merasa ragu dengan pernyataan putrinya itu.


" Iya dad, beneran kok" jawab Grea dengan tersenyum manja


"Awas saja kalau sampai dia berbuat macam-macam sama kamu, daddy pasti akan membuat perhitungan dengannya" ucap Alex dengan nada tegas


" Iya daddy ku sayang" Grea langsung beranjak dari duduknya dan bergelayut manja dengan daddy-nya yang sedang berdiri di hadapannya.


Ceklekk


Pintu ruangan terbuka dari luar sepasang suami istri paruh baya masuk dengan senyum mengembang, siapa lagi kalau bukan Risma dan Zaindra yang datang untuk menjenguk keadaan Jimmy dan juga menantu kesayangannya tentunya.


"Assalamu'alaikum!" ucap Risma saat memasuki ruangan tersebut


"Wa'alaikum salam" sahut Alex, Grea dan Marla


" Sayang!" panggil Risma saat melihat Grea tengah bergelayut manja dengan daddy-nya.


" Ma!" Grea langsung menghampiri Risma dan menyalami punggung tangan mertuanya itu.


" Apa kamu sedang sakit sayang, wajah kamu kok pucat banget?"


" Alhamdulillah baik ma, Grea baik-baik aja kok mah. ini cuma kecapean aja. mama sendiri bagaimana kondisi kesehatan mama?" Grea balik bertanya kepada sang mertua


" Alhamdulillah, mama juga baik sayang" jawab Risma tersenyum tipis


" Oiya, bagaimana kondisi kakak kamu?" tanya Risma menoleh ke arah Jimmy yang masih setia memejamkan matanya.


" Masih sama mah!" jawab Grea


Disaat para ibu sedang memberikan wejangan kepada Grea mengenai peran seorang isteri dan kewajiban apa saja yang harus dijalani kedua pria paruh baya lebih memilih untuk keluar dan membicarakan tentang perusahaan yang selama ini dikelola oleh Jimmy.


" Gre" Risma mengelus punggung tangan Grea dengan lembut lalu tersenyum.


" Maafin mama ya!" ucap Risma membuat Grea langsung menoleh ke arah sang mertua


" Maaf untuk apa mah? mama gak punya salah apa-apa sama Grea" ucap Grea

__ADS_1


" Maaf karena mama kamu jadi kehilangan impian kamu dan harus terikat dengan pernikahan yang tidak membuat kamu bahagia karena kebodohan anak mama" ucap Risma yang menundukkan wajahnya merasa bersalah


" Mah, mama jangan bicara seperti itu mah. ini bukan salah mama, mungkin ini adalah takdir yang sudah tuhan tuliskan untuk Grea dan mas Arvan." sahut Grea


" Tapi Arvan sudah membuat kamu kecewa dan menyakiti kamu sayang, sebagai orang tua mana malu dengan apa yang telah Arvan lakukan sama kamu. anak itu benar-benar sudah keterlaluan sayang" Risma tidak kuasa lagi menahan air matanya yang meluncur begitu saja.


" Ma!" Cicit Grea yang melihat sang mertua menangis.


" Grea , Risma sebenarnya ada apa ini? apa yang sudah dilakukan Arvan terhadap kamu Grea.? pantas saja beberapa hari ini kamu nampak aneh dan tidak seperti biasanya. apa suami kamu sudah menyakiti kamu?" cecar Marla dengan beberapa pertanyaan kepada Grea


" Gak ada apa-apa kok mom, Grea kecewa karena mas Arvan terlalu sibuk dengan pekerjaannya saja mom" jawab Grea bohong


" Sayang!" ucap Risma yang tidak menyangka sang menantu malah menutupi kesalahan putranya.


" Mah, mom, Grea memahami posisi mas Arvan tapi bolehkah Grea egois? Grea tahu sebagai isteri Grea punya kewajiban yang harus Grea lakukan untuk suami Grea tapi untuk sementara waktu ini Grea ingin kami berdua introspeksi diri masing-masing dulu mah, mom!" ucap Grea menatap bergantian ke arah Risma dan Marla


" Maksud kamu apa Grea?" tanya Marla


" Mom, apapun masalah yang menerpa rumah tangga Grea dan mas Arvan biarlah kami selesaikan masalah tersebut dengan cara kami sendiri. bukan Grea ingin menghindari mas Arvan mom, tapi lebih tepatnya Grea ingin kami mengintrospeksi kesalahan kami masing-masing mom, dan Grea lebih memilih untuk tetap disini menemani bang Jimmy" tutur Grea


" Grea kamu boleh menemani kakak kamu disini, tapi mau sampai kapan?" Marla menjeda ucapannya.


" Kamu sudah beberapa hari gak pulang bahkan suami kamu datang saja kamu terlihat cuek, jika masalah kalian memang berat kamu bisa mengatakan semuanya kepada mommy maupun daddy kamu sayang atau kepada mertua kamu" ucap Marla


Deg


Risma seakan tercekat dengan ucapan Marla pasalnya dia dan suaminya tahu dengan jelas mengapa menantunya itu enggan bertemu dengan putra mereka dan pulang ke apartemen Arvan.


Ucapan Arvan yang begitu teganya menuduh sang menantu berselingkuh sungguh membuat Risma merasa sesak karena kata-kata itu terus terngiang dalam ingatannya.


" Grea !" cicit Risma memandang sendu wajah Grea


" Grea akan pulang ke apartemen mas Arvan jika hati Grea sudah benar-benar siap ya mah, mom. jadi bolehkan Grea disini dulu?" ucap Grea memohon.


" Iya sayang, terserah kamu bagaimana baiknya saja. mama tidak akan memaksa kamu untuk bisa memaafkan putra mama Arvan apalagi memaksa kamu untuk tetap bertahan disisinya . apapun keputusan kamu mama ikhlas Grea karena mama menyayangi kamu sudah seperti putri mama sendiri mama ingin kamu bahagia. jika Arvan tidak bisa memberikan kamu kebahagiaan kamu berhak bebas Grea dan mencari kebahagiaan kamu sendiri" ucap Risma disela Isak tangisnya.


" Mah!" Grea langsung memeluk mertuanya itu.


" Risma sebenarnya ada apa? aku yakin kamu tahu masalah Grea dan Arvan kan?" tanya Marla yang membuat keduanya saling melempar pandangannya.

__ADS_1


" Apa aku tidak berhak tahu?" tanya Marla lagi membuat Grea menghela nafasnya berat.


__ADS_2