Nikah Menjadi Pengantin Pengganti

Nikah Menjadi Pengantin Pengganti
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Assalamu'alaikum teman-teman,,,,


Maaf ya udah lama gak update, soalnya pikiran lagi mentok maklum deh author masih amatiran jadi gini deh 🤭.


Sekarang di lanjut ya semoga tidak bosan dan buat yang setia menunggu saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya....😘😘😘


...Selamat membaca...


...☀️☀️☀️☀️🥀🥀🥀☀️☀️☀️...


Caca dan Jimmy berencana akan pergi berbulan madu, Jimmy yang awalnya ingin membawa Caca pergi berbulan madu keluar negeri beralih menjadi ke pulau Dewata Bali.


Caca tidak ingin pergi keluar negeri karena menurutnya berbulan madu keluar negeri ataupun didalam negeri itu sama saja yang terpenting adalah kebersamaannya, Caca juga tidak ingin setelah menikah kehidupannya berubah walaupun sudah menjadi isteri seorang CEO Caca tidak ingin melupakan jati dirinya yang sebenarnya, dia hanyalah gadis biasa yang terlahir dari keluarga sederhana dan dengan statusnya yang sekarang dia tidak ingin sampai lupa diri dengan kemewahan dan kemegahan yang disuguhkan oleh suaminya.


" Ca, lebih enak pergi keluar negeri dari pada hanya di dalam negeri" ucap Grea yang kini sedang berada di depan meja kerja Caca.


Setelah cuti beberapa hari Caca dan Jimmy memang sudah kembali bekerja, pasalnya masih banyak pekerjaan yang Jimmy tinggalkan dan saat ini ia juga harus merampungkan semua urusan pekerjaannya agar saat cuti berbulan madu semua sudah tidak ada lagi yang mengganggunya.


" Grea jika di negara kita sendiri masih banyak tempat wisata yang bagus untuk kita kunjungi untuk apa pergi keluar negeri? ya setidaknya gue ingin menjelajahi dulu apa yang ada di negeri gue sendiri baru setelah itu pergi menjelajahi negeri orang" sahut Caca membuat Grea mengangguk membenarkan


" Ya sudah, kalau itu memang yang sudah menjadi keputusan loe,lalu kapan kalian berangkat?" tanya Grea


" Mungkin Minggu depan, tunggu bang Jimmy menyelesaikan pekerjaannya dulu" jawab Caca


" Terus bagaimana dengan pekerjaan mu kakak ipar?" tanya Grea membuat Caca mengerutkan keningnya


" Elo kenapa sih Grea, lebay banget tau?" tanya Caca yang merasa menggelitik ditelinga saat Grea berbicara formal


" Ya elo kan sekarang sudah jadi kakak ipar gue Ca" sahut Grea


" Walaupun status gue sekarang adalah kakak ipar loe, bersikap biasa aja Grea risih gue dengarnya" jujur Caca


" Iya oke, tapi loe juga jangan sibuk kerja terus Ca biar bang Jimmy aja yang bekerja dan loe sebagai isteri diam-diam aja di rumah biar bisa cepat dapat momongan" ucap Grea terkekeh


" Ya do'ain aja semoga disegerakan" timpal Caca


" Amin!" ucap Grea


Saat keduanya tengah berbincang hangat Sisil yang sudah kembali bekerja satu bagian dengan Caca menatap tidak suka ke arah mereka berdua.


" Tuh orang masih aja ya ngeselin banget!" ucap Grea sambil menatap ke arah Sisil


" Udah enggak usah dihirauin cewek macam dia mah, kalau capek juga pasti berhenti sendiri" ucap Caca seraya merapihkan mejanya


" Tapi tuh anak enggak pernah bersikap yang aneh-aneh kan?"


" Aneh-aneh bagaimana maksud Loe?"


" Ya begitu?"


" Begitu bagaimana? menggoda pak Arvan maksud Loe?" tebak Caca


" Ya kali aja tuh cewek masih penasaran" sahut Grea


" Loe tenang aja Grea pak Arvan itu enggak bakalan tergoda sama tuh cewek!"


" Kenapa loe seyakin itu?" Grea mengerutkan keningnya


" Ya karena selama gue kerja di sini dia tuh enggak pernah neko-neko dan enggak ada satupun berita yang buruk tentang nya, pak Arvan itu sayang banget sama Loe makanya dia selalu bersikap dingin pada orang lain karena dia tidak ingin ada yang mendekatinya" jawab Caca


" Benarkah?" Caca pun mengangguk pelan


" Iya, Loe percaya sama gue pak Arvan itu suami setia"


" Semoga saja!"


" Hayooo lagi ngapain?" suara bariton yang terdengar dari belakang mengejutkan keduanya

__ADS_1


" Ish, abang ngagetin aja sih, ngapain kesini?" kesal Grea


" Dihhh... sewot, emangnya masalah gitu kalau suami mau menemui isterinya sendiri?" Jimmy mencubit pipi Grea gemes


"Ihh Abang nyebelin sakit tahu!" Grea mengusap-usap pipinya sendiri


" Sayang udah siap kan?" Jimmy mendekati Caca Lala memeluknya dari belakang


"Bang kalau mau mesra-mesraan tuh di rumah jangan di tempat umum, dasar bucin" Grea memutar bola matanya malas


" Kenapa memangnya, toh mesra-mesraannya juga sama isteri sendiri, ya kan sayang?" ucap Jimmy membuat beberapa rekan kerja Caca saling melempar pandangan satu sama lain terutama Sisil dan Monic


" Kenapa kalian ngeliatnya kayak gitu, bingung ya?" tanya Grea


" Maaf Bu Dira, kami hanya sedikit terkejut saja" ucap Nana dengan canggung


" Na apa yang dulu kamu bilang itu ternyata benar, kalau aku di suruh pulang karena mau di jodohkan dengan kedua orang tua aku Na, dan ternyata laki-laki yang dijodohkan sama aku ya laki-laki yang sudah berkali-kali aku tolak itu Na dan inilah orangnya!" terang Caca seraya mencubit gemas pipi Jimmy


" Wah kalau begitu selamat ya mbak Caca, saya turut senang mendengarnya!" ucap Nana yang beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Caca


Nana mengulurkan tangannya kepada Caca lalu keduanya berpelukan.


Monica ikut berdiri begitu juga dengan Leo, Edo dan yang lainnya dan mereka menghampiri Caca dan juga Jimmy untuk memberikan selamat


" Duh kapan nih bu Caca acara makan-makannya untuk merayakan hari pernikahan Bu Caca dan pak Jimmy?" ucap Edo


" Emm... bagaimana kalau besok? jam makan siang kita kumpul di restoran X"


" Wahhh... saya sih setuju saja pak" sahut Edo


" Kalau soal makan aja cepat!" oceh Leo


" Ha....ha..." mereka yang ada di ruangan itu pun tertawa


" Mbak Sisil kalau mau ikut juga boleh kok" ucap Caca membuat Sisil yang menyibukkan dirinya dengan ponsel langsung menoleh.


" Betul, kita besok akan pergi makan siang bersama, jadi siapapun boleh ikut" ucap Jimmy


" Boleh" jawab Jimmy


Caca dan Grea nampak begitu bahagia dan disaat mereka semua sedang tertawa tiba-tiba Arvan datang membuat suasana berubah hening.


" Loh kenapa mukanya jadi tegang gitu sih?" tanya Jimmy yang melihat perubahan dari rekan kerja isterinya.


" Apa yang sedang kalian lakukan? bersantai-santai di jam kerja!" suara bariton milik Arvan membuat para karyawannya ketakutan dan kembali ke meja kerja mereka masing-masing.


" Kalian juga sedang apa di kantor ku? mengganggu para karyawan ku kerja saja" suara Arvan yang terdengar begitu tegas


Grea mengerucutkan bibirnya dan merasa kesal dengan pria yang ada di hadapannya.


" Ya udah Caca... bang Jim aku pulang dulu ya, aku sudah di usir sama yang punya perusahaan!" sindir Grea


" Ya udah Gre loe pulang aja sana dan jangan lupa sampai di rumah kunci kamar ya yang rapet jangan biarin ada yang masuk!" ucap Jimmy lalu tertawa


" Iya bang, ide Loe emang keren. gue balik ya!"


" Iya, hati-hati Gre, dan jangan lupa pesan gue ya!"


" Tenang aja bang, sampai rumah gue bakalan kunci tuh kamar kalau perlu gue gembok sekalian" ucap Grea tegas seraya melirik tajam kepada Arvan


" Jangan gitu dong sayang, iya deh aku ngaku salah aku kan cuma membicarakan Jimmy bukan kamu!" ucap ArVan yang nampak panik


" Jangan mau Gre, dia cuma merayu doang!" sahut timpal Jimmy


" Wah jangan jadi provokator deh bang!" kesal Arvan


Jimmy nampak cuek lalu meraih tangan Caca mengajaknya pulang

__ADS_1


" Eh?" Caca yang ditarik tangannya bingung namun sedetik kemudian ia tersenyum dengan wajah yang sudah merona


" Kita pulang bikin dedek!" bisik Jimmy


" Ca muka Loe kenapa merah gitu?" goda Grea


" Sudah enggak usah godain mereka mending kamu goda mas aja ya!" Arvan merengkuh bahu Grea posesif


" Males!" Grea menyingkirkan tangan Arvan dan berlalu begitu saja


" Sayang!" Arvan mengejar langkah Grea


Grep


Arvan berhasil meraih tangan Grea lalu menariknya ke dalam pelukannya.


" Mas lepas ih... enggak enak kalau ada karyawan yang lihat!" Grea memberontak namun pelukan Arvan semakin erat.


" Mas!" kesal Grea


" Iya mas lepas, ayok kita lanjutkan di ruangan mas!" Arvan melepaskan pelukannya dan menarik Grea menuju ruangannya


" Mas aku mau pulang!" protes Grea


Arvan menghentikan langkahnya dan berbalik badan " Oke!"


Arvan menarik tangan Grea dan mengajaknya pulang bersama


Grea mengerucutkan bibirnya namun sedetik kemudian ia pun tersenyum seraya menatap lekat punggung Arvan yang berjalan di depannya.


Sementara Caca dan Jimmy kini telah berada di dalam mobil dan menuju pulang ke kediaman Daddy Alex


" Loh bang Jim kok kita pulang ke rumah mommy sih?" tanya Caca yang hafal dengan jalan menuju kediaman Daddy Alex


"Besok kita akan berangkat honeymoon sayang jadi Abang mau minta tolong sama daddy buat mengontrol keadaan kantor selama Abang pergi!" sahut Jimmy


" Bukannya sudah ada mas Adam ya?" tanya Caca


" Kasihan dia kalau menghendle semuanya sendirian!" Mobil yang mereka tumpangi kini sudah berada di pekarangan rumah daddy-nya


Mereka turun bersama dan langsung masuk ke dalam rumah tersebut


" Assalamualaikum!"


" Wa'alaikum salam, kalian sudah datang!" sambut mommy Marla


Caca dan Jimmy menyalami takzim mommy Marla yang tersenyum senang dengan kedatangan anak menantunya.


" Kalian akan menginap di sini kan?" tanya mommy Marla


Caca menoleh ke arah Jimmy mencari jawaban sang suami


" Emm... Iya mom tapi itu kalau Caca tidak berkeberatan" sahut Jimmy yang menoleh ke arah sang isteri


" Bagaimana sayang?" tanya mommy Marla mengarah kepada menantu kesayangannya


" Caca sih terserah bang Jimmy aja mom!" jawab Caca


Caca dan Jimmy kini tengah berada di ruang keluarga bersama mommy dan daddy Alex. mereka berbincang hangat, Caca pun merasa sangat senang karena keluarga Jimmy begitu menerima dirinya dengan penuh kehangatan dan juga kasih sayang.


" Assalamualaikum!" ucap salam dari arah luar mengalihkan pandangan mereka semua yang berada di ruang keluarga


" Wa'alaikum salam" jawab semua yang berada di ruangan tersebut bersamaan


" Wah asik ya pada kumpul-kumpul disini, ikutan ah!" ucap mantan gadis yang sudah mendudukkan dirinya


" Main nyempil aja nih anak, Cia mana?" tanya Jimmy

__ADS_1


" Ada tuh!" tunjuk Grea ke arah Arvan yang berjalan mendekat sambil menggendong Cia


Mereka saat ini tengah berkumpul bersama setelah acara makan malam mereka menghabiskan waktu bersama bercengkrama dan berbincang hangat.


__ADS_2